Satu Penambang Masih Tertimbun, Tim SAR Gabungan Sisir Tambang Pondi Pemali

Pencarian Penambang Tertimbun di Tambang Pondi Pemali Diintensifkan, Dua Ekskavator Diterjunkan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) — Upaya pencarian terhadap satu orang penambang yang masih tertimbun longsor di lokasi tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, terus diintensifkan hingga Selasa (3/2/2026). Tim SAR Gabungan mengerahkan strategi pencarian terpadu dengan mengombinasikan penggunaan alat berat dan penyisiran manual untuk mempercepat proses evakuasi korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan hingga pukul 10.00 WIB operasi SAR masih berlangsung dan difokuskan pada sejumlah titik krusial yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material longsoran.

banner 336x280

“Pencarian masih terus dilakukan. Saat ini kami mengerahkan dua unit ekskavator untuk membongkar timbunan tanah yang cukup tebal, bersamaan dengan penyisiran manual oleh personel di lapangan,” ujar Mikel dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, penggunaan alat berat difokuskan untuk membuka akses dan mengurangi volume material longsor, sementara pencarian manual dilakukan pada area yang membutuhkan ketelitian tinggi. Metode ini dinilai paling efektif mengingat kondisi tanah yang labil serta luasnya area terdampak longsor.

“Kita maksimalkan pencarian baik secara manual maupun menggunakan alat berat agar korban bisa segera ditemukan,” tegasnya.

Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Basarnas Pangkalpinang, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Bangka, relawan, serta organisasi potensi SAR lainnya. Seluruh personel bekerja secara bergantian dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan, mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi.

Mikel menyebutkan, kondisi cuaca di lokasi pencarian yang terpantau cerah pada hari ini cukup mendukung kelancaran operasi SAR. Cuaca yang bersahabat memudahkan pergerakan alat berat serta personel dalam melakukan penggalian dan penyisiran.

“Cuaca hari ini cukup baik, ini sangat membantu operasional di lapangan. Mudah-mudahan dengan kondisi ini korban bisa segera ditemukan dan dievakuasi,” katanya.

Sebelumnya, kecelakaan tambang terjadi di tambang Pondi pada Senin (2/2/2026) sore. Longsor material tanah secara tiba-tiba menimbun para penambang yang tengah beraktivitas di lokasi tambang. Dari total korban, enam penambang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu orang lainnya hingga kini masih tertimbun.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti tingginya risiko aktivitas penambangan timah ilegal yang kerap beroperasi tanpa standar keselamatan kerja yang memadai. Selain menimbulkan korban jiwa, aktivitas tambang ilegal juga dinilai rawan menyebabkan kerusakan lingkungan dan bencana longsor.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian dengan harapan korban terakhir dapat segera ditemukan, sehingga seluruh proses evakuasi dapat diselesaikan dan diserahkan kepada pihak keluarga. (Sumber : Babelpos.id, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *