KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Tata, resmi menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia menggantikan Sugiono. Serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Pergantian kepemimpinan tersebut menandai dimulainya tugas Tata sebagai pimpinan kementerian yang bertanggung jawab menjalankan kebijakan politik luar negeri Indonesia serta memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara sahabat.
Acara sertijab dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta serta sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Kemlu RI. Prosesi berlangsung dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan.
Setelah penandatanganan selesai, Sugiono dan Tata bersalaman. Keduanya kemudian terlihat berpelukan sesaat sebagai bagian dari momen pergantian kepemimpinan di kementerian tersebut.
Prosesi ini menjadi tahapan administratif setelah Tata resmi dilantik sebagai Menlu RI oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026), di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Sebelum menjabat sebagai Menlu, Tata merupakan Wakil Menteri Luar Negeri. Pengalamannya di lingkungan Kemlu diharapkan menjadi bekal dalam melanjutkan pelaksanaan diplomasi Indonesia di tengah dinamika hubungan internasional yang terus berkembang.
Sementara itu, Sugiono kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Perubahan penugasan tersebut merupakan bagian dari penataan susunan jabatan dalam pemerintahan Presiden Prabowo.
Dilantik Presiden Prabowo
Pelantikan Arrmanatha Nasir sebagai Menlu RI berlangsung di Istana Kepresidenan pada 1 Oktober 2026. Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memandu pengucapan sumpah jabatan yang diikuti Tata.
Dalam sumpahnya, Tata menyatakan komitmen untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan bangsa dan negara.
“Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian bunyi sumpah yang dipandu Presiden Prabowo.
Tata juga bersumpah untuk menjunjung tinggi etika jabatan dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” lanjut sumpah tersebut.
Tantangan Diplomasi Indonesia
Sebagai Menlu, Arrmanatha Nasir mengemban tanggung jawab strategis dalam memperjuangkan kepentingan nasional melalui jalur diplomasi. Peran Kemlu mencakup penguatan hubungan bilateral dan multilateral, perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, serta peningkatan kerja sama internasional di berbagai sektor.
Pergantian kepemimpinan ini juga menjadi momentum untuk memastikan kesinambungan kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk dalam menghadapi perkembangan geopolitik, dinamika ekonomi global, dan berbagai tantangan keamanan internasional.
Pengalaman Tata sebagai Wakil Menteri Luar Negeri menjadi salah satu modal untuk memahami mekanisme kerja kementerian dan hubungan diplomatik Indonesia dengan berbagai negara.
Dengan resminya serah terima jabatan tersebut, perhatian selanjutnya tertuju pada langkah-langkah diplomasi yang akan dijalankan Tata dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi program konkret.
Kepemimpinan baru di Kemlu diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional, menjaga kepentingan nasional, serta mendorong kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sertijab pada Senin tersebut sekaligus menandai peralihan tanggung jawab dari Sugiono kepada Arrmanatha Nasir untuk memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (Sumber : detiknews, Editor : KBO Babel)













