KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunan satu unit SMA Unggul Garuda Baru pada tahun 2026. Dana tersebut khusus digunakan untuk konstruksi fisik sekolah dan belum termasuk biaya operasional maupun gaji tenaga pengajar. Kamis (19/2/2026)
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa nilai investasi pembangunan dapat berbeda di setiap lokasi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis, akses transportasi, serta tingkat kesulitan logistik di wilayah pembangunan.
“Ada kisaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunan saja, untuk pembangunan sekolahnya,” ujar Ardi dalam jumpa pers di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, pembangunan SMA Unggul Garuda Baru dirancang sebagai sekolah berstandar tinggi yang dilengkapi fasilitas modern guna mendukung pembelajaran sains, teknologi, dan inovasi. Sekolah ini diharapkan menjadi pusat pendidikan unggulan yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing global.
Selain anggaran konstruksi, pemerintah juga telah menyiapkan dana operasional yang mencakup kegiatan belajar mengajar, gaji guru, serta kebutuhan tenaga kependidikan. Kemendiktisaintek memastikan seluruh kebutuhan pembiayaan telah diperhitungkan secara komprehensif hingga tahun 2029.
Untuk menjamin keberlanjutan program, pemerintah turut memanfaatkan skema dana abadi pendidikan yang dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dana tersebut diharapkan mampu mendukung operasional sekolah dalam jangka panjang sekaligus menjaga kualitas pendidikan.
Selain pendanaan dari pemerintah, Kemendiktisaintek juga membuka peluang kemitraan dengan institusi eksternal, dunia usaha, serta masyarakat. Skema kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat pengembangan fasilitas, riset, dan program pembelajaran di masa depan.
Pada tahun 2026, pembangunan SMA Unggul Garuda Baru direncanakan berlangsung di empat wilayah strategis yang dinilai membutuhkan penguatan akses pendidikan berkualitas. Keempat lokasi tersebut adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Bulungan di Kalimantan Utara, Kabupaten Belitung Timur di Bangka Belitung, serta Kabupaten Konawe Selatan di Sulawesi Tenggara.
Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan pemerataan pendidikan nasional, terutama di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan menengah unggulan. Pemerintah berharap kehadiran sekolah ini dapat mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.
Dalam aspek sumber daya manusia, pemerintah telah menyiapkan tenaga pendidik dan kependidikan yang memadai. Setiap sekolah akan didukung oleh 24 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), satu kepala sekolah, empat wakil kepala sekolah, serta 23 tenaga kependidikan berstatus pegawai negeri sipil.
Komposisi tersebut dirancang untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal sekaligus mendukung manajemen sekolah yang profesional. Para guru yang direkrut juga diharapkan memiliki kompetensi tinggi, khususnya dalam bidang sains dan teknologi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, pemerintah menyediakan fasilitas rumah dinas di lingkungan sekolah. Guru akan memperoleh hunian seluas 60 meter persegi, sementara kepala sekolah dan wakil kepala sekolah mendapatkan rumah dinas seluas 120 meter persegi.
Penyediaan fasilitas tempat tinggal ini bertujuan untuk memastikan para tenaga pendidik dapat bekerja secara maksimal, terutama di daerah yang relatif jauh dari pusat perkotaan. Selain itu, keberadaan rumah dinas diharapkan dapat menarik minat tenaga pengajar berkualitas untuk bertugas di wilayah tersebut.
Program SMA Unggul Garuda Baru merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan menengah sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Sekolah ini dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat pengembangan karakter, kepemimpinan, serta inovasi.
Kemendiktisaintek optimistis pembangunan sekolah unggulan ini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan fasilitas modern, tenaga pendidik berkualitas, serta dukungan pendanaan berkelanjutan, SMA Unggul Garuda Baru diharapkan menjadi model pendidikan menengah unggulan nasional.
Informasi mengenai pembangunan sekolah tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Kemendiktisaintek pada 18 Februari 2026. Pemerintah menargetkan proyek pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga sekolah sudah dapat beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.
Jika terealisasi dengan baik, kehadiran SMA Unggul Garuda Baru diyakini akan membuka akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi dari berbagai daerah, sekaligus memperkuat daya saing bangsa di bidang sains, teknologi, dan inovasi. (Sumber : LiraMedia, Editor : KBO Babel)















