Tak Mampu Bertahan, Sejumlah Sekolah Swasta di Bangka Belitung Hentikan Operasional

Tujuh Sekolah Swasta di Babel Terancam Tutup, Jumlah Siswa Baru Makin Menyusut

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Sejumlah sekolah swasta di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadapi persoalan serius akibat terus menurunnya jumlah peserta didik baru. Kondisi tersebut membuat sebagian sekolah kesulitan mempertahankan kegiatan belajar mengajar karena tidak sebandingnya jumlah siswa dengan biaya operasional yang harus ditanggung. Rabu (29/7/2026)

Sedikitnya tujuh sekolah tercatat telah berhenti beroperasi atau sedang dalam proses pengajuan penutupan. Persoalan minimnya jumlah siswa menjadi salah satu faktor utama yang membuat keberlangsungan sekolah swasta semakin tertekan.

banner 336x280

Beberapa sekolah yang dipastikan tidak lagi beroperasi di antaranya SMA THB, SMA Depati Amir, dan SMA Albina. Sementara itu, SMK Swakarya di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, juga menghentikan kegiatan operasional karena menghadapi persoalan lahan.

Selain sekolah-sekolah tersebut, SMK Karya Parittiga dilaporkan telah mengajukan permohonan penutupan. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan keberlangsungan sekolah swasta tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Di tengah tekanan tersebut, masih terdapat sejumlah sekolah swasta yang berupaya mempertahankan kegiatan pendidikan. SMA Swadaya dan SMA PGRI, misalnya, masih menjalankan aktivitas belajar mengajar. Namun, jumlah peserta didik baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027 terbilang sangat sedikit.

Jumlah siswa baru yang hanya beberapa orang membuat sekolah swasta harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan operasional. Dengan jumlah peserta didik yang terbatas, sekolah tetap harus memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, administrasi, hingga biaya pemeliharaan sarana dan prasarana.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, mengatakan persaingan antara sekolah negeri dan swasta menjadi salah satu faktor yang memengaruhi menurunnya jumlah peserta didik di sekolah swasta.

Menurut Fery, masyarakat cenderung mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga ketika memilih sekolah untuk anak. Sekolah negeri dinilai lebih diminati karena biaya pendidikan yang relatif lebih ringan dibandingkan sekolah swasta.

“Jadi saat ini ada lima SMA, yang sudah tutup sebanyak ada tujuh ya setotal-totalnya. SMA itu ya SMA THB, SMA Depati Amir, kemudian SMA Albina itu yang sudah pasti tutup, kemudian ditambah lagi di Tanjung Pandan itu SMK Swakarya karena masalah lahan dia akan dia tidak beroperasi lagi. Nah, kalau penyebabnya ya saat ini kan persaingan untuk antara sekolah negeri dengan swasta, kalau masyarakat di kita kan melihat biaya yang pertama. Nah, kalau di negeri relatif tidak berbayar gitu kan, kecuali yang hal-hal yang sifatnya personal. Nah ini yang jadi kendala di swasta,” ujar Fery Afriyanto, Selasa, 28 Juli 2026.

Persoalan biaya pendidikan menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah swasta. Berbeda dengan sekolah negeri yang memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah, sekolah swasta pada umumnya memiliki sumber pendanaan yang lebih terbatas dan masih mengandalkan biaya pendidikan dari peserta didik untuk mendukung kegiatan operasional.

Ketika jumlah siswa terus menurun, pendapatan sekolah ikut berkurang. Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap kemampuan sekolah dalam membiayai kebutuhan rutin, termasuk pembayaran tenaga pendidik dan kependidikan serta pemeliharaan fasilitas.

Selain persoalan biaya, faktor fasilitas pendidikan dan pengelolaan peserta didik juga turut memengaruhi keputusan orang tua dalam memilih sekolah. Orang tua cenderung membandingkan kualitas fasilitas, lingkungan belajar, program pendidikan, hingga pembinaan karakter sebelum menentukan sekolah bagi anak.

Kondisi tersebut membuat sekolah swasta dituntut untuk memiliki keunggulan dan daya tarik tersendiri agar mampu bersaing dalam mendapatkan peserta didik baru. Jika tidak mampu menarik minat masyarakat, sekolah berpotensi mengalami penurunan jumlah siswa secara berkelanjutan.

Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun mengingatkan agar yayasan yang berencana mendirikan sekolah baru melakukan perencanaan secara matang. Pendirian sekolah dinilai tidak cukup hanya dengan menyiapkan gedung dan tenaga pengajar, tetapi juga harus mempertimbangkan potensi jumlah peserta didik, kebutuhan masyarakat, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kemampuan pembiayaan dalam jangka panjang.

Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam memastikan keberlangsungan sekolah. Sekolah harus memiliki tenaga pendidik yang memadai dan berkualitas agar mampu memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Perencanaan yang matang diharapkan dapat mencegah munculnya sekolah baru yang pada akhirnya kesulitan memperoleh siswa dan tidak mampu bertahan dalam menjalankan operasionalnya.

Di sisi lain, keberadaan sekolah swasta tetap memiliki peran penting dalam mendukung akses pendidikan di Bangka Belitung. Sekolah swasta menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi guru dan tenaga kependidikan.

Karena itu, persoalan tutupnya sejumlah sekolah swasta menjadi perhatian yang perlu ditangani secara bersama-sama. Pemerintah, yayasan, pengelola sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat mencari solusi agar sekolah swasta yang masih bertahan dapat terus menjalankan fungsi pendidikannya.

Dinas Pendidikan berharap sekolah-sekolah swasta dapat meningkatkan kualitas layanan, memperkuat program unggulan, serta melakukan inovasi agar lebih mampu menarik minat masyarakat.

Dengan perencanaan yang lebih matang dan pengelolaan yang baik, keberadaan sekolah swasta di Bangka Belitung diharapkan tetap dapat dipertahankan. Upaya tersebut tidak hanya penting untuk menjaga keberagaman pilihan pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga untuk memastikan tenaga pendidik dan kependidikan tetap memiliki ruang kerja di sektor pendidikan daerah. (Sumber : TVRINews, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed