Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » Tak Punya KTP, Warga Baduy Korban Begal Ditolak RS, Legislator: : Ini Bukti Sistem Masih Diskriminatif

Tak Punya KTP, Warga Baduy Korban Begal Ditolak RS, Legislator: : Ini Bukti Sistem Masih Diskriminatif

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Kasus penolakan terhadap seorang warga Baduy Dalam bernama Repan (16) di salah satu rumah sakit di Jakarta menimbulkan keprihatinan publik. Remaja tersebut ditolak saat hendak mendapat pertolongan medis usai menjadi korban begal lantaran tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Peristiwa ini menuai reaksi keras dari anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, yang menegaskan bahwa rumah sakit tidak memiliki alasan apa pun untuk menolak pasien hanya karena alasan administratif. Jumat (7/11/2025)

“Rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan tidak boleh menolak pasien hanya karena persoalan administrasi, seperti tidak memiliki KTP,” tegas Nurhadi dalam keterangan resmi yang diterima awak media, Jumat (7/11/2025).

Nurhadi menyebut, kejadian yang dialami Repan merupakan preseden buruk yang tidak boleh terulang. Ia menilai, sistem layanan kesehatan di Indonesia masih belum inklusif terhadap masyarakat adat atau komunitas yang memiliki keterbatasan dalam akses dokumen kependudukan.

“Warga Baduy Dalam secara historis memiliki pola hidup yang berbeda. Mereka hidup dalam sistem sosial tradisional yang tidak selalu terhubung dengan administrasi modern seperti kepemilikan KTP. Kondisi ini sering menjadi kendala serius ketika mereka menghadapi situasi darurat,” jelasnya.

Legislator dari Dapil Jawa Timur VI itu meminta pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial di daerah untuk segera bersinergi dalam menyusun protokol pelayanan bagi masyarakat adat. Menurutnya, dalam situasi darurat, penyelamatan nyawa harus menjadi prioritas utama.

“Untuk kasus semacam ini, protokol atau SOP-nya harus jelas bahwa rumah sakit wajib segera memberikan pertolongan pertama, selanjutnya administrasi dapat dilengkapi kemudian,” tegas Nurhadi.

Ia menambahkan, rumah sakit adalah lembaga kemanusiaan yang memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menolong setiap orang tanpa melihat status sosial atau administrasi kependudukan.

“Saya menegaskan bahwa tidak boleh ada warga negara yang ‘terlupakan’ oleh sistem hanya karena persoalan administratif,” ujar Nurhadi.

Lebih jauh, ia menilai bahwa kasus ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem layanan kesehatan nasional agar lebih inklusif.

“Kami di Komisi IX DPR siap berkoordinasi dengan pemerintah dan stakeholder terkait untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.

Untuk jangka panjang, Komisi IX DPR akan mendorong regulasi yang menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Nurhadi juga mendorong percepatan penerbitan dokumen kependudukan bagi komunitas adat seperti warga Baduy Dalam yang hingga kini belum seluruhnya tercatat dalam sistem administrasi kependudukan nasional.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa masyarakat adat mendapat kemudahan dalam memperoleh dokumen dasar dan memiliki kepastian pengakuan administratif agar hak-hak dasar mereka terlindungi,” ujarnya.

Kasus yang menimpa Repan bermula saat remaja Baduy Dalam itu menjadi korban begal di kawasan Jalan Pramuka Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/11/2025) dini hari. Dari pengakuan Repan, dirinya diserang oleh empat pelaku bersenjata tajam saat sedang berjalan kaki. Ia menderita luka sayat di tangan kiri, luka ringan di pipi, serta memar di bagian punggung.

“Karena kejadiannya pas azan subuh. Memang ada lalu lintas yang lewat, tapi mereka melaju cepat-cepat. Saya langsung jalan cari rumah sakit,” kata Repan saat ditemui di kawasan Tanjung Duren Dalam, Jakarta Barat.

Setelah berjalan kaki beberapa ratus meter, Repan tiba di rumah sakit terdekat untuk mencari pertolongan. Namun, ia justru ditanyai soal kartu identitas dan surat pengantar sebelum mendapat perawatan medis.

“Petugas rumah sakit sempat bertanya soal KTP dan surat pengantar. Tapi saya memang tidak punya,” ujar Repan lirih.

Sebagai warga Baduy Dalam, Repan tidak memiliki KTP maupun dokumen kependudukan lainnya karena komunitas adatnya memang tidak sepenuhnya mengikuti sistem administrasi negara. Akibatnya, ia tidak segera mendapat pertolongan medis yang semestinya.

Kondisi Repan sempat memburuk hingga akhirnya ia mendapat bantuan dari warga sekitar yang membawanya ke rumah sakit lain untuk mendapatkan perawatan. Peristiwa ini memicu kecaman luas karena dianggap melanggar prinsip dasar kemanusiaan dan hak atas pelayanan kesehatan sebagaimana dijamin dalam undang-undang.

Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, disebutkan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan rumah sakit wajib memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien tanpa uang muka.

“Hal ini jelas melanggar semangat undang-undang kesehatan dan hak asasi manusia,” kata Nurhadi menegaskan.

Ia pun menegaskan agar seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Indonesia memperkuat komitmen pelayanan kemanusiaan.

“Tidak boleh ada lagi pasien yang ditolak dengan alasan tidak memiliki KTP, kartu BPJS, atau dokumen lain, terutama dalam kondisi gawat darurat,” ujarnya.

Nurhadi menutup pernyataannya dengan dorongan agar pemerintah pusat dan daerah memperhatikan secara serius keberadaan masyarakat adat dalam kebijakan publik.

“Kasus Repan harus jadi pengingat bahwa pelayanan publik, termasuk kesehatan, harus berpihak pada kemanusiaan. Negara tidak boleh abai terhadap mereka yang hidup di pinggiran sistem,” tutupnya. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MENGGUGAT URGENSI TINDAKAN: Babel Darurat Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Ilegal yang Tidak Terkendali (Opini)

    MENGGUGAT URGENSI TINDAKAN: Babel Darurat Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Ilegal yang Tidak Terkendali (Opini)

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Belitung) – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kini berada dalam titik kritis ekologis. Narasi tentang “surga timah” perlahan berganti menjadi realitas suram kerusakan lingkungan yang masif. Permasalahan paling pelik dan mendesak yang menjadi kewajiban utama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) di Babel bukanlah sekadar isu administratif, melainkan tantangan eksistensial yang mengancam keberlanjutan […]

  • Tim Damkar PT TIMAH Siaga, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Tengah Masyarakat

    Tim Damkar PT TIMAH Siaga, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle putri utami
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan kesiapsiagaannya dalam membantu penanganan berbagai bencana, baik di lingkungan internal perusahaan maupun untuk masyarakat di wilayah operasional. Selasa (31/3/2026) Salah satu aksi cepat dilakukan pada 26 Maret 2026, saat tim Damkar PT TIMAH turut terlibat dalam penanganan kebakaran rumah warga di […]

  • Praktik ‘Uang Tutup Mulut’ Diduga Lancarkan Penambangan Ilegal di Bukit Sambong Bangka Tengah

    Praktik ‘Uang Tutup Mulut’ Diduga Lancarkan Penambangan Ilegal di Bukit Sambong Bangka Tengah

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Pangkalan Baru) – Pemandangan memprihatinkan tampak di Bukit Sambong, Desa Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Bukit yang dahulu dikenal dengan keindahan alamnya dan dipenuhi pepohonan hijau, kini sebagian besar rusak akibat aktivitas pengerukan tanah dan batu yang dilakukan secara masif. Jumat (16/5/2025) Hasil pantauan di lapangan pada Kamis (15/5/2025) menunjukkan alat […]

  • PT TIMAH Ajak Masyarakat Bersih-Bersih Pantai Tambak Udang demi Kelestarian Pesisir

    PT TIMAH Ajak Masyarakat Bersih-Bersih Pantai Tambak Udang demi Kelestarian Pesisir

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle putri utami
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA) – Rangkain Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di PT TIMAH (Persero) Tbk masih terus berlanjut. Kali ini, melalui Division Area Bangka Utara PT TIMAH menggelar gotong royong membersihkan Pantai kawasan Tambak Udang, Desa Rambak, Kabupaten Bangka, Jumat (19/6/2026). Sabtu (20/6/2026) Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan PT TIMAH dalam mengurangi sampah dan meningkatkan […]

  • PT TIMAH Tbk Tingkatkan Profesionalisme Guru Lewat Gernas Tastaka dan Literasi Guru

    PT TIMAH Tbk Tingkatkan Profesionalisme Guru Lewat Gernas Tastaka dan Literasi Guru

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – PT TIMAH Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah operasional perusahaan. Salah satu wujud konkret komitmen tersebut adalah melalui penyelenggaraan program pelatihan yang ditujukan untuk memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan kapasitas guru. Dua program utama yang dijalankan perusahaan adalah Literasi Guru dan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas […]

  • PT Timah Perkuat Lingkungan Kerja Bebas Narkoba Melalui GERANAT

    PT Timah Perkuat Lingkungan Kerja Bebas Narkoba Melalui GERANAT

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan bebas narkoba. Melalui Gerakan Anti Narkoba Timah (GERANAT), perusahaan secara konsisten melaksanakan edukasi, pencegahan, dan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja. Sabtu (28/6/2025) GERANAT, yang berdiri sejak tahun 2014, merupakan inisiatif yang lahir dari keprihatinan […]

expand_less