Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » Tambang Selam Diduga Tanpa Izin Disetop, Polres Basel Siapkan Penegakan Hukum Jika Beroperasi Lagi

Tambang Selam Diduga Tanpa Izin Disetop, Polres Basel Siapkan Penegakan Hukum Jika Beroperasi Lagi

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (TOBOALI) – Polres Bangka Selatan bersama PT Timah Tbk mengambil langkah cepat merespons keresahan masyarakat terkait dugaan maraknya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah perairan Kabupaten Bangka Selatan. Senin (14/9/2026)

Melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud), Polres Bangka Selatan melakukan penertiban secara persuasif terhadap aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) selam yang ditemukan beroperasi di Perairan Sukadamai, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Penertiban dilakukan selama tiga hari berturut-turut, mulai Senin (31/8/2026) hingga Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan setelah tim gabungan menemukan adanya aktivitas TI selam yang diduga beroperasi tanpa dilengkapi izin di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk DU 1546.

Kegiatan penertiban dipimpin langsung Kasat Polairud Polres Bangka Selatan AKP Arief Fabillah. Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian melibatkan Pengawasan Tambang (Wastam) Laut PIP PT Timah Tbk serta unsur pengamanan internal perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas informasi dan keresahan masyarakat mengenai aktivitas pertambangan di kawasan perairan Sukadamai. Polisi bersama pihak perusahaan kemudian melakukan monitoring dan penyisiran untuk memastikan kondisi di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas penambangan diduga kembali marak seiring dengan meningkatnya harga komoditas timah. Petugas juga menemukan mayoritas ponton yang berada di lokasi tidak memiliki dokumen Surat Perintah Kerja (SPK) maupun Surat Izin Layak Operasi (SILO) resmi dari PT Timah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian aparat karena aktivitas pertambangan tanpa kelengkapan perizinan berpotensi menimbulkan persoalan hukum serta berdampak terhadap tata kelola kegiatan pertambangan di wilayah IUP perusahaan.

Dalam penertiban kali ini, tim gabungan tidak langsung melakukan tindakan hukum terhadap para penambang. Petugas terlebih dahulu memberikan imbauan secara langsung kepada pemilik maupun pekerja ponton selam agar menghentikan kegiatan penambangan.

Pendekatan persuasif tersebut dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai ketentuan perizinan dan meminta seluruh aktivitas penambangan dihentikan apabila tidak memiliki dokumen resmi yang dipersyaratkan.

Upaya tersebut kemudian membuahkan hasil. Hingga Rabu (2/9/2026), seluruh aktivitas TI selam yang sebelumnya ditemukan beroperasi di Perairan Sukadamai dilaporkan telah berhenti.

Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto melalui Kasi Humas AKP Mardian Syafrizal menegaskan bahwa kepolisian akan terus merespons setiap laporan maupun informasi masyarakat yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan tanpa izin.

“Kami menegaskan bahwa Polres Bangka Selatan sangat responsif terhadap keluhan masyarakat maupun isu yang beredar terkait aktivitas tambang tanpa izin,” tegas Mardian.

Menurutnya, langkah persuasif yang dilakukan bersama PT Timah selama tiga hari tersebut dinilai efektif untuk menghentikan aktivitas TI selam di lokasi yang menjadi perhatian masyarakat.

Meski aktivitas telah dihentikan, kepolisian memastikan pengawasan terhadap kawasan tersebut tidak berhenti. Pemantauan akan tetap dilakukan untuk mencegah aktivitas pertambangan ilegal kembali muncul.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemilik tambang agar tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku. Apabila di kemudian hari ditemukan kembali aktivitas penambangan tanpa izin di area IUP tersebut, kami bersama PT Timah tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas sesuai dengan regulasi yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Bangka Selatan AKP Arief Fabillah menyatakan pihaknya berkomitmen menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal.

Menurut Arief, penertiban di Perairan Sukadamai merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memastikan aktivitas pertambangan di wilayah perairan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepolisian juga tidak menutup kemungkinan melakukan penegakan hukum apabila ditemukan kembali aktivitas pertambangan yang tidak mengantongi izin.

“Pekan depan akan kami rencanakan kembali kegiatan imbauan sampai dengan penegakan hukum apabila aktivitas tambang ilegal tersebut kembali beroperasi,” kata Arief.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan persuasif yang dilakukan saat ini bukan berarti kepolisian mengabaikan aspek penegakan hukum. Sebaliknya, imbauan diberikan sebagai langkah awal untuk mendorong masyarakat dan pemilik ponton mematuhi aturan yang berlaku.

Apabila setelah diberikan peringatan masih ditemukan aktivitas penambangan tanpa izin, aparat akan mengambil langkah lebih tegas sesuai ketentuan hukum.

Polres Bangka Selatan juga mengingatkan masyarakat maupun pelaku usaha pertambangan agar tidak melakukan aktivitas penambangan sebelum memastikan seluruh dokumen dan perizinan telah terpenuhi.

Imbauan tersebut penting disampaikan mengingat kawasan Perairan Sukadamai yang menjadi lokasi penertiban merupakan bagian dari wilayah IUP PT Timah Tbk DU 1546. Dengan demikian, setiap aktivitas pertambangan di kawasan tersebut harus memiliki dasar perizinan dan dokumen resmi sesuai ketentuan.

“Kami mengingatkan, agar jangan melakukan kegiatan penambangan tanpa adanya perizinan yang berlaku,” pungkas Arief.

Penertiban selama tiga hari tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa kepolisian bersama PT Timah akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah perairan Bangka Selatan.

Dengan berhentinya aktivitas TI selam di Perairan Sukadamai, diharapkan keresahan masyarakat dapat mereda. Namun, pengawasan dan pemantauan tetap diperlukan agar kegiatan serupa tidak kembali berlangsung.

Polres Bangka Selatan memastikan respons terhadap laporan masyarakat akan terus dilakukan, sementara langkah penegakan hukum akan menjadi opsi apabila aktivitas pertambangan tanpa izin kembali ditemukan di wilayah tersebut. (Sumber : Babelpos.id, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor Institut Pahlawan 12 Jadi Pembicara di Konferensi Internasional ICBMR Universitas Indonesia

    Rektor Institut Pahlawan 12 Jadi Pembicara di Konferensi Internasional ICBMR Universitas Indonesia

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Bangka) – Rektor Institut Pahlawan 12, Dr. Darol Arkum, kembali dipercaya untuk menjadi pembicara dalam gelaran bergengsi The International Conference on Business, Management, and Research (ICBMR) Universitas Indonesia. Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia ini berlangsung selama dua hari, pada 15-16 Oktober 2025, di Hotel Alana, Yogyakarta.  Kehadiran Dr. Darol Arkum dalam […]

  • Eks Anak Buah Buka-bukaan di Sidang: Pengadaan Chromebook Disebut Arahan Nadiem Makarim

    Eks Anak Buah Buka-bukaan di Sidang: Pengadaan Chromebook Disebut Arahan Nadiem Makarim

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengungkap sejumlah kesaksian penting dari mantan anak buah eks Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Kesaksian tersebut membuka tabir dugaan adanya tekanan, pengabaian kajian teknis, hingga arahan informal yang diduga mengerucutkan pengadaan pada satu jenis produk. […]

  • 35 Ponton Tambang Timah Ilegal Ditertibkan Bakamla RI di Perairan Tempilang

    35 Ponton Tambang Timah Ilegal Ditertibkan Bakamla RI di Perairan Tempilang

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) menertibkan aktivitas penambangan pasir timah ilegal di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah, Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (24/7/2025). Operasi ini dilakukan oleh Stasiun Bakamla RI Bangka Belitung bersama unsur patroli laut KN Belut Laut-406. Jumat (25/7/2025) Penertiban tambang ilegal ini merupakan […]

  • Skandal RSUD Depati Hamzah Menggulung, Sikap Diam Wali Kota Dipertanyakan

    Skandal RSUD Depati Hamzah Menggulung, Sikap Diam Wali Kota Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Polemik yang mengguncang RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang tak kunjung menemukan kejelasan. Dugaan hubungan terlarang yang menyeret Direktur RSUD Depati Hamzah, dr Della Rianadita, kini menjalar menjadi persoalan yang lebih luas: sikap diam Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin atau yang akrab disapa Prof Udin. Rabu (28/1/2026). Hingga berita ini diturunkan, orang nomor […]

  • Kejari Bangka Barat Torehkan Capaian Baru, Terapkan Plea Bargain Pertama di Babel

    Kejari Bangka Barat Torehkan Capaian Baru, Terapkan Plea Bargain Pertama di Babel

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat mencatat capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp9.561.715.729 atau sekitar Rp9,56 miliar hingga 2 September 2026. Kamis (3/9/2026) Penerimaan tersebut berasal dari optimalisasi pelaksanaan dan eksekusi hukum yang dilakukan Kejari Bangka Barat sepanjang periode berjalan. Capaian itu disampaikan dalam rangkaian upacara peringatan Hari Lahir […]

  • Bagaimana Nasib Uang Pengganti Kasus Timah Pasca Suparta Wafat?

    Bagaimana Nasib Uang Pengganti Kasus Timah Pasca Suparta Wafat?

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Jakarta) – Kejaksaan Agung RI sedang mempelajari kelanjutan kasus uang pengganti dari perkara korupsi pengelolaan timah, menyusul wafatnya terdakwa utama, Suparta, yang merupakan Direktur Utama PT Refined Bangka Tin (RBT). Langkah-langkah untuk memulihkan kerugian negara akibat kasus ini tengah dalam pengkajian. Selasa (29/4/2025) “Itu kan sudah bagian kerugian keuangan negara, itu nanti di […]

expand_less