KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Dugaan penjarahan aset di kawasan Smelter PT Sinar Jaya Industri (SJI) di Jalan Raya TPI Ketapang, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya dilaporkan terjadi pengangkutan Sisa Hasil Pengolahan (SHP) timah berupa tailing dan zirkon, kini aset lain berupa besi konstruksi, kerak timah, lempengan logam hingga kendaraan operasional dilaporkan ikut menjadi sasaran. Rabu (1/7/2026)
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi dari sejumlah sumber di lapangan, aktivitas dugaan pengambilan aset tersebut masih berlangsung hingga Selasa (30/6/2026), bahkan disebut terjadi sejak siang hingga malam hari.
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, puluhan orang diduga keluar masuk kawasan smelter untuk membongkar berbagai aset yang masih tersisa di dalam kompleks tersebut.
“Siang sampai sore kemarin ada orang bekerja memotong besi di dalam smelter. Mereka membawa mesin pemotong besi (grinder) dan bekerja cukup lama di lokasi,” ujar sumber kepada wartawan.
Menurutnya, besi-besi yang dipotong merupakan bagian dari struktur bangunan dan fasilitas smelter yang diperkirakan memiliki berat hingga ratusan ton. Aktivitas tersebut, kata dia, dilakukan secara terbuka tanpa terlihat adanya hambatan berarti.
Selain besi, sumber juga menyebut sejumlah aset lain dilaporkan telah diangkut dari lokasi. Di antaranya kendaraan operasional jenis forklift atau powerklip, yang sebelumnya digunakan untuk menunjang aktivitas industri di kawasan tersebut.
“Bukan hanya besi, kendaraan operasional juga sudah tidak ada lagi. Informasinya sudah diangkut keluar,” katanya.
Sumber yang sama juga mengklaim terdapat seseorang yang diduga merupakan penadah besi bekas ikut berada di lokasi untuk memantau proses pembongkaran. Namun hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih berupa klaim dari narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.
Aktivitas Berlangsung Hingga Malam
Pantauan di sekitar kawasan Smelter SJI pada Selasa malam menunjukkan lokasi dalam kondisi minim penerangan. Meski demikian, dari dalam kompleks terdengar suara aktivitas yang diduga berasal dari proses pemotongan besi menggunakan alat berat maupun mesin pemotong.
Beberapa orang juga terlihat berada di sekitar akses masuk kawasan smelter. Sebagian menggunakan lampu senter kepala saat beraktivitas di dalam area yang gelap.
Sumber lain menyebut aktivitas tersebut berlangsung hampir sepanjang hari.
“Kalau siang mereka bekerja biasa. Malam tetap lanjut karena lokasi cukup gelap, sehingga aktivitas di dalam tidak terlalu terlihat dari luar,” ujarnya.
Informasi tersebut belum dapat dipastikan secara resmi karena aparat kepolisian belum memberikan keterangan mengenai aktivitas yang terjadi di dalam kawasan tersebut.
Diduga Aset Sitaan
Kasus dugaan penjarahan aset Smelter SJI sebelumnya telah menjadi perhatian publik setelah kawasan tersebut dipasangi garis polisi (police line).
Pemasangan garis polisi dilakukan menyusul adanya dugaan pengambilan aset yang disebut-sebut berkaitan dengan barang sitaan dalam penanganan perkara yang ditangani aparat penegak hukum.
Namun, berdasarkan pantauan di lapangan beberapa waktu lalu, garis polisi yang sebelumnya membentang di gerbang utama smelter sudah tidak lagi terpasang. Gembok yang sebelumnya mengunci akses masuk juga dilaporkan sudah tidak berada di tempatnya.
Akibatnya, akses keluar masuk ke kawasan smelter kembali terbuka.
Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat dapat keluar masuk kawasan tersebut tanpa hambatan.
Kondisi itu memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan aset-aset yang masih tersisa di dalam kompleks smelter.
Menurut sejumlah sumber, setelah material tailing dan zirkon mulai berkurang, perhatian para pelaku diduga beralih kepada aset logam yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selain besi konstruksi, material lain seperti kerak hasil peleburan timah, lempengan logam yang masih menempel pada bekas tanur, hingga abu sisa proses pengolahan disebut masih memiliki nilai jual.
Polisi Belum Beri Keterangan
Hingga berita ini disusun, Kapolsek Bukit Intan AKP Apriansyah belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan.
Pesan konfirmasi yang disampaikan belum memperoleh jawaban.
Sebelumnya, wartawan juga telah mendatangi Mapolsek Bukit Intan untuk meminta penjelasan terkait perkembangan penyelidikan maupun hasil pemasangan garis polisi di kawasan Smelter SJI.
Namun saat itu, petugas menyampaikan bahwa Kapolsek sedang melaksanakan tugas di luar sehingga belum dapat ditemui.
Belum adanya penjelasan resmi dari kepolisian membuat berbagai informasi yang beredar di masyarakat masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
Warga Minta Pengamanan Diperketat
Masyarakat sekitar berharap aparat penegak hukum segera meningkatkan pengamanan di kawasan Smelter SJI agar dugaan pengambilan aset tidak terus berlangsung.
Menurut warga, apabila benar aset yang berada di dalam kawasan tersebut masih berkaitan dengan proses hukum atau merupakan barang sitaan negara, maka pengawasan seharusnya dilakukan secara maksimal untuk mencegah potensi kerugian yang lebih besar.
Selain itu, warga juga meminta dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas pengangkutan aset dari kawasan smelter.
Mereka berharap aparat dapat memastikan status hukum seluruh aset yang masih berada di lokasi sekaligus menindak tegas apabila ditemukan adanya unsur tindak pidana.
Sementara itu, redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, termasuk pihak kepolisian, pengelola Smelter SJI, maupun pihak lain yang merasa berkepentingan.
Berita ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan dan keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait. (Sumber : Linesnews.co.id, Editor : KBO Babel)

















