
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Misteri hilangnya 300 ton balok timah yang berstatus barang bukti sitaan Kejaksaan Agung di kawasan smelter PT Stanindo Inti Perkasa (SIP), kawasan Industri Ketapang, Kota Pangkalpinang, terus menjadi sorotan publik. Kasus yang disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar dalam pengamanan barang bukti negara itu kini kembali memanas setelah muncul video viral di media sosial TikTok yang diduga merekam detik-detik pengangkutan timah dari lokasi smelter. Sabtu (23/5/2026)
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok bernama Mr G dan langsung menyedot perhatian warganet. Dalam unggahannya, pemilik akun menyebut adanya keterlibatan sebuah kendaraan Ford Everest berwarna hitam yang diduga memimpin jalannya aksi pengangkutan ratusan ton balok timah tersebut.

“Episode 1 Pelaku Pencurian 300 ton balok timah di Smelter SIP ternyata??? dipimpin Mobil Ford Everest Hitam,” tulis akun tersebut dalam keterangan video yang beredar luas.
Dalam narasi video, pengunggah mengaku memiliki bukti rekaman otentik terkait kejadian yang selama ini menjadi tanda tanya publik. Ia menyebut kendaraan Ford Everest hitam itu terlihat berada di lokasi saat aktivitas pengangkutan berlangsung dan diduga memimpin pergerakan kendaraan lain yang keluar masuk kawasan smelter.
“Assalamualaikum wr wb, jadi kawan-kawan saya memiliki video dan saya ingin menunjukkan ke kawan-kawan semua. Ini video detik-detik pencurian timah balok di smelter SIP. Nanti kalian lihat video ini. Setelah ini ada mobil Ford Everest berwarna hitam yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Dan mobil itu memimpin gerakan itu,” ujar pengunggah dalam video tersebut.
Pernyataan itu sontak memicu spekulasi liar di tengah masyarakat Bangka Belitung. Banyak pihak mulai mengaitkan kendaraan tersebut dengan sosok tertentu yang disebut memiliki pengaruh besar dalam aktivitas pertimahan di daerah.
Meski demikian, hingga kini pengunggah video tidak secara terbuka menyebut identitas pemilik kendaraan tersebut. Ia berdalih enggan menyebut nama karena khawatir mendapat tekanan maupun laporan hukum.
“Aku tidak mungkin kasih tahu di sini, kenapa? Dia itu dikit-dikit lapor, nanti saya dilaporkan. Tapi kalian tahu sendiri itu mobil siapa. Dan kalau tidak tahu, kalian cari tahu, dia adalah dalang pencurian 300 ton itu,” ujar akun tersebut dalam nada menyindir.
Unggahan itu pun memancing berbagai reaksi masyarakat. Sebagian menilai video tersebut dapat menjadi petunjuk penting bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap siapa pihak yang sebenarnya berada di balik hilangnya barang bukti negara tersebut. Namun sebagian lain meminta publik tetap berhati-hati dan tidak langsung menyimpulkan sebelum ada hasil penyelidikan resmi dari aparat kepolisian maupun Kejaksaan Agung.
Kasus hilangnya 300 ton timah sitaan Kejagung sendiri sebelumnya telah menyita perhatian nasional. Pasalnya, timah tersebut merupakan bagian dari barang bukti dalam perkara dugaan korupsi tata niaga timah yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.
Publik mempertanyakan bagaimana barang bukti dalam jumlah besar bisa keluar dari kawasan smelter tanpa pengawasan ketat. Terlebih lokasi penyimpanan disebut berada dalam area industri yang memiliki sistem keamanan dan pengawasan terbatas.
Munculnya video viral tersebut kini memperbesar tekanan publik terhadap aparat penegak hukum untuk segera mengungkap aktor utama di balik dugaan pencurian tersebut. Banyak pihak mendesak agar rekaman CCTV, data kendaraan, hingga pihak-pihak yang berada di lokasi saat kejadian diperiksa secara menyeluruh.
Sejumlah pengamat juga menilai kasus ini bukan sekadar persoalan pencurian biasa, melainkan menyangkut wibawa penegakan hukum negara. Jika benar barang bukti sitaan negara dapat hilang secara terorganisir, maka hal itu menunjukkan adanya dugaan kelemahan serius dalam sistem pengamanan maupun potensi keterlibatan oknum tertentu.
Di media sosial, perbincangan mengenai Ford Everest hitam yang disebut dalam video itu juga terus berkembang. Warganet ramai-ramai mencoba menebak siapa sosok yang dimaksud oleh pengunggah video. Bahkan beberapa akun mulai menghubungkan kendaraan tersebut dengan tokoh tertentu di lingkaran bisnis pertimahan maupun jaringan pengaruh lokal.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum terkait validitas video tersebut maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu sebagaimana disebut dalam unggahan akun Mr G.
Polda Kepulauan Bangka Belitung yang saat ini menangani perkembangan kasus tersebut juga belum memberikan keterangan rinci kepada publik mengenai hasil penyelidikan terbaru.
Jejaring redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk aparat kepolisian dan pengelola smelter PT SIP, guna memperoleh penjelasan resmi mengenai isi video yang beredar dan dugaan keterlibatan kendaraan Ford Everest hitam dalam kasus hilangnya 300 ton balok timah sitaan Kejaksaan Agung tersebut.
Kasus ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu ke depan, terutama karena menyangkut barang bukti negara dan dugaan keterlibatan jaringan besar dalam aktivitas pertimahan di Bangka Belitung. (Sumber : babelaktual.com, Editor : KBO Babel)















