Viral Prajurit TNI Berseragam PDH Hadiri Kontes Transgender, Lanal Denpasar Turun Tangan

Ikut Arya Wedakarna ke Miss Equality World, Prajurit TNI AL Terancam Sanksi Jika Terbukti Melanggar

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang bertugas sebagai ajudan anggota DPD RI Arya Wedakarna (AWK) tengah menjalani pemeriksaan di Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar. Pemeriksaan dilakukan setelah foto dan video yang memperlihatkan prajurit tersebut mendampingi AWK di ajang Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand, viral di media sosial. Jum’at (4/9/2026)

Dalam kegiatan tersebut, prajurit TNI AL terlihat mengenakan pakaian dinas harian (PDH) saat mendampingi Arya Wedakarna menghadiri kontes kecantikan yang diikuti perempuan transgender atau waria.

banner 336x280

Kehadiran personel TNI dengan seragam dinas dalam acara tersebut kemudian menjadi sorotan publik. Sejumlah warganet mempertanyakan alasan prajurit menggunakan seragam TNI dalam kegiatan tersebut serta status penugasannya sebagai ajudan anggota DPD RI.

Komandan Lanal (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa membenarkan bahwa pihaknya tengah mendalami persoalan tersebut. Ia mengatakan personel yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui secara jelas rangkaian kejadian dan dasar penugasannya.

“Berita terkait viral itu kita sedang mendalami. Kita sedang mempelajari, sedang mendalami, terutama di pihak Lanal sendiri,” kata Ary saat ditemui awak media di Mako Lanal Denpasar, Kamis (3/9/2026).

Menurut Ary, prajurit TNI AL tersebut memang telah ditugaskan menjadi ajudan Arya Wedakarna sejak sekitar satu tahun lalu. Penugasan tersebut, kata dia, dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari pihak Arya Wedakarna.

“Untuk perizinan, sebatas pemahaman saya, itu sejak tahun lalu, memang sebagai ajudan dari anggota DPD tersebut,” ujarnya.

Dengan demikian, keberadaan prajurit tersebut bersama Arya Wedakarna di Bangkok bukan semata-mata karena inisiatif pribadi, melainkan berkaitan dengan tugasnya sebagai ajudan. Meski demikian, Lanal Denpasar masih perlu memastikan apakah seluruh tindakan personel tersebut selama mendampingi AWK telah sesuai dengan ketentuan kedinasan TNI AL.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara menyeluruh konteks keberangkatan, pelaksanaan tugas, hingga penggunaan pakaian dinas dalam kegiatan di Bangkok. Hal tersebut menjadi penting karena personel TNI memiliki aturan dan disiplin kedinasan yang harus dipatuhi ketika menjalankan tugas maupun berada di luar kedinasan.

Ary Mahayasa meminta publik memberikan waktu kepada pihaknya untuk menyelesaikan proses pemeriksaan. Ia belum menyampaikan kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan prajurit tersebut.

Ia memastikan Lanal Denpasar akan mengambil tindakan apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.

“Kalau memang ada pelanggaran, nanti akan kita berikan sanksi sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Ary.

Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk pelanggaran yang diduga terjadi ataupun jenis sanksi yang mungkin diberikan. Lanal Denpasar masih melakukan pendalaman sebelum mengambil keputusan.

Kasus ini mencuat setelah aktivitas Arya Wedakarna saat menghadiri Miss Equality World 2026 di Bangkok menjadi perhatian publik. Sorotan semakin besar karena seorang prajurit TNI AL tampak hadir menggunakan seragam PDH dan berada di sisi AWK selama kegiatan berlangsung.

Pihak TNI AL menegaskan proses pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya. Keputusan terkait status personel maupun kemungkinan pemberian sanksi akan bergantung pada hasil pendalaman yang dilakukan Lanal Denpasar. (Sumber : detiknews, Editor :KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *