KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Sebanyak 27 calon jemaah haji asal Kelurahan Tuatunu Indah resmi dilepas keberangkatannya oleh Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, dalam kegiatan walimatussafar yang digelar di Masjid Raya Tuatunu, Minggu (19/4/2026). Acara berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri keluarga jemaah, tokoh masyarakat, serta pengurus masjid setempat. Senin (20/4/2026)
Pelepasan ini menjadi momentum penting bagi para calon jemaah haji yang akan menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Suasana haru terasa sejak awal acara, ketika keluarga dan kerabat memberikan doa serta restu kepada para jemaah yang akan berangkat.
Dalam sambutannya, Saparudin yang akrab disapa Prof. Udin menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jemaah haji. Ia menegaskan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah besar yang tidak semua orang dapatkan, mengingat panjangnya antrean keberangkatan haji di Indonesia.
“Hari ini kita menghantarkan saudara-saudara kita untuk memenuhi panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di Tanah Suci Makkah dan Madinah. Dari sekian banyak yang antre, tahun ini Bapak/Ibu mendapat kesempatan berangkat,” ujarnya.
Ia mengingatkan para jemaah agar mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum keberangkatan. Menurutnya, ibadah haji memerlukan kondisi kesehatan yang prima serta kesabaran dalam menjalani setiap rangkaian ibadah.
“Berangkatlah dengan hati yang bersih dan ikhlas. Jaga kesehatan selama di sana, karena rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina yang baik. Kami di tanah air akan terus mendoakan agar Bapak/Ibu selalu diberi keselamatan hingga kembali ke Pangkalpinang,” tambahnya.
Selain itu, Wali Kota juga berharap para jemaah dapat menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap, perilaku, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan toleransi dengan sesama jemaah dari berbagai negara.
Saparudin juga menyampaikan harapannya agar seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji dan hajah yang mabrur. Ia menilai, haji mabrur bukan hanya tercermin dari ibadah yang dilakukan di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Masjid Raya Tuatunu, Rusbandi Mataris, dalam laporannya menyampaikan bahwa dari total 27 calon jemaah haji, sebanyak 23 orang merupakan warga Kelurahan Tuatunu Indah. Sisanya merupakan jemaah yang bergabung dari wilayah lain, termasuk dari Bukit Merapin.
“Alhamdulillah, jemaah kita tahun ini berjumlah 27 orang. Sebagian besar berasal dari Tuatunu Indah, dan ada juga yang bergabung dari wilayah lain,” jelas Rusbandi.
Ia menambahkan bahwa keberangkatan haji merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Tidak semua umat Muslim mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah tersebut, sehingga momentum ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Ini adalah panggilan Allah. Nikmat besar selain iman dan Islam adalah ketika Allah memudahkan langkah kita ke Makkah dan Madinah,” ujarnya.
Rusbandi juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga adab dan etika selama menjalankan ibadah haji, baik sebelum keberangkatan, selama berada di Tanah Suci, maupun setelah kembali ke tanah air. Ia berharap para jemaah dapat menjadi teladan di tengah masyarakat setelah menunaikan ibadah haji.
Perwakilan calon jemaah haji, Zulkifli, menyampaikan rasa syukur dan haru atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat. Ia mengaku terharu atas doa-doa yang dipanjatkan untuk kelancaran perjalanan ibadah mereka.
“Kami sangat terharu atas doa-doa yang diberikan. Semoga kami dimudahkan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia serta pengurus masjid yang telah memfasilitasi kegiatan walimatussafar sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual bagi para jemaah.
“Kami mohon doa agar diberikan kelancaran selama di Madinah dan Makkah, serta dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” pungkasnya.
Kegiatan walimatussafar ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga wujud kebersamaan dan solidaritas masyarakat dalam mengiringi keberangkatan jemaah haji. Dengan doa dan dukungan yang mengalir, diharapkan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, serta kembali membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. (Putri Utami/KBO Babel)













