
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pelaksanaan pemilihan pengurus Ketua RT/RW se-Kota Pangkalpinang mulai digelar dengan pendekatan berbeda. Pemerintah Kota menerapkan sistem door to door guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya, Sabtu (18/4/2016). Senin (20/4/2026)
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, turun langsung meninjau pelaksanaan pemilihan di Kelurahan Rawa Bangun. Ia didampingi camat, lurah, serta Ketua Tim 7 setempat untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan dan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta keterlibatan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan mendatangi rumah-rumah warga yang tengah mengikuti proses pemungutan suara. Sistem door to door memungkinkan panitia membawa kotak suara secara keliling dari satu rumah ke rumah lainnya. Dengan demikian, warga tidak perlu datang ke satu lokasi pemungutan suara, melainkan tetap dapat memberikan hak suaranya dari tempat tinggal masing-masing.
“Pagi ini kami memantau proses pemilihan RT/RW di Kota Pangkalpinang. Alhamdulillah, sejauh ini berjalan lancar dan masyarakat terlihat antusias,” ujar Saparudin, yang akrab disapa Prof. Udin.
Ia menjelaskan, penerapan metode door to door menjadi solusi efektif dalam meningkatkan partisipasi warga, terutama bagi kelompok lansia, penyandang disabilitas, maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas. Dengan sistem ini, tidak ada lagi alasan bagi warga untuk tidak berpartisipasi dalam pemilihan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, pendekatan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan pemimpin lingkungan yang benar-benar representatif.
“Dengan cara seperti ini, semua warga punya kesempatan yang sama untuk memilih. Ini juga menjadi upaya kita agar partisipasi tetap tinggi dan merata,” katanya.
Selain meningkatkan partisipasi, sistem door to door juga dinilai mampu menciptakan suasana pemilihan yang lebih tertib dan kondusif. Tidak adanya penumpukan massa di satu titik membuat proses pemungutan suara berjalan lebih lancar dan terorganisir.
Saparudin menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam setiap tahapan pemilihan. Ia berharap seluruh proses, mulai dari pemungutan hingga penghitungan suara, dapat berjalan secara jujur, transparan, dan akuntabel.
Ia juga mengingatkan panitia agar tetap menjunjung tinggi prinsip netralitas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Hal tersebut penting guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan.
Lebih lanjut, Saparudin menekankan peran strategis RT dan RW sebagai garda terdepan dalam pelayanan pemerintahan di tingkat paling bawah. Menurutnya, keberadaan RT dan RW sangat vital dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“RT dan RW merupakan ujung tombak pelayanan pemerintah. Karena itu, kami berharap yang terpilih nantinya benar-benar bisa mengayomi warga, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu menjadi penghubung yang baik antara warga dan pemerintah,” tegasnya.
Pemilihan RT/RW ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis masyarakat. Dengan keterlibatan aktif warga, diharapkan dapat terpilih pemimpin lingkungan yang memiliki kapasitas, integritas, serta kepedulian terhadap persoalan di masyarakat.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam pelayanan publik, termasuk dalam pelaksanaan pemilihan di tingkat lingkungan. Sistem door to door yang diterapkan kali ini diharapkan dapat menjadi model yang efektif dan berkelanjutan di masa mendatang.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi serta dukungan dari seluruh pihak, pelaksanaan pemilihan RT/RW di Pangkalpinang diharapkan berjalan sukses dan menghasilkan kepemimpinan lingkungan yang berkualitas serta mampu mendorong pembangunan yang lebih baik di tingkat lokal. (Sri Rezeki/KBO Babel)















