Warga Melabun Temukan Butiran Kuning, Benarkah Bangka Tengah Menyimpan Emas di Balik Timah?

Fenomena Emas di Melabun Bikin Penasaran, Dinas ESDM Siap Turun dan Lakukan Kajian

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) — Penemuan butiran berwarna kuning yang diduga emas di Desa Melabun, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Temuan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan, terutama mengenai kemungkinan keberadaan emas di wilayah yang selama puluhan tahun dikenal sebagai daerah penghasil timah terbesar di Indonesia. Kamis (25/6/2026)

Masyarakat setempat mulai ramai membicarakan temuan tersebut setelah sejumlah warga menemukan butiran logam berwarna kuning yang diduga memiliki kandungan emas. Kondisi ini memunculkan harapan baru sekaligus rasa penasaran mengenai potensi sumber daya mineral lain di Bangka Belitung.

banner 336x280

Selama ini, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung identik dengan komoditas timah. Daerah ini bahkan dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil timah terbesar di dunia.

Namun, apakah emas dan timah dapat ditemukan dalam satu kawasan yang sama?

Secara Geologi Sangat Mungkin

Berdasarkan kajian geologi, keberadaan emas dan timah dalam satu wilayah bukanlah sesuatu yang mustahil.

Bangka Belitung merupakan bagian dari kawasan Southeast Asian Tin Belt atau Sabuk Timah Asia Tenggara. Kawasan ini terbentuk akibat aktivitas magma granit purba yang terjadi jutaan tahun lalu.

Di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand, para peneliti telah menemukan adanya hubungan antara mineral timah dan emas dalam satu kawasan geologi.

Terdapat dua kemungkinan yang dapat menjelaskan fenomena tersebut.

Pertama, emas muncul sebagai mineral ikutan yang terbentuk bersamaan dengan mineral timah seperti cassiterite, monasit dan zirkon. Dalam kondisi ini, kandungan emas biasanya sangat kecil sehingga tidak memiliki nilai ekonomis untuk ditambang.

Skenario kedua adalah adanya sistem mineralisasi emas yang berdiri sendiri. Emas dapat terbentuk melalui proses hidrotermal yang menghasilkan urat kuarsa atau batuan pembawa emas yang terpisah dari pembentukan timah.

Apabila kondisi kedua yang ditemukan di Melabun, maka wilayah tersebut berpotensi memiliki deposit emas tersendiri.

Dinas ESDM: Jangan Terburu-buru Menyimpulkan

Kepala Bidang Kegeologian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Putra Herman, menyambut positif informasi mengenai dugaan temuan emas tersebut.

Menurutnya, keberadaan mineral lain di Bangka Belitung tentu menjadi kabar baik karena menunjukkan potensi sumber daya alam yang lebih beragam.

“Kalau kita senang. Ternyata Babel ini mineralnya bukan itu-itu saja, ternyata ada komoditas emas. Tinggal bicara sumber dayanya, kalau hanya sedikit mungkin itu kita anggap emas nyasar,” ujar Dwi Putra Herman, Kamis (25/6/2026).

Meski demikian, Dwi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengambil kesimpulan bahwa wilayah tersebut memiliki cadangan emas yang besar.

Menurutnya, selama ini data resmi pemerintah masih menempatkan timah sebagai komoditas utama di Bangka Belitung, didampingi beberapa mineral ikutan seperti ilmenit dan pasir kuarsa.

Karena itu, temuan emas yang dilakukan masyarakat perlu dikaji secara ilmiah.

Perlu Penelitian Mendalam

Untuk memastikan apakah butiran yang ditemukan benar-benar emas dan memiliki nilai ekonomis, Dinas ESDM Bangka Belitung berencana melakukan pengecekan lapangan.

Kajian ilmiah diperlukan untuk mengetahui sumber, sebaran serta potensi cadangan mineral tersebut.

Beberapa tahapan yang akan dilakukan antara lain pemetaan geologi secara detail, survei geokimia serta pengambilan sampel batuan.

Sampel tersebut nantinya akan dianalisis di laboratorium guna mengetahui kandungan mineral yang sebenarnya.

Jika diperlukan, penelitian dapat dilanjutkan melalui kegiatan pengeboran eksplorasi atau drilling untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan.

Menurut Dwi, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga penelitian.

Informasi mengenai temuan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah pusat, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang geologi dan pertambangan.

“Baiknya nanti kami cek ke sana. Informasi itu akan kami sampaikan ke pusat, BRIN dan kampus-kampus agar bisa melakukan penelitian di situ,” katanya.

Pengelolaan Harus Sesuai Aturan

Apabila nantinya ditemukan cadangan emas yang bernilai ekonomis, maka pengelolaannya harus mengikuti ketentuan perundang-undangan.

Dwi menegaskan bahwa kewenangan pengelolaan pertambangan mineral logam berada di pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara.

Jika potensi emas yang ditemukan relatif kecil dan melibatkan masyarakat setempat, pemerintah dapat mempertimbangkan pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Skema tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi secara legal dan teratur.

Namun apabila cadangan yang ditemukan cukup besar dan memiliki nilai ekonomis tinggi, pengelolaannya kemungkinan dilakukan melalui skema Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Dengan demikian, aktivitas pertambangan dapat berjalan sesuai aturan dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara maupun daerah.

Harapan Baru Sektor Pertambangan

Temuan di Melabun membuka peluang baru bagi pengembangan sektor pertambangan di Bangka Belitung.

Meski masih memerlukan penelitian mendalam, keberadaan emas di wilayah yang selama ini identik dengan timah menjadi fenomena geologi yang menarik.

Masyarakat kini menunggu hasil kajian ilmiah yang akan dilakukan pemerintah dan lembaga penelitian.

Apakah Melabun hanya menyimpan “emas nyasar” dalam jumlah kecil atau justru memiliki potensi deposit emas yang signifikan, seluruhnya akan ditentukan melalui penelitian dan pembuktian ilmiah.

Yang pasti, temuan ini kembali menunjukkan bahwa kekayaan geologi Bangka Belitung masih menyimpan banyak misteri yang belum sepenuhnya terungkap. (Sumber : Media Daulat Rakyat, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed