KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan anak, termasuk anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang. Jum’at (24/7/2026)
Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna mengatakan, setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri serta meraih masa depan yang lebih baik. Hal tersebut juga berlaku bagi anak-anak yang saat ini berada dalam lingkungan LPKA.
Pernyataan itu disampaikan Dessy saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar di LPKA Kelas II Pangkalpinang, Kamis (23/7/2026).
Menurut Dessy, keberadaan anak-anak di LPKA tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan kesempatan belajar, mengembangkan potensi, dan menata kembali masa depan. Pemerintah daerah, kata dia, siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung proses pembinaan anak.
“Kami dari Pemerintah Kota Pangkalpinang tentunya mendukung segala upaya pembinaan anak dan siap bersinergi dengan berbagai pihak, karena setiap anak mempunyai kesempatan yang sama walaupun sekarang mereka berada di dalam LPKA dan mereka mempunyai masa depan yang cerah tentunya,” ujar Dessy.
Ia menilai, proses pembinaan terhadap anak harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berorientasi pada masa lalu. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk berubah dan berkembang sehingga ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
Dessy juga berpesan kepada seluruh anak, khususnya anak-anak di Kota Pangkalpinang, agar tidak pernah berhenti belajar dalam kondisi apa pun. Menurutnya, proses belajar tidak terbatas hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman dan lingkungan kehidupan sehari-hari.
“Kita semua sebagai orang tua berharap anak-anak tidak bosan-bosannya belajar, karena belajar tidak hanya di sekolah tetapi di mana saja,” katanya.
Ia berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, memiliki karakter baik, menghormati orang tua, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Mereka harus menjadi anak yang bertanggung jawab, salih dan saliha, menghormati orang tua, serta menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan adaptif karena masa depan bangsa bergantung pada anak-anak,” lanjut Dessy.
Dalam kesempatan tersebut, Dessy juga menyampaikan pesan kepada anak binaan yang memperoleh pengurangan masa pidana atau remisi bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Ia berharap pemberian remisi dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk semakin disiplin dan bersungguh-sungguh mengikuti seluruh program pembinaan.
“Kami sangat bersyukur kepada anak-anak yang mendapatkan remisi. Semoga ini menjadi motivasi tidak hanya bagi mereka, tetapi juga teman-teman yang lain agar terus disiplin, bertanggung jawab mengikuti program pembinaan, dan selalu memiliki harapan untuk masa depan yang lebih cerah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung Ade Agustina mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dilaksanakan LPKA Kelas II Pangkalpinang dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026.
Menurut Ade, pembinaan anak di LPKA tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan masa pidana. Lebih dari itu, pembinaan harus diarahkan untuk membangun karakter, meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, serta menumbuhkan optimisme anak dalam menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Anak-anak binaan harus terus diberikan kesempatan untuk berkembang melalui pendidikan, literasi, keterampilan, dan pembinaan karakter. Sinergi antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci agar mereka dapat kembali sebagai generasi yang produktif dan bertanggung jawab,” ujar Ade.
Ia menilai dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam proses pembinaan anak. Kolaborasi antara pemerintah, petugas pemasyarakatan, keluarga, lembaga pendidikan, serta masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan positif bagi anak-anak binaan.
Peringatan Hari Anak Nasional di LPKA Kelas II Pangkalpinang berlangsung dengan berbagai kegiatan. Anak-anak binaan turut menampilkan pertunjukan seni sebagai bagian dari rangkaian acara. Selain itu, dilakukan pula penyerahan Surat Keputusan pengurangan masa pidana kepada anak binaan yang memenuhi persyaratan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan peluncuran buku berjudul Budak Bepantun, penyerahan tali kasih dan bingkisan, prosesi sungkeman kepada orang tua, serta pameran hasil karya kreatif anak binaan.
Kepala LPKA Kelas II Pangkalpinang Mustafa Kamaluddin Simamora mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Tema tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kehidupan dan menata masa depan.
Mustafa menjelaskan, pemberian pengurangan masa pidana merupakan bentuk penghargaan negara kepada anak-anak binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku, mengikuti program pembinaan dengan baik, serta memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
“Pemberian pengurangan masa pidana merupakan bentuk penghargaan negara kepada anak-anak yang telah menunjukkan perubahan perilaku, mengikuti program pembinaan dengan baik, serta memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Selain pemberian remisi, LPKA Pangkalpinang juga meluncurkan buku Budak Bepantun yang merupakan karya anak binaan. Buku tersebut mengangkat budaya Melayu Bangka Belitung melalui karya pantun.
Menurut Mustafa, peluncuran buku tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas, kemampuan berkarya, dan semangat belajar tetap dapat tumbuh di tengah lingkungan pembinaan.
“Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak mampu menuangkan gagasan, perasaan, dan harapan mereka dalam karya sastra yang bernilai,” katanya.
Mustafa berharap karya anak binaan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan kemampuan. Ia juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk menghadirkan laboratorium komputer di LPKA Pangkalpinang.
Menurutnya, fasilitas tersebut penting agar anak-anak binaan memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan teknologi informasi dan tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.
Peringatan HAN 2026 di LPKA Pangkalpinang menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan memperbaiki diri. Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, anak-anak binaan diharapkan mampu kembali ke masyarakat dengan bekal karakter, pendidikan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk membangun masa depan yang lebih baik. (Putri Utami/KBO Babel)











