KBOBABEL.COM (Tempilang, Bangka Barat) — Wakil Bupati Bangka Barat H. Yusderahman menutup Open Turnamen Sepakbola Pemuda Cup 2025 Desa Penyampak di Lapangan Ghorib, Minggu (23/11/2025), sembari menyalakan kembali bara kebangkitan olahraga rakyat di Tempilang. Dalam riuh ribuan penonton dan sorot mata para pemain muda, kehadirannya menjadi simbol bahwa pemerintah daerah tidak hanya mengawasi dari jauh, tetapi memimpin langsung gerakan kebangkitan itu dari tanah lapangan rakyat. Senin (24/11/2025)
Pada laga final yang dramatis, Persit Airlintang Tempilang menundukkan Panser FC Pangkal Niur melalui adu penalti 4–3 setelah skor 1–1 bertahan hingga peluit panjang. Dari lapangan berlumpur yang menyimpan jejak langkah perjuangan, atlet-atlet muda itu mengangkat tropi dengan tangan gemetar oleh haru momen yang disaksikan Wakil Bupati sebagai bukti bahwa olahraga adalah denyut hidup masyarakat Tempilang.
Persit menyabet gelar juara dengan bonus pembinaan sebesar Rp17 juta, disusul Panser FC (Rp12 juta), Himawari Desa Labu (Rp8 juta), dan BKTN Neknang (Rp5 juta). Tiga pemain muda: Ashar, Yogi, dan Mario, berbagi gelar top skor dengan masing-masing dua gol.
Dalam penutupan turnamen, Yusderahman menyampaikan apresiasi kepada para pemain, panitia, wasit Askab, dan pengawas pertandingan Asprop. Namun lebih dari itu, ia berbicara sebagai sosok yang pernah merasakan ketegangan, keringat, dan kemenangan di lapangan yang sama pada era 1980-an. Ia bukan sekadar pejabat yang hadir untuk formalitas; ia adalah mantan pemain Persit Air Lintang Tempilang, seorang saksi hidup dari perjalanan panjang sepak bola kampung di daerah ini.
“Selamat kepada semua tim. Kita tunggu kalian di Open Turnamen Ruah Tempilang 2025,” ujarnya. Kalimat yang sederhana itu berubah menjadi kompas baru bagi pembinaan atlet desa: bahwa pemerintah hadir untuk menemani perjuangan, bukan hanya mencatat hasil pertandingan.
Dengan raut wajah teduh namun penuh ketegasan, ia menegaskan bahwa olahraga desa harus tetap bernyawa, tetap hidup, dan tetap menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Bangka Barat.
Ribuan warga memadati Lapangan Ghorib, anak-anak duduk di rumput basah, ibu-ibu memegang payung, para ayah berdiri di tepi lapangan sambil berdebar menunggu gol. Dalam pemandangan tertangkap dari pinggir lapangan, gelombang manusia itu tampak seperti sungai yang mengalir ke satu muara: sepak bola.
Lapangan kecil yang biasanya sunyi kini berubah menjadi stadion rakyat yang bernyawa, seakan Tempilang seluruhnya berkumpul untuk menyambut kebangkitan.
Ketika dua tim berfoto sebelum pertandingan, wajah-wajah muda itu memancarkan tekad. Mereka berdiri tegak, bukan hanya demi piala, tetapi demi harga diri kampung. Dan ketika Persit mengangkat tropi, lutut mereka yang berlumur lumpur menjadi saksi paling jujur tentang arti keberanian.
Yusderahman berdiri bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar olahraga Tempilang: di antara pemain muda, pelatih lokal, anak-anak yang menggenggam medali, dan warga yang berpelukan merayakan kemenangan. Dari momen itu tampak jelas bahwa olahraga bukan sekadar pertandingan, tetapi jembatan kebersamaan.
Kepala Desa Penyampak, Doni, mengapresiasi seluruh warga, panitia, Polsek Tempilang, TNI, dan Satpol PP yang menjaga turnamen hingga final berlangsung aman dan hangat.
Daftar Juara Open Turnamen Pemuda Cup 2025
Juara I — Persit Air Lintang Tempilang
Bonus Rp17.000.000 + tropi + medali
Juara II — Panser FC Pangkal Niur Kampung Baru
Bonus Rp12.000.000 + tropi + medali
Juara III — Himawari Desa Labu
Bonus Rp8.000.000 + tropi
Juara IV — BKTN Desa Neknang
Bonus Rp5.000.000 + tropi
Top Skor: Ashar (Persit), Yogi (Panser FC), Mario (Himawari FC) — 2 gol
Turnamen ini bukan sekadar penutup musim kompetisi desa, melainkan pembuka babak baru. Dari kehijauan Lapangan Ghorib, dari sorak ribuan warga Tempilang, dari lumpur yang menempel di kaki para pemain muda bangkitlah satu pesan yang memenuhi langit sore Tempilang:
Bahwa olahraga adalah denyut kehidupan.
Bahwa generasi muda harus dirangkul dan dibesarkan.
Dan bahwa di tengah semua itu, Wakil Bupati Yusderahman berdiri sebagai pelopor membangunkan kembali semangat olahraga rakyat Bangka Barat dari akar-akar desa. (Yopi Herwindo/KBO Babel)










