KBOBABEL.COM (LAMPUNG SELATAN) — Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak setelah menumpangi sebuah speedboat di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Rabu (9/9/2026)
Dari delapan orang tersebut, lima di antaranya merupakan jurnalis yang sebelumnya berada di kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan kegiatan peliputan. Hingga Rabu (9/9/2026), keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya belum ditemukan.
Untuk memperkuat operasi pencarian, Basarnas Lampung mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) beserta 17 personel ke wilayah perairan Selat Sunda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah, mengatakan pengerahan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima Rencana Operasi SAR hari kedua dari Basarnas Banten pada Rabu sekitar pukul 00.33 WIB.
Permintaan dukungan tersebut mencakup personel sekaligus alat utama pencarian dan pertolongan atau SAR untuk memperkuat operasi yang telah berlangsung sejak hari sebelumnya.
“Kami mengerahkan kapal unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda,” kata Deden, Rabu (9/9/2026).
Dua RIB Dikerahkan
Deden menjelaskan, dua unit RIB diberangkatkan pada pukul 07.00 WIB. RIB 02 membawa tujuh personel, sedangkan RIB 03 membawa 10 personel.
Kedua armada tersebut kemudian bergerak menuju sektor pencarian yang telah ditetapkan dalam rencana operasi SAR hari kedua. Selain RIB, unsur kapal SAR lainnya juga dilibatkan untuk membantu proses penyisiran.
Tim melakukan pencarian dengan mengacu pada pembagian sektor yang telah disusun oleh tim SAR gabungan. Pola tersebut dilakukan agar wilayah perairan yang menjadi area pencarian dapat disisir secara sistematis.
Menurut Deden, seluruh personel akan terus berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang berada di lapangan.
“Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan. Kami berharap upaya pencarian ini dapat segera menemukan kedelapan korban,” ujarnya.
Lima Jurnalis Masih Dicari
Delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut hingga Rabu masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Mereka terdiri atas seorang kapten kapal bernama Warta (55), awak kapal Surakman (60), seorang pemandu bernama Heriyanto (49), serta lima orang jurnalis.
Kelima jurnalis tersebut masing-masing M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Mereka sebelumnya melakukan aktivitas peliputan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Dalam perjalanan menggunakan speedboat, kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah sektor yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan speedboat.
Hingga operasi hari kedua, belum ada informasi mengenai lokasi kapal maupun keberadaan delapan orang yang berada di dalamnya.
Libatkan Banyak Unsur
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur dan instansi. Selain Basarnas Lampung, personel dari Pos SAR Bakauheni dan kru kapal SAR turut dikerahkan.
Unsur lainnya terdiri dari Lanal Lampung, Polairud, Mabes Polairud, Ditpolairud Polda Lampung, Kesbangpol Provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD Lampung, serta Institut Teknologi Sumatera (Itera).
Berbagai peralatan pendukung juga digunakan dalam pencarian. Selain dua unit RIB yang dikerahkan Basarnas Lampung, operasi turut didukung KRI Lepu, alat pelindung diri serta perlengkapan pencarian dan pertolongan lainnya.
Seluruh unsur bekerja berdasarkan rencana operasi yang telah ditetapkan dan pembagian sektor pencarian. Koordinasi antarinstansi menjadi bagian penting untuk memastikan proses penyisiran dapat mencakup wilayah yang menjadi sasaran pencarian.
Kondisi Perairan Jadi Perhatian
Dalam proses pencarian, kondisi perairan Selat Sunda menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan oleh tim SAR. Wilayah pencarian yang cukup luas membuat operasi membutuhkan koordinasi dan pengaturan sektor secara matang.
Deden menegaskan keselamatan personel juga menjadi perhatian selama operasi berlangsung. Tim diminta tetap mengutamakan keselamatan ketika melakukan penyisiran di tengah kondisi perairan.
Basarnas Lampung memastikan dukungan terhadap operasi pencarian akan terus dilakukan secara terkoordinasi bersama Basarnas Banten dan seluruh unsur SAR gabungan.
Sementara itu, pencarian terhadap delapan orang tersebut masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan masih menyisir wilayah perairan yang telah ditentukan untuk menemukan keberadaan speedboat sekaligus memastikan kondisi seluruh penumpangnya.
Hingga Rabu (9/9/2026), belum ada informasi mengenai penemuan kapal maupun delapan orang yang dilaporkan hilang kontak tersebut. Operasi SAR akan terus dilakukan sesuai rencana dan perkembangan kondisi di lapangan. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)











