KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Sebanyak enam perusahaan asal China menunjukkan minat serius untuk berinvestasi di Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani, usai menerima kunjungan jajaran direksi perusahaan-perusahaan tersebut pada Selasa (29/7/2025). Kamis (31/7/2025)
Perusahaan-perusahaan tersebut di antaranya PT Hebei Port Group dan PT CCCC First Harbor Engineering Company Ltd, yang telah mengunjungi Babel hingga tiga kali untuk meninjau lokasi potensial investasi, yakni Belinyu, Kabupaten Bangka, dan kawasan Pantai Pasirpadi di Kota Pangkalpinang.
“Ini kali ketiga mereka datang ke Babel yang artinya perusahaan itu serius untuk berinvestasi, karena kali ini yang datang adalah pimpinan tertinggi perusahaan-perusahaan tersebut,” ujar Hidayat saat kunjungan, melansir dari Antaranews pada Selasa (29/06/2025).
Hidayat menyebutkan, salah satu proyek yang ditawarkan kepada investor Tiongkok tersebut adalah pengembangan Pelabuhan Belinyu menjadi pelabuhan ekspor dan kontainer skala besar yang diharapkan bisa menyuplai minyak dari Singapura. Proyek ini dianggap strategis karena dapat mengangkat posisi Babel sebagai pusat logistik dan perdagangan maritim di wilayah barat Indonesia.
Sementara itu, untuk lokasi kedua di kawasan Pantai Pasirpadi, pemerintah daerah menggagas konsep reklamasi baru yang dinamakan “Pangkalpinang-2”. Proyek ini digadang-gadang sebagai pengganti rencana lama Water Front City dan mencakup pembangunan jembatan penghubung antar pulau, dengan tujuan mentransformasi kawasan pesisir menjadi pusat pertumbuhan baru.
“Dengan konsep Pangkalpinang-2, kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai wajah baru Babel di sektor kelautan dan logistik. Kami harap kerja sama ini bisa segera diwujudkan,” jelas Hidayat.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain sektor kelautan dan logistik, Babel juga dikenal dengan potensi tambangnya, terutama timah. Dalam pertemuan tersebut, Pj Sekretaris Daerah Afryanto turut menyampaikan harapan agar pengelolaan timah di Babel bisa memasuki tahap hilirisasi.
“Terhadap pengelolaan timah, kami dari pemerintah sangat berharap dapat dikelola menjadi produk jadi, atau produk hilirisasi, dan kami siap berkolaborasi,” ujarnya saat mempresentasikan sejumlah potensi dan lokasi rencana investasi dengan investor China, dilansir dari situs resmi Pemprov Babel pada Rabu (11/06/2025).
Gubernur Hidayat menegaskan bahwa dukungan penuh akan diberikan oleh pemerintah provinsi untuk merealisasikan kerja sama investasi ini. Ia optimis, langkah konkret akan segera diambil, termasuk penandatanganan nota kesepahaman yang diperkirakan menelan nilai investasi hingga Rp20 triliun.
“Kerja sama ini bisa terealisasi karena sebelumnya kita sudah pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan di Tiongkok. Saya juga berharap kerja sama ini tidak ada hambatan ke depannya,” tutur Hidayat.
Dengan potensi sumber daya alam yang besar dan posisi strategis secara geografis, Babel bersiap menyambut masuknya investasi asing untuk mempercepat pembangunan daerah. Pemerintah setempat berharap kehadiran investor China ini bisa memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta menjadikan Babel sebagai kawasan maritim dan logistik andalan di Indonesia. (Sumber: Goodnewsfromindonesia.id, Editor: KBO Babel)
















