KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Wilayah Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi ditetapkan sebagai salah satu lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Generasi IV. Kawasan ini dipilih karena dinilai aman dari ancaman gempa bumi dan memiliki kondisi geografis yang stabil. Senin (27/10/2025)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung, Arie Primajaya, memastikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan beberapa tahun terakhir, wilayah Babel tergolong aman secara seismik.
“Insya Allah aman dengan rencana pembangunan di Pulau Gelasa,” kata Arie di Pangkalpinang, Minggu (26/10/2025).
Menurut Arie, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir tidak tercatat adanya aktivitas gempa signifikan di wilayah Babel. Namun demikian, pihaknya tetap mencatat adanya indikasi patahan lempengan kecil di wilayah Bangka Selatan.
“Secara umum Bangka Belitung bukan termasuk daerah rawan gempa, tetapi pernah terdeteksi adanya patahan lempengan di Bangka Selatan. Patahannya terdeteksi di Permis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi pembangunan PLTN di Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah, sudah melalui kajian bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Dalam pertemuan dan analisis yang dilakukan, tidak ditemukan adanya ancaman tektonik maupun vulkanologi di area tersebut.
“Dari hasil kajian bersama Bapeten, peta rawan bencana menunjukkan Pulau Gelasa tergolong aman. Tidak ada potensi aktivitas tektonik atau vulkanik yang dapat mengancam operasional PLTN,” jelas Arie.
Selain faktor keamanan gempa, jarak antara patahan di Permis, Bangka Selatan, dengan Pulau Gelasa juga cukup jauh. Kondisi ini semakin memperkuat alasan teknis bahwa wilayah tersebut minim risiko terhadap bencana geologi.
Meski dinyatakan aman dari gempa bumi, Arie mengingatkan bahwa Bangka Belitung tetap perlu mewaspadai potensi bencana lain seperti hidrometeorologi.
“Kita masih harus waspada terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran. Kalau di Pulau Gelasa, potensi yang perlu diantisipasi adalah angin kencang dan puting beliung,” tuturnya.
Rencana pembangunan PLTN Generasi IV ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyediakan energi bersih dan ramah lingkungan bagi masa depan. Reaktor yang akan digunakan merupakan teknologi modern berkapasitas 250 megawatt yang dibawa langsung dari Korea Selatan.
“PLTN Generasi IV ini disebut ramah lingkungan karena sistemnya tertutup dan lebih aman. Reaktor akan ditanam di dalam laut dengan kedalaman tertentu, sehingga risiko terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat dapat diminimalkan,” terang Arie.
Proyek ini menargetkan tahap pembangunan selesai pada tahun 2031 dan mulai beroperasi pada tahun 2032. Pemerintah daerah bersama Bapeten dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih terus melakukan kajian mendalam terkait kesiapan infrastruktur, keamanan lingkungan, serta penerimaan masyarakat sekitar.
(Sumber: Kompas.com, Editor: KBO Babel)










