KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — PT TIMAH Tbk terus menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelaksanaan Program Kegiatan Menurunkan Stunting (Kemunting). Program ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat ketahanan gizi keluarga sekaligus mencegah terjadinya stunting pada anak, khususnya di wilayah operasional perusahaan. Senin (26/1/2026)
Program Kemunting dirancang sebagai upaya preventif dan promotif untuk menekan angka stunting melalui pendekatan terpadu. Berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari sosialisasi kesehatan, edukasi gizi seimbang, pemberian makanan tambahan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi kelompok rentan.
Kemunting merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR PT TIMAH Tbk yang telah dijalankan secara konsisten sejak tahun 2023 di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau. Program ini menyasar pelajar, ibu hamil, balita, serta kader kesehatan yang berada di wilayah lingkar tambang.
Melalui pendekatan tersebut, PT TIMAH Tbk mendorong terwujudnya kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi yang berkualitas, sebagai fondasi penting dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam pelaksanaannya, PT TIMAH Tbk menggandeng AIMI Bangka Belitung (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Babel) sebagai mitra strategis guna memastikan program berjalan tepat sasaran dan berbasis edukasi. Selain itu, perusahaan juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pada tahun 2024, Program Kemunting direalisasikan melalui kegiatan sosialisasi dan pemberian makanan tambahan di enam desa, yakni Desa Tanjung Ratu dan Desa Rebo, Desa Ria di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Desa Riding Panjang di Kecamatan Belinyu, Desa Paku dan Desa Lumut di Kecamatan Belinyu, serta Desa Cupat di Kecamatan Parittiga. Kegiatan ini difokuskan pada ibu dan anak sebagai kelompok paling rentan terhadap risiko stunting.
Memasuki tahun 2025, PT TIMAH Tbk terus memperluas jangkauan Program Kemunting melalui sejumlah kegiatan strategis. Di antaranya sosialisasi pencegahan stunting bagi pelajar di Asrama Pemali Boarding School, Desa Pemali, serta peningkatan kemampuan ibu-ibu dalam menyiapkan makanan sehat berbasis pangan lokal di Lingkungan Nelayan II Sungailiat.
Selain itu, digelar pula pelatihan peningkatan kapasitas pendamping kader kesehatan di wilayah Sungai Selan dan pemberian paket makanan tambahan bagi anak-anak penderita stunting. Program ini juga terintegrasi dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang diinisiasi bersama BKKBN bagi keluarga berisiko stunting di Bangka Belitung.
Department Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa Program Kemunting bukan sekadar kegiatan jangka pendek, melainkan bagian dari kontribusi berkelanjutan perusahaan.
“Perusahaan terus berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan stunting dan peningkatan status gizi masyarakat. Program Kemunting diarahkan untuk membangun ketahanan gizi di tingkat keluarga secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fajar Sentosa, mengapresiasi peran aktif PT TIMAH Tbk dalam mendukung penurunan angka stunting di daerah. Meski prevalensi stunting di Babel menunjukkan tren penurunan, dukungan lintas sektor dinilai masih sangat dibutuhkan.
“Kami berharap perusahaan lain juga ikut berkontribusi melalui program CSR atau TJSL, misalnya membantu pembangunan jamban bagi masyarakat kurang mampu agar upaya pencegahan stunting lebih optimal,” katanya.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, PT TIMAH Tbk optimistis Program Kemunting dapat menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung target nasional penurunan stunting dan menciptakan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)










