
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi pengamanan tersebut akan berlangsung selama 13 hari dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektoral guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas masyarakat selama momentum Lebaran. Senin (16/3/2026)
Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Aula Sari Polresta Pangkalpinang, Rabu (11/3/2026). Rapat tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, Jasa Raharja, perangkat daerah di lingkungan Pemkot Pangkalpinang, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Saparudin yang akrab disapa Prof. Udin menegaskan bahwa pemerintah kota siap bersinergi dengan seluruh pihak guna memastikan pelaksanaan pengamanan Idulfitri berjalan dengan baik.
Menurutnya, momentum Ramadan dan Idulfitri merupakan waktu yang sangat penting bagi masyarakat, sehingga pelayanan kepada publik harus dilakukan secara maksimal dan humanis agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas ibadah maupun perjalanan mudik.
“Kita semua berharap puasa dan Idulfitri tahun ini berjalan dengan baik. Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara humanis, sehingga masyarakat merasa nyaman dan terlindungi,” ujar Prof. Udin.
Selain membahas pengamanan arus mudik, dalam rapat tersebut juga disampaikan rencana pelaksanaan Salat Idulfitri yang akan dipusatkan di ruang terbuka kota. Pemkot Pangkalpinang telah menetapkan Alun-Alun Taman Merdeka sebagai lokasi utama pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan pelaksanaan Salat Idulfitri dilakukan di ruang terbuka sehingga dapat diikuti oleh lebih banyak jamaah.
“Tahun ini Salat Idulfitri akan dilaksanakan di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang. Sementara itu, Masjid Kubah Timah akan digunakan untuk jamaah ibu-ibu,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, menjelaskan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi sangat penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah.
“Kegiatan lintas sektoral ini sebelumnya sudah dilaksanakan di tingkat Polda, kemudian turunannya dilaksanakan di wilayah masing-masing secara serentak,” kata Max Mariners.
Ia menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing, kepolisian memang bertindak sebagai leading sector. Namun, keberhasilan pengamanan Lebaran tidak dapat dilakukan oleh Polri sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan.
“Pengamanan Lebaran ini bukan hanya milik Polri, tetapi milik kita bersama. Karena itu kami membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, TNI, serta seluruh instansi terkait,” ujarnya.
Kapolresta juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Operasi Ketupat Menumbing akan diawali dengan apel gelar pasukan pada 13 Maret 2026. Setelah itu, pada 14 Maret 2026 seluruh personel yang terlibat akan mulai menempati berbagai pos pengamanan dan pos pelayanan yang telah disiapkan di sejumlah titik strategis di Kota Pangkalpinang.
Keberadaan pos pengamanan dan pos pelayanan tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melakukan perjalanan selama masa libur Idulfitri.
“Personel yang berjaga di pos harus memberikan pelayanan dan penampilan terbaik kepada masyarakat, sehingga masyarakat merasa aman selama perjalanan mudik,” jelasnya.
Selain pengamanan lalu lintas, aparat gabungan juga akan meningkatkan patroli di sejumlah wilayah Kota Pangkalpinang guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif selama masa libur Lebaran.
Patroli tersebut akan melibatkan personel dari kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Perhubungan. Salah satu fokus utama patroli adalah mengamankan rumah-rumah warga yang ditinggalkan saat pemiliknya melakukan perjalanan mudik.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas selama masa libur panjang, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang meninggalkan rumahnya untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman.
“Selain ada pos pengamanan, juga akan dilakukan patroli skala besar untuk memastikan rumah warga yang ditinggalkan mudik tetap aman,” ujar Kapolresta.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh instansi terkait, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026 di Kota Pangkalpinang dapat berjalan dengan aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat. (Sandy Batman/KBO Babel)









