KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung pelaksanaan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) kementerian dan lembaga di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Kamis (30/4/2026)
Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie menegaskan bahwa program pelatihan Komcad bagi ASN bukan bertujuan membentuk pegawai sipil menjadi sosok militeristik. Menurutnya, pelatihan itu difokuskan untuk menanamkan semangat bela negara, disiplin, kekompakan, integritas, serta karakter kebangsaan yang kuat.
“Pendidikan Komcad ini bukan untuk membentuk ASN menjadi militeristik, melainkan untuk menanamkan karakter kebangsaan yang kuat, disiplin, kekompakan, serta semangat pengabdian,” ujar Sjafrie dalam keterangannya yang dikutip Kamis (30/4/2026).
Sebanyak 280 peserta dari 16 kementerian dan lembaga saat ini tengah mengikuti pendidikan dasar militer tersebut. Mereka berasal dari berbagai instansi strategis pemerintah yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan negara.
Beberapa kementerian dan lembaga yang mengirim peserta antara lain Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Transmigrasi, Kementerian Koperasi, Kementerian Pariwisata, hingga Kementerian Kehutanan.
Kehadiran para peserta dari berbagai instansi ini dinilai menjadi cerminan sinergi antarlembaga negara dalam memperkuat ketahanan nasional melalui jalur sipil.
Saat meninjau lokasi pelatihan, Menhan Sjafrie menyaksikan langsung sejumlah demonstrasi keterampilan yang ditampilkan peserta Komcad ASN. Para peserta memperagakan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta simulasi penanganan gangguan keamanan dan huru-hara.
Penampilan para peserta menunjukkan perkembangan signifikan selama mengikuti pelatihan. Menurut Sjafrie, perubahan paling terlihat berada pada aspek kedisiplinan, kerja sama tim, ketahanan fisik, dan semangat kebersamaan.
Ia menilai nilai-nilai tersebut sangat penting dimiliki oleh ASN karena mereka merupakan elemen utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.
“Kementerian dan lembaga merupakan pilar strategis dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, ASN perlu memiliki mentalitas bela negara yang dilandasi nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme,” katanya.
Sjafrie menambahkan, tantangan birokrasi ke depan menuntut aparatur negara tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki daya tahan mental, loyalitas kepada bangsa, dan kemampuan bekerja dalam tekanan.
Melalui pelatihan Komcad, para ASN diharapkan mampu menjadi kekuatan penguat bagi Komponen Utama pertahanan negara, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI), terutama ketika negara menghadapi kondisi darurat atau membutuhkan mobilisasi nasional.
Namun demikian, ia menekankan bahwa fungsi utama peserta setelah kembali ke instansi masing-masing tetap sebagai aparatur sipil negara. Karena itu, pelatihan ini lebih diarahkan pada pembentukan karakter dan kesiapsiagaan nasional.
Menhan juga menyoroti pentingnya keberagaman latar belakang peserta yang berasal dari banyak kementerian dan lembaga. Menurutnya, situasi tersebut mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai pertahanan negara.
Dengan latar belakang profesi, budaya kerja, dan bidang tugas yang berbeda, para peserta justru dilatih untuk membangun soliditas serta saling memahami peran satu sama lain.
“Keberagaman ini adalah kekuatan. Mereka datang dari institusi yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Selain kedisiplinan dan kebersamaan, Sjafrie juga menekankan pentingnya integritas ASN sebagai abdi negara. Ia mengingatkan bahwa seluruh fasilitas negara, termasuk pendidikan dan pelatihan yang dijalani peserta, berasal dari uang rakyat.
Karena itu, setiap aparatur negara wajib memberikan pengabdian terbaik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
“Seluruh fasilitas, termasuk pelatihan yang dijalani, bersumber dari rakyat. Oleh karena itu ASN dituntut memberikan pengabdian terbaik sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat,” tegasnya.
Sjafrie berharap setelah menyelesaikan program Latsarmil Komcad, seluruh peserta mampu menunjukkan kualitas diri sebagai ASN yang disiplin, berintegritas, tangguh, dan mampu menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing.
Ia juga berharap para peserta membawa budaya kerja positif dari pelatihan ke instansi masing-masing, seperti ketepatan waktu, semangat kolaborasi, kepemimpinan, dan etos pelayanan publik.
Dalam kesempatan itu, Menhan turut menyampaikan apresiasi kepada Korps Marinir TNI AL yang dipercaya menjadi pelaksana pendidikan. Menurutnya, profesionalisme para pelatih dan instruktur menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih kepada Pangkormar beserta seluruh staf dan pelatih atas dedikasi dan kerja kerasnya,” kata Sjafrie.
Ia menilai penyelenggaraan latihan di Brigif 1 Marinir menunjukkan standar profesional tinggi, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi para ASN peserta Komcad.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Komandan Korps Marinir, pejabat Kementerian Pertahanan, Danpasmar 1, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan, Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan, serta sejumlah pejabat utama lainnya.
Program Latsarmil Komcad ASN menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesadaran bela negara di kalangan sipil. Selain memperkuat kesiapan nasional, program ini juga diharapkan mampu menciptakan aparatur negara yang lebih disiplin, solid, dan memiliki rasa tanggung jawab tinggi terhadap bangsa. (Sumber : SindoNews, Editor : KBO Babel)











