KBOBABEL.COM (MENTOK) – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (8/7/2026). Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena menyebabkan waktu tunggu yang cukup lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kamis (9/7/2026)
Pantauan di SPBU Kampung Jawa Mentok menunjukkan antrean kendaraan roda empat mengular hingga sekitar 500 meter dari area pengisian. Sementara itu, puluhan sepeda motor juga tampak memenuhi jalur antrean untuk mendapatkan Pertalite.
Panjang antrean membuat arus lalu lintas di sekitar SPBU menjadi lebih padat dari biasanya. Pengendara harus menunggu dalam waktu yang cukup lama sebelum dapat mengisi bahan bakar, terutama pada jam-jam sibuk.
Salah seorang warga, Nura (32), mengaku harus menghabiskan waktu hampir satu jam hanya untuk mendapatkan Pertalite. Padahal, saat itu dirinya hendak berbelanja ke pasar dan memiliki sejumlah aktivitas lain yang harus diselesaikan.
“Hampir satu jam menunggu. Biasanya tidak seperti ini. Kebetulan saya lagi mau ke pasar, jadi aktivitas lainnya ikut tertunda. Harapan kami pemerintah dan pihak terkait bisa memperbaiki sistem supaya antrean tidak sepanjang ini,” ujarnya.
Menurut Nura, antrean panjang seperti ini tidak hanya menghabiskan waktu, tetapi juga menambah beban masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas rumah tangga.
Keluhan serupa disampaikan Ati, warga lainnya yang juga mengalami kesulitan saat mengisi BBM subsidi. Ia mengatakan kondisi antrean panjang tidak hanya terjadi di SPBU Kampung Jawa, tetapi juga terlihat di SPBU Pal 3 Mentok.
Ati mengaku sempat melihat adanya kendaraan yang diduga mendapatkan pelayanan pengisian tanpa mengikuti antrean sebagaimana kendaraan lainnya. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan rasa ketidakadilan bagi masyarakat yang telah menunggu cukup lama.
“Saya sempat melihat ada kendaraan yang mengisi tidak ikut antre. Petugas dan pemerintah harus lebih tegas supaya semua diperlakukan sama dan tidak ada masyarakat yang dirugikan,” katanya.
Ia berharap pengawasan di setiap SPBU dapat diperketat agar proses distribusi BBM subsidi berjalan lebih tertib dan transparan.
Sementara itu, Pengelola SPBU Kampung Jawa Mentok, Karli, mengatakan lonjakan antrean mulai terjadi sejak awal pekan. Hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab meningkatnya jumlah kendaraan yang datang untuk mengisi Pertalite.
Menurut Karli, sempat terjadi pengurangan pasokan Pertalite sekitar delapan kiloliter pada beberapa hari sebelumnya. Namun kondisi tersebut hanya berlangsung sementara.
“Sekarang pasokan sudah kembali normal. Biasanya kami menerima sekitar 24 kiloliter setiap pengiriman. Jadi kalau ditanya penyebab antrean, kami juga belum mengetahui secara pasti,” jelasnya.
Karli menambahkan, meningkatnya pasokan belum tentu menjadi solusi apabila jumlah kendaraan yang datang terus bertambah setiap hari. Menurutnya, penambahan kuota justru berpotensi memperpanjang waktu operasional SPBU dan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.
“Kalau suplai ditambah, belum tentu menyelesaikan masalah. Antrean bisa tetap ramai, jam kerja bertambah, dan kemacetan juga semakin panjang,” ujarnya.
Ia memastikan pihak SPBU tetap melayani masyarakat sesuai prosedur dan berupaya mempercepat proses pengisian agar antrean dapat segera terurai.
Fenomena antrean panjang BBM subsidi di Mentok ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi saat pasokan disebut telah kembali normal. Kondisi tersebut memunculkan berbagai dugaan, mulai dari meningkatnya konsumsi masyarakat hingga kemungkinan adanya kendaraan dari luar wilayah yang turut mengisi di SPBU setempat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama PT Pertamina Patra Niaga dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap distribusi BBM subsidi di Bangka Barat. Selain memastikan ketersediaan stok, pengawasan terhadap mekanisme pengisian di SPBU juga dinilai perlu ditingkatkan agar pelayanan berlangsung adil, tertib, dan tepat sasaran.
Dengan langkah evaluasi dan pengawasan yang lebih optimal, diharapkan antrean panjang Pertalite di Mentok dapat segera diatasi sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu dan distribusi BBM subsidi dapat berjalan lebih efektif. (Sumber : Laspela, Editor : KBO Babel)











