KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menargetkan penyaluran bantuan perlengkapan sekolah dan biaya pendidikan bagi peserta didik jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dapat direalisasikan pada Agustus 2026. Rabu (29/7/2026)
Program bantuan tersebut saat ini masih dalam tahap pendataan dan verifikasi calon penerima yang dilakukan oleh masing-masing sekolah. Proses tersebut menjadi bagian penting sebelum pemerintah menetapkan siswa yang dinilai memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam bagi ratusan siswa. Bantuan tersebut terdiri atas 450 setel seragam untuk siswa SD dan 270 setel seragam bagi siswa SMP.
Selain bantuan dalam bentuk perlengkapan sekolah, pemerintah juga menyiapkan bantuan biaya personel peserta didik yang diberikan dalam bentuk tabungan pendidikan. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan siswa dari keluarga yang membutuhkan.
Untuk jenjang SD, sebanyak 450 siswa direncanakan menerima bantuan dengan nilai masing-masing Rp850.000. Sementara itu, sebanyak 270 siswa SMP akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1.000.000 per siswa.
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan beban pengeluaran keluarga untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak dapat berkurang. Terlebih, kebutuhan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan biaya sekolah, tetapi juga perlengkapan yang diperlukan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Pangkalpinang, Welly A Riduan, mengatakan, proses pendataan dan verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada siswa yang benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Welly, pihak sekolah memiliki peran penting dalam proses tersebut. Hal ini karena sekolah dinilai lebih mengetahui kondisi sosial dan ekonomi peserta didik yang berada di lingkungan masing-masing.
“Prosesnya masih pendataan dan rekapitulasi. Sekolah yang melakukan verifikasi karena mereka mengetahui kondisi siswa. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya penerima bantuan tidak boleh sudah menerima Program Indonesia Pintar (PIP) maupun bantuan dari Baznas,” kata Welly, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan oleh sekolah nantinya akan direkapitulasi oleh Disdikbud Kota Pangkalpinang. Setelah seluruh proses administrasi dan verifikasi selesai, pemerintah akan menetapkan daftar siswa yang berhak menerima bantuan tersebut.
Tahapan verifikasi dilakukan untuk menghindari adanya penerima bantuan yang mendapatkan bantuan pendidikan secara ganda. Dengan demikian, program yang disiapkan Pemerintah Kota Pangkalpinang diharapkan dapat menyasar siswa yang benar-benar membutuhkan dukungan.
Welly menambahkan, pihaknya masih menunggu seluruh sekolah menyelesaikan proses pendataan dan rekapitulasi calon penerima. Setelah data diterima dan diverifikasi, Disdikbud akan melanjutkan proses administrasi hingga bantuan dapat disalurkan kepada siswa yang telah ditetapkan.
Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan seluruh tahapan tersebut dapat berjalan sesuai jadwal. Apabila proses verifikasi dan administrasi tidak mengalami kendala, bantuan ditargetkan mulai disalurkan paling cepat pada Agustus 2026.
“Kalau seluruh tahapan verifikasi dan administrasi selesai tepat waktu, penyaluran bantuan kami targetkan paling cepat bisa dilakukan pada Agustus mendatang,” ujarnya.
Program bantuan perlengkapan sekolah dan biaya pendidikan ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap akses pendidikan bagi masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik.
Selain meringankan beban ekonomi keluarga, bantuan perlengkapan sekolah juga diharapkan dapat memastikan siswa memiliki kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas pembelajaran. Sementara bantuan biaya pendidikan melalui tabungan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sekolah sesuai dengan ketentuan program.
Dengan proses pendataan dan verifikasi yang masih berlangsung, pemerintah mengimbau seluruh sekolah untuk memastikan data calon penerima disusun secara akurat dan sesuai kondisi di lapangan. Ketepatan data menjadi faktor penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Pemkot Pangkalpinang berharap program tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi ratusan siswa penerima bantuan sekaligus membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Pemerintah juga berharap tidak ada siswa yang terkendala mengikuti pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun kurangnya perlengkapan sekolah. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)











