Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » Proyek Irigasi Rias Rp43 Miliar Retak Sebelum Rampung, BWS Babel Jangan Tutup Mata!

Proyek Irigasi Rias Rp43 Miliar Retak Sebelum Rampung, BWS Babel Jangan Tutup Mata!

  • account_circle M.Zen
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (Toboali, Basel) – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, senilai Rp43,08 miliar kini menjadi sorotan tajam. Belum rampung dikerjakan, sejumlah bagian dinding saluran dilaporkan mengalami keretakan. Bahkan, terdapat bagian yang terlihat berlubang dan diduga telah ditutup menggunakan lapisan acian semen. Senin (26/10/2026)

Temuan di lapangan ini memunculkan pertanyaan serius: bagaimana proyek bernilai puluhan miliar rupiah yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa menunjukkan keretakan ketika pekerjaan masih berlangsung? Apakah pengendalian mutu berjalan sebagaimana mestinya? Dan sejauh mana konsultan supervisi memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis?

Pertanyaan tersebut harus dijawab secara terbuka oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab. Sebab, proyek infrastruktur yang menggunakan uang negara bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik, melainkan harus menghasilkan bangunan yang berkualitas, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pantauan awak media di lokasi pada Minggu (25/10/2026) menemukan sejumlah bagian dinding saluran irigasi mengalami keretakan. Selain itu, terdapat bagian yang dilaporkan berlubang dan telah ditutup dengan acian adukan semen.

Kondisi tersebut patut diperiksa secara serius. Penutupan permukaan menggunakan acian tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa kerusakan telah diperbaiki sesuai standar. Diperlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah keretakan hanya terjadi pada lapisan permukaan atau berkaitan dengan persoalan konstruksi yang lebih mendasar.

Jika pekerjaan belum selesai tetapi kerusakan sudah terlihat, pengawasan tidak boleh berhenti pada laporan administrasi dan progres pekerjaan di atas kertas. Kondisi nyata di lapangan harus menjadi dasar evaluasi.

Anggaran Rp43 Miliar, Mutu Konstruksi Jangan Dipertaruhkan

Proyek tersebut memiliki nilai pagu sebesar Rp43.086.980.000 dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Graha Anugerah Lestari, dengan pengawasan konsultan supervisi PT Geodinamik Konsultan KSO bersama PT Jasa Perencana Nusantara.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini menggunakan nomor kontrak HK.02.01/02/KONST/E-PUR/BWS.4.7.1/2026, dengan masa pelaksanaan 270 hari kalender sejak 30 Maret 2026.

Dengan nilai anggaran sebesar itu, publik berhak mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan dan efektivitas pengawasan yang dilakukan. Terlebih, saluran irigasi merupakan infrastruktur penting yang menentukan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian.

Persoalannya bukan semata-mata soal dinding yang retak. Yang lebih penting adalah memastikan apakah konstruksi tersebut memenuhi spesifikasi, apakah material yang digunakan sesuai persyaratan, dan apakah setiap tahapan pekerjaan telah diperiksa dengan benar.

BWS Bangka Belitung selaku pihak yang perlu memberikan penjelasan atas pelaksanaan proyek ini didesak melakukan pemeriksaan langsung dan terbuka terhadap bagian-bagian yang mengalami keretakan.

Pemeriksaan harus menyentuh substansi pekerjaan, mulai dari mutu material, komposisi adukan, ketebalan dinding, sambungan konstruksi, metode pelaksanaan, hingga kekuatan struktur. Kesesuaian volume pekerjaan dengan kontrak juga perlu diverifikasi apabila ditemukan indikasi penyimpangan.

Jangan sampai persoalan baru ditangani setelah pekerjaan dinyatakan selesai atau setelah infrastruktur digunakan masyarakat. Evaluasi ketika pekerjaan masih berlangsung justru penting agar kerusakan dapat diketahui dan ditangani sebelum menimbulkan persoalan yang lebih besar.

Dugaan Pelanggaran Spesifikasi Harus Diusut Berdasarkan Bukti

Dari perspektif hukum, proyek konstruksi pemerintah terikat pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi beserta perubahannya, serta ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah yang berlaku.

Penyedia jasa wajib melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak dan persyaratan teknis yang ditetapkan. Sementara itu, pengawasan harus dijalankan sesuai lingkup tanggung jawab masing-masing pihak.

Apabila pemeriksaan membuktikan terdapat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan penjelasan lisan atau penambalan permukaan. Harus ada tindakan korektif berdasarkan hasil pemeriksaan, disertai pertanggungjawaban sesuai ketentuan kontrak dan peraturan perundang-undangan.

Jika kemudian ditemukan bukti adanya perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara, persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh aparat berwenang sesuai unsur dan bukti yang ditemukan.

Namun, keretakan yang terlihat saat ini belum otomatis membuktikan adanya pelanggaran hukum, kerugian negara, ataupun kesalahan kontraktor. Semua dugaan tersebut harus diuji melalui pemeriksaan teknis, dokumen kontrak, hasil pengujian mutu, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Justru karena itu, pemeriksaan menyeluruh menjadi mendesak. Hasilnya harus menjawab apakah keretakan disebabkan faktor teknis yang dapat diterima, kesalahan metode pelaksanaan, mutu material, atau faktor lain yang memerlukan penanganan berbeda.

Petani Jangan Sampai Menanggung Dampak Pekerjaan Bermasalah

Salah seorang petani Desa Rias, Surya, turut menyoroti kondisi saluran tersebut. Ia mengatakan lahan persawahan di Daerah Irigasi (D.I.) Rias seluas sekitar 11 hektare telah ditanami padi sejak puluhan tahun lalu.

Menurutnya, pembangunan irigasi dengan anggaran puluhan miliar rupiah seharusnya memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama dalam mendukung ketersediaan air dan keberlangsungan kegiatan pertanian.

“Proyek yang menghabiskan uang negara puluhan miliar ini berupaya mendukung keberlangsungan pertanian dan menjaga harapan para petani di tengah musim kekeringan. Kalau melihat kondisi seperti ini, nampak jauh panggang dari api,” katanya.

Surya juga menyoroti kondisi adukan semen yang menurut pengamatannya diduga belum cukup matang, keberadaan batu gunung lama pada bagian tertentu, serta adanya bagian yang dilaporkan ditutup menggunakan acian semen.

Pengamatan tersebut perlu diuji secara teknis agar penyebab keretakan tidak disimpulkan secara sepihak. Namun, temuan lapangan itu semestinya cukup menjadi alasan bagi pihak terkait untuk segera melakukan pemeriksaan.

Menurut Surya, pembangunan irigasi tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan. Kualitas dan ketahanan bangunan harus menjadi prioritas agar anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Ia meminta BWS Bangka Belitung memperketat pengawasan serta memastikan seluruh bagian pekerjaan memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Kontraktor dan Konsultan Pengawas Jangan Lepas Tangan

Sorotan juga mengarah kepada kontraktor pelaksana dan konsultan supervisi. Keduanya perlu memberikan penjelasan mengenai kondisi saluran yang ditemukan di lapangan, proses pengendalian mutu, serta langkah penanganan yang akan dilakukan.

Kontraktor harus menjelaskan apakah keretakan tersebut telah diketahui, bagaimana penyebabnya akan diperiksa, dan apakah diperlukan pembongkaran atau perbaikan berdasarkan hasil evaluasi teknis.

Konsultan supervisi juga perlu menjelaskan bentuk pengawasan yang telah dilakukan, hasil pemeriksaan pekerjaan, serta tindak lanjut terhadap bagian yang mengalami keretakan.

Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terukur, bukan sekadar pernyataan bahwa pekerjaan masih berlangsung. Apalagi, ketika kerusakan muncul sebelum pekerjaan rampung, transparansi mengenai proses pemeriksaan dan perbaikannya menjadi bagian penting dari akuntabilitas proyek.

BWS Bangka Belitung juga perlu memastikan bahwa setiap perbaikan dilakukan sesuai rekomendasi teknis, bukan sekadar memperbaiki tampilan luar tanpa memastikan penyebab kerusakan telah ditangani.

Uang negara tidak boleh diperlakukan sebagai biaya untuk membangun, menambal, lalu meninggalkan persoalan. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus dapat dipertanggungjawabkan melalui hasil pekerjaan yang sesuai spesifikasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada BWS Bangka Belitung, PT Graha Anugerah Lestari, serta konsultan supervisi terkait penyebab keretakan, hasil pengawasan, dan langkah evaluasi yang akan dilakukan.

Klarifikasi seluruh pihak tetap diperlukan demi menjaga keberimbangan pemberitaan sekaligus memberikan ruang bagi pihak terkait untuk menjelaskan kondisi sebenarnya.

Pada akhirnya, proyek irigasi senilai Rp43,08 miliar ini tidak cukup dinilai dari besarnya anggaran atau capaian progres fisik. Kualitas konstruksi, kepatuhan terhadap spesifikasi, dan manfaat bagi petani harus menjadi ukuran utama.

Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya ketidaksesuaian, perbaikan wajib dilakukan dan pertanggungjawaban harus ditegakkan sesuai ketentuan. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas bangunan, melainkan juga kepercayaan publik terhadap pengelolaan uang negara. (M. Zen/KBO Babel)

  • Penulis: M.Zen
  • Editor: Sri Rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkes Tegaskan STR Dokter Bisa Dicabut Usai PTDH Dua Spesialis di Bangka Barat

    Kemenkes Tegaskan STR Dokter Bisa Dicabut Usai PTDH Dua Spesialis di Bangka Barat

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Pemerintah Kabupaten Bangka Barat yang menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap dua dokter spesialis berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diketahui tidak masuk kerja tanpa keterangan dalam waktu lama. Selasa (10/3/2026) Kedua dokter tersebut adalah dr. Zulfahmi, Sp.JP, spesialis jantung, dan […]

  • Status P21 Ditetapkan, Wagub Babel Hellyana Segera Hadapi Proses Hukum di Kejaksaan

    Status P21 Ditetapkan, Wagub Babel Hellyana Segera Hadapi Proses Hukum di Kejaksaan

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kasus dugaan penipuan biaya kamar hotel yang menjerat Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, kini memasuki babak baru. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan penyidikan, Polda Kepulauan Bangka Belitung menyatakan berkas perkara tersebut telah lengkap atau P21. Selasa (4/11/2025) Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah, membenarkan bahwa status […]

  • Program MBG Dana Negara Tersendat, Proyek Gedung SPPG Pangkalpinang Diduga Bermasalah

    Program MBG Dana Negara Tersendat, Proyek Gedung SPPG Pangkalpinang Diduga Bermasalah

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sejak Januari 2025 sejatinya menjadi salah satu program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah. Program ini diharapkan mampu menjawab persoalan stunting, ketimpangan gizi, serta memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia. Namun, realisasi program tersebut […]

  • Prabowo Sentil Kementerian Lambat Serap Anggaran, Utang Negara Dinilai Jadi Percuma

    Prabowo Sentil Kementerian Lambat Serap Anggaran, Utang Negara Dinilai Jadi Percuma

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih adanya kementerian dan lembaga yang dinilai lambat dalam merealisasikan belanja anggaran negara. Sorotan tersebut disampaikan Prabowo setelah menerima laporan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait rendahnya kecepatan penyerapan anggaran di sejumlah instansi pemerintah, meski kebijakan efisiensi belanja telah diberlakukan pada tahun ini. Selasa (16/12/2025) Prabowo […]

  • Barang Bukti Terancam? Gudang Sitaan Kasus Herman Fu Diduga Dijebol Oknum

    Barang Bukti Terancam? Gudang Sitaan Kasus Herman Fu Diduga Dijebol Oknum

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT) — Status sebagai aset sitaan negara tampaknya tidak serta-merta membuat nyali pihak tak bertanggung jawab ciut. Sebuah gudang milik tersangka kasus dugaan korupsi dan perusakan ekosistem, Herman Fu (HF), yang berlokasi di Lingkungan Sudi Mampir, RT 02, Kelurahan Parit Padang, Kabupaten Bangka, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Segel resmi Kejaksaan yang sebelumnya terpasang […]

  • Mensesneg Prasetyo Hadi Jadi Ketua Satgas PHK, Fokus Cegah Gelombang Pemutusan Kerja

    Mensesneg Prasetyo Hadi Jadi Ketua Satgas PHK, Fokus Cegah Gelombang Pemutusan Kerja

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Pemerintah bersama DPR dan kalangan serikat pekerja resmi memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi ditunjuk untuk memimpin satgas tersebut guna memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menangani persoalan ketenagakerjaan. Jum’at (26/6/2026) Keputusan tersebut […]

expand_less