Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » Program MBG Dana Negara Tersendat, Proyek Gedung SPPG Pangkalpinang Diduga Bermasalah

Program MBG Dana Negara Tersendat, Proyek Gedung SPPG Pangkalpinang Diduga Bermasalah

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sejak Januari 2025 sejatinya menjadi salah satu program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah. Program ini diharapkan mampu menjawab persoalan stunting, ketimpangan gizi, serta memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia. Namun, realisasi program tersebut di Kota Pangkalpinang justru memunculkan persoalan serius dan menuai sorotan tajam publik. Rabu (21/1/2026)

Alih-alih menjadi contoh keberhasilan implementasi kebijakan pusat, proyek pembangunan fasilitas pendukung MBG di Pangkalpinang diduga berjalan amburadul, tidak transparan, dan sarat dugaan penyimpangan. Kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat daerah pun dipertanyakan, menyusul molornya proyek pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibiayai penuh oleh dana negara.

Informasi yang dihimpun Tim Media menyebutkan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah untuk pembangunan gedung MBG di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Setiap daerah mendapatkan jatah tiga gedung SPPG yang pengelolaannya diserahkan oleh BGN kepada Koperasi Merah Putih. Gedung-gedung ini menjadi infrastruktur utama untuk mendukung distribusi dan pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Namun dalam praktiknya, pelaksanaan proyek jauh dari prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Sejak awal, proyek pembangunan gedung MBG diduga tidak melalui mekanisme lelang terbuka sebagaimana mestinya. Penunjukan kontraktor dilakukan secara langsung, tertutup, dan minim transparansi. Bahkan, kewajiban dasar dalam proyek pemerintah seperti pemasangan papan nama proyek dan penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi pembangunan terkesan diabaikan.

Masalah lain yang tak kalah krusial adalah waktu pelaksanaan proyek yang hanya ditetapkan selama 75 hari kalender. Tenggat waktu ini dinilai tidak rasional untuk proyek konstruksi bernilai miliaran rupiah. Sejumlah pihak menilai, penetapan waktu yang sangat singkat tersebut justru membuka ruang kegagalan sejak awal dan berpotensi menjadi modus pembiaran yang disengaja.

Fakta paling mencolok terlihat pada proyek pembangunan Gedung MBG SPPG Kota Pangkalpinang. Hingga masa kontrak berakhir, progres fisik pembangunan gedung tersebut baru mencapai sekitar 40 persen. Capaian ini menjadi indikator kuat lemahnya perencanaan, pengawasan, dan pengendalian proyek yang seharusnya menjadi perhatian serius BGN sebagai penanggung jawab anggaran.

Pantauan langsung awak media di lokasi proyek di Kelurahan Gabek Satu, Kota Pangkalpinang, pada Rabu (14/1/2026), menunjukkan aktivitas pembangunan nyaris terhenti. Tidak terlihat adanya pekerjaan signifikan di lapangan, sementara kondisi bangunan masih jauh dari kata selesai. Padahal, berdasarkan kontrak, proyek tersebut seharusnya rampung pada 30 Desember 2025.

Dengan kondisi tersebut, proyek Gedung SPPG Pangkalpinang secara teknis patut dikategorikan sebagai proyek gagal. Ironisnya, kegagalan ini tidak disertai dengan penjelasan terbuka kepada publik. BGN sebagai pemilik anggaran, maupun pihak kontraktor pelaksana, terkesan memilih bungkam dan menghindari sorotan media.

Diketahui, proyek Gedung SPPG Pangkalpinang menyedot anggaran negara sebesar Rp3.185.691.470,50. Kontraktor pelaksana proyek adalah PT Langgeng Aditya Sentosa, dengan PT AMYTHAS sebagai konsultan pengawas. Namun lemahnya fungsi pengawasan terlihat nyata dari keterlambatan ekstrem pekerjaan tanpa adanya langkah korektif yang tegas atau sanksi yang disampaikan secara terbuka.

Di lapangan, proyek ini mulai dicurigai sebagai proyek “akal-akalan”. Sejumlah sumber menyebut adanya pembiaran sistematis oleh oknum di lingkungan BGN daerah terhadap keterlambatan pekerjaan. Hingga kini, tidak terlihat adanya pemutusan kontrak, denda keterlambatan, atau evaluasi terbuka terhadap kontraktor, meskipun proyek jelas melenceng jauh dari target yang ditetapkan dalam kontrak.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada perwakilan BGN Pangkalpinang, Nyayu Kurnia Ramadhani, tidak membuahkan hasil. Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada jawaban atau klarifikasi resmi yang diberikan. Sikap bungkam tersebut justru memperkuat dugaan adanya persoalan serius yang sengaja ditutup dari publik.

Lebih jauh, sumber internal mengungkapkan bahwa di Kota Pangkalpinang terdapat tiga proyek pembangunan Gedung SPPG yang dibiayai dana pemerintah. Namun, dua proyek lainnya hingga kini tidak diketahui secara pasti lokasi maupun progresnya. Pihak BGN disebut enggan memberikan informasi detail, sehingga memicu kecurigaan publik.

“Di setiap kabupaten dan kota di Bangka Belitung ada tiga proyek SPPG. Totalnya ada 21 proyek, dan semuanya hanya diberi waktu 75 hari kalender,” ungkap sumber tersebut.

Menurutnya, sejak proyek ini mulai disorot media, BGN justru semakin menutup akses informasi. Bahkan, papan nama proyek yang seharusnya dipasang sebagai bentuk keterbukaan kepada publik diduga sengaja tidak dipasang.

“Plang proyek sengaja tidak dipasang supaya masyarakat tidak tahu dan sulit mengawasi,” tegasnya.

Tindakan tersebut jelas bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik dan semangat akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Proyek yang dibiayai dari uang rakyat seharusnya terbuka dan dapat diawasi bersama, bukan justru disembunyikan.

Sebagai proyek pelayanan publik di sektor gizi, kegagalan pembangunan Gedung SPPG tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian negara, tetapi juga mengancam keberlangsungan program pemenuhan gizi masyarakat. Aparat pengawas internal pemerintah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga aparat penegak hukum didesak untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh dan mengusut dugaan penyimpangan dalam seluruh proyek SPPG di Bangka Belitung.

Tim Media akan terus melakukan penelusuran mendalam dan membuka fakta-fakta lanjutan guna memastikan dana publik tidak diselewengkan serta program strategis Presiden benar-benar dijalankan untuk kepentingan rakyat, bukan demi keuntungan segelintir oknum. (Sumber : Asatu Online, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Siapkan Satgas Pembangkit Nuklir, PLTN Masuk Agenda Strategis Transisi Energi

    Pemerintah Siapkan Satgas Pembangkit Nuklir, PLTN Masuk Agenda Strategis Transisi Energi

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Pemerintah berencana membentuk satuan tugas percepatan pembangunan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai Nuclear Energy Programme Implementation Organization (NEPIO). Pembentukan NEPIO ini disiapkan untuk memastikan seluruh aspek pengembangan energi nuklir nasional berjalan terkoordinasi, aman, dan sesuai standar internasional. Kamis (18/12/2025) Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) […]

  • 3 Perkara Tipikor Kakap Bebas, Ini Wajah Majelis Hakimnya

    3 Perkara Tipikor Kakap Bebas, Ini Wajah Majelis Hakimnya

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pengadilan Tipikor Kota Pangkalpinang, lagi gandrung memvonis bebas perkara tipikor kelas kakap. Vonis bebas tersebut tentu saja menuai sorotan miring publik. Karena menyayat rasa keadilan hukum di tengah sorotan negatif atas dunia peradilan negeri. Dimana banyaknya hakim-hakim yang tertangkap akibat terjerat rasuah. Jumat (2/5/2025) Vonis bebas atas perkara tipikor kerjasama pemanfaatan […]

  • Dua Pejabat BNI Jadi Tersangka, Kejati Babel Telusuri Peran Kurator di Kasus PT Kobatin

    Dua Pejabat BNI Jadi Tersangka, Kejati Babel Telusuri Peran Kurator di Kasus PT Kobatin

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dana jaminan reklamasi atau pascatambang PT Koba Tin (Kobatin) senilai sekitar Rp111 miliar. Jum’at (2/10/2026) Pendalaman tersebut dilakukan setelah penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Babel menemukan adanya dugaan peran pihak lain dalam […]

  • Viral! Dua Pria dan Satu Wanita WNI Berhasil Kabur dari Jebakan TPPO di Kamboja

    Viral! Dua Pria dan Satu Wanita WNI Berhasil Kabur dari Jebakan TPPO di Kamboja

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Jakarta) – Sebuah video dramatis yang memperlihatkan perjuangan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) melawan sindikat perdagangan orang di Kamboja viral di media sosial. Aksi heroik dua pria dan satu wanita tersebut berhasil menarik perhatian publik karena berhasil kabur dari penyekapan meski harus mengalami luka-luka. Senin (18/8/2025) Dalam video yang beredar, terlihat jelas bagaimana […]

  • Menyambut Energi Baru di Pulau Timah

    Menyambut Energi Baru di Pulau Timah

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM – Bayangkan sebuah kapal besar yang hendak berlayar di lautan luas. Kapal itu bernama Indonesia, dan di dalamnya terdapat ratusan juta penumpang yang menaruh harapan: agar kapal ini tak kehabisan bahan bakar di tengah ombak zaman. Kini, nahkoda kapal itu dihadapkan pada pilihan: apakah terus mengandalkan kayu dan batu bara yang mulai menipis, […]

  • Malam Resepsi HUT RI, Gubernur Hidayat Arsani Titip Pesan untuk Generasi Muda Babel

    Malam Resepsi HUT RI, Gubernur Hidayat Arsani Titip Pesan untuk Generasi Muda Babel

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) menggelar Malam Resepsi Kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Pangkalpinang, Senin (17/8/2026) malam. Selasa (18/8/2026) Malam resepsi tersebut menjadi salah satu rangkaian penutup peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan […]

expand_less