Kemarau Panjang Mengancam, BPBD Pangkalpinang Buka Call Center 24 Jam untuk Warga Krisis Air Bersih

Antisipasi Kekeringan, BPBD Pangkalpinang Siagakan Tangki 4.000 Liter dan Call Center 24 Jam

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengaktifkan layanan call center selama 24 jam sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan dan krisis air bersih selama musim kemarau. Jum’at (31/7/2026)

Layanan tersebut disiapkan untuk memudahkan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar dapat segera memperoleh bantuan dari pemerintah daerah. Masyarakat yang membutuhkan distribusi air bersih dapat menghubungi call center BPBD Kota Pangkalpinang di nomor 0811-7161-0000.

banner 336x280

Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, mengatakan masyarakat diimbau untuk segera melapor apabila mengalami kondisi krisis air bersih di wilayah tempat tinggal mereka.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi call center 0811-7161-0000, apabila mengalami krisis air bersih,” kata Dedy di Pangkalpinang, Kamis.

Menurut Dedy, BPBD Kota Pangkalpinang telah menyiagakan satu unit mobil tangki untuk mendukung pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Mobil tangki tersebut memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter air dalam setiap kali pendistribusian.

Air bersih yang disalurkan melalui layanan tanggap darurat tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Di antaranya untuk keperluan mencuci, mandi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya selama warga mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.

Untuk mendapatkan bantuan, masyarakat yang mengalami krisis air bersih harus terlebih dahulu menghubungi call center yang telah disediakan. Petugas kemudian akan menerima laporan dan meminta sejumlah informasi sebagai bagian dari proses pendataan serta penentuan lokasi distribusi.

Data yang perlu disampaikan oleh masyarakat antara lain nama pelapor, nomor telepon atau handphone yang dapat dihubungi, serta lokasi tempat tinggal atau titik yang mengalami krisis air bersih.

Dedy menjelaskan, pendistribusian air bersih tidak dilakukan secara individual ke setiap rumah warga. BPBD menerapkan sistem pengumpulan warga pada satu titik agar proses penyaluran dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dalam satu titik distribusi, BPBD Kota Pangkalpinang mensyaratkan terdapat sedikitnya 10 kepala keluarga yang membutuhkan bantuan air bersih.

“Dalam satu titik, kita akan mengumpulkan minimal 10 kepala keluarga agar penyaluran air bersih ini lebih efektif,” ujarnya.

Masyarakat yang telah mendapatkan jadwal distribusi juga diminta menyiapkan wadah atau tempat untuk menampung air. Wadah tersebut dapat berupa ember, drum, galon, maupun tempat penampungan lain yang sesuai dengan kapasitas air yang akan diterima.

BPBD tidak melayani pengisian air untuk bak mandi atau tandon air berkapasitas besar milik rumah warga. Kebijakan tersebut diterapkan agar distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang lebih membutuhkan.

Namun, terdapat pengecualian untuk tempat penampungan air di rumah ibadah maupun sarana publik dan fasilitas sosial lainnya. Tempat-tempat tersebut tetap dapat menjadi sasaran pendistribusian air bersih apabila mengalami kekurangan pasokan.

BPBD Kota Pangkalpinang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau tahun ini. Potensi kekeringan diperkirakan cukup tinggi seiring prediksi kondisi kemarau yang lebih panjang dan kering.

Selain berdampak terhadap ketersediaan air bersih, kondisi kemarau juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar apabila terjadi pembakaran maupun kebakaran yang tidak terkendali.

Dedy mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD karena masyarakat harus bersiap menghadapi kemungkinan meningkatnya kebutuhan air bersih selama musim kemarau.

“Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini lebih kering, sehingga berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan,” katanya.

Dengan pengaktifan call center 24 jam dan kesiapan mobil tangki air bersih, BPBD Pangkalpinang berharap masyarakat yang terdampak kekeringan dapat segera mendapatkan bantuan. Warga juga diimbau menggunakan air secara bijak dan melaporkan kondisi krisis air bersih sedini mungkin agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. (Sumber : babelpos.id, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *