Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » Heboh Ledakan di Penampungan Besi Tua Belitung! Polisi Waspadai Ancaman Ledakan Susulan, Tim Jibom Sterilisasi TKP

Heboh Ledakan di Penampungan Besi Tua Belitung! Polisi Waspadai Ancaman Ledakan Susulan, Tim Jibom Sterilisasi TKP

  • account_circle Garry Irsa Maestra
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements
KBOBABEL.COM (BELITUNG) – Peristiwa ledakan mengejutkan terjadi di sebuah tempat penampungan besi tua di Jalan Padat Karya, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (25/10/2026) sore. Senin (26/10/2026)

Ledakan tersebut mengakibatkan seorang pekerja pengepul barang bekas mengalami luka berat hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Insiden ini langsung mendapat perhatian aparat kepolisian. Polres Belitung bersama Unit Penjinak Bom (Jibom) Batalyon B Satuan Brimob Polda Kepulauan Bangka Belitung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan sterilisasi tempat kejadian perkara (TKP).

Keterlibatan tim khusus penjinak bom dilakukan untuk memastikan sumber ledakan sekaligus mengantisipasi kemungkinan masih adanya benda berbahaya yang dapat memicu ledakan susulan.

Kapolres Belitung AKBP Satria Darma membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kepolisian menerima laporan mengenai ledakan sekitar pukul 16.00 WIB.

Setelah menerima informasi, personel Polres Belitung langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Awalnya tadi sore sekitar pukul 16.00 WIB kami mendapat laporan adanya peristiwa ledakan. Personel Polres Belitung langsung meluncur ke lokasi dan mendapati satu orang korban dengan luka berat yang saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit,” ujar Satria, Minggu (25/10/2026), sebagaimana dikutip dari Antara.

Ledakan Diduga Berasal dari Benda Logam

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui merupakan pekerja yang sehari-hari mengumpulkan barang bekas, khususnya material besi tua.

Saat kejadian, korban diduga sedang melakukan aktivitas yang berkaitan dengan penanganan barang-barang logam di lokasi penampungan.

Polisi menduga ledakan berasal dari salah satu benda berbahan logam yang sebelumnya dikumpulkan korban.

Benda tersebut diduga meledak ketika menjalani proses penimbangan atau pemotongan. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan teknis.

Hingga kini, kepolisian belum memastikan jenis benda yang meledak maupun kandungan material di dalamnya.

Penyidik juga belum menyampaikan secara resmi apakah benda tersebut merupakan material berbahaya, amunisi, atau benda lain yang memiliki potensi ledakan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan tim ahli diumumkan.

Tim Jibom Brimob Sterilisasi Lokasi

Kapolres Belitung menjelaskan, pihaknya sengaja melibatkan Unit Jibom Batalyon B Satuan Brimob Polda Babel karena peristiwa tersebut membutuhkan penanganan khusus.

Tim Jibom memiliki kemampuan teknis untuk memeriksa benda yang dicurigai mengandung bahan peledak serta melakukan langkah pengamanan terhadap potensi ancaman serupa.

“Kami menggandeng Unit Jinak Bom (Jibom) Batalyon B Satuan Brimob Polda Babel guna menyelidiki penyebab peristiwa ledakan yang mengakibatkan satu orang mengalami luka berat,” kata Satria.

Setibanya di lokasi, tim melakukan sterilisasi untuk memastikan area penampungan besi tua tidak menyimpan benda lain yang berpotensi membahayakan petugas maupun masyarakat.

Pemeriksaan juga diarahkan untuk membantu mengidentifikasi sumber ledakan berdasarkan kondisi lokasi dan temuan di lapangan.

“Saat ini Unit Jibom Brimob Polda Babel sudah berada di lokasi untuk melakukan sterilisasi TKP. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi untuk memastikan sumber dan penyebab pasti dari ledakan tersebut,” jelasnya.

Kepolisian menegaskan, keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas utama dalam proses penanganan kejadian.

Polisi Antisipasi Ledakan Susulan

Satria mengingatkan bahwa lokasi yang baru mengalami ledakan tidak boleh langsung dianggap aman sebelum pemeriksaan menyeluruh selesai dilakukan.

Salah satu perhatian utama petugas adalah memastikan tidak terdapat benda berbahaya lain yang dapat memicu ledakan berikutnya.

“Yang paling utama saat ini adalah memastikan tidak ada secondary device atau potensi ledakan susulan di lokasi. Kami tidak ingin ada TKP baru atau ledakan baru karena kurangnya antisipasi,” tegas Kapolres.

Langkah sterilisasi tersebut menjadi bagian penting untuk mencegah bertambahnya korban akibat kemungkinan masih adanya material berbahaya.

Selain memeriksa sumber ledakan, polisi juga perlu memastikan kondisi lingkungan sekitar memungkinkan dilakukannya pemeriksaan lanjutan secara aman.

Hingga informasi terakhir yang tersedia, belum ada keterangan resmi mengenai hasil akhir pemeriksaan tim Jibom.

Identitas korban, kondisi medis terkini, serta tingkat kerusakan tempat penampungan besi tua juga belum dijelaskan secara terperinci.

Pengepul Besi Tua Diminta Lebih Waspada

Menyikapi peristiwa tersebut, Polres Belitung mengimbau masyarakat, terutama pelaku usaha pengumpulan barang bekas dan besi tua, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap benda logam yang tidak diketahui asal-usul maupun fungsinya.

Menurut kepolisian, material bekas yang terlihat seperti besi biasa belum tentu aman untuk dipindahkan, dibongkar, atau dipotong.

Perhatian khusus perlu diberikan terhadap benda yang bentuknya menyerupai amunisi, perlengkapan militer, atau material lain yang diduga mengandung bahan peledak.

Benda mencurigakan semacam itu tidak boleh diperlakukan seperti barang rongsokan pada umumnya.

Masyarakat diminta tidak mencoba membuka, memukul, memotong, membakar, ataupun memindahkan benda yang diduga berbahaya.

Apabila menemukan material mencurigakan, warga disarankan menjaga jarak, menghindarkan orang lain dari lokasi, dan segera menghubungi aparat kepolisian.

Penanganan benda yang berpotensi mengandung bahan peledak harus dilakukan oleh petugas yang memiliki keahlian serta perlengkapan khusus.

Penyebab Ledakan Masih Diselidiki

Peristiwa ledakan di Desa Air Merbau menjadi perhatian serius karena terjadi di lokasi aktivitas pengumpulan besi tua yang berhubungan langsung dengan penanganan berbagai jenis material logam.

Namun, kepolisian belum menyimpulkan bahwa ledakan tersebut berasal dari amunisi atau bahan peledak tertentu.

Kesimpulan mengenai penyebab kejadian masih bergantung pada hasil pemeriksaan teknis Unit Jibom Brimob Polda Babel serta penyelidikan Polres Belitung.

Masyarakat diharapkan memberikan ruang kepada petugas untuk menyelesaikan pemeriksaan sekaligus menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Polres Belitung memastikan penanganan kejadian difokuskan pada keselamatan korban, pengamanan lokasi, dan pengungkapan sumber ledakan.

Hasil pemeriksaan resmi nantinya diharapkan dapat menjelaskan penyebab insiden sekaligus menjadi dasar langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Sumper : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: Garry Irsa Maestra
  • Editor: Sri Rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less