KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Kabupaten Bangka Barat resmi ditunjuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-14 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun 2025. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, secara resmi meluncurkan logo MTQH XIV dalam acara yang berlangsung di Gedung Majapahit, Kecamatan Mentok, Senin (20/10/2025). Selasa (21/10/2025)
Acara peluncuran logo ini menjadi tanda dimulainya rangkaian kegiatan menuju pelaksanaan MTQH XIV yang akan diselenggarakan pada 7–12 November 2025 di Bangka Barat. Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“MTQH bukan sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga wadah untuk melahirkan transformasi, meningkatkan pengetahuan, serta memperkuat sumber daya manusia di bidang seni baca dan pemahaman Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hidayat Arsani di hadapan tamu undangan, tokoh agama, dan masyarakat.
MTQH XIV tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat MTQH ke-14 Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kita Wujudkan Generasi Qur’ani Bangka Belitung yang Berdaya dan Bermartabat.” Tema ini, kata Hidayat, merefleksikan semangat untuk membangun generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki moralitas tinggi berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits.
Dalam kesempatan itu, Hidayat juga memberikan apresiasi tinggi kepada kafilah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah menorehkan prestasi gemilang pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke-28 di Sulawesi Tenggara. Kafilah Babel berhasil meraih posisi Terbaik II Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Hadits Putra dan Harapan I Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Hadits Putri.
“Prestasi ini membuktikan bahwa generasi muda kita mampu bersaing di tingkat nasional dengan bekal ilmu agama yang kuat. Ke depan, saya berharap melalui MTQH XIV, akan lahir lebih banyak qori dan qoriah, hafiz dan hafizah, serta cendekiawan Qur’ani yang membawa harum nama Bangka Belitung,” kata Hidayat.
Gubernur Hidayat Arsani menuturkan bahwa peluncuran logo MTQH ke-14 bukan hanya bentuk seremoni, tetapi juga mengandung nilai filosofi mendalam. Logo tersebut, menurutnya, mencerminkan visi dan harapan terhadap pelaksanaan MTQH sebagai ajang pemersatu umat dan penguat moral masyarakat.
“Logo MTQH ini bukan sekadar simbol visual. Di dalamnya terkandung makna semangat persatuan antar daerah, nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits, serta komitmen kita untuk mencetak generasi Qur’ani yang berdaya dan bermartabat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa setiap elemen dalam logo — dari warna hingga bentuk — menggambarkan identitas dan semangat Bangka Belitung yang religius dan harmonis. Karena itu, ia meminta agar logo tersebut dijaga kehormatannya dan digunakan secara tepat dalam semua bentuk publikasi dan dekorasi acara.
Selain itu, Hidayat juga menyoroti pentingnya MTQH sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkokoh semangat toleransi, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Bangka Belitung.
“MTQH adalah momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan. Kita ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga wadah mempererat tali silaturahmi antar kabupaten dan kota. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi meluncurkan logo Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits ke-14 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ucap Hidayat menutup sambutannya disambut tepuk tangan meriah.
Sementara itu, Bupati Bangka Barat Markus turut menyampaikan rasa bangga dan syukur karena daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQH tingkat provinsi tahun ini. Ia menilai penunjukan tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh masyarakat Bangka Barat.
“Kami merasa bangga dan bersyukur karena Kabupaten Bangka Barat dipercaya menjadi tuan rumah ajang yang sangat mulia ini. Sebagaimana kita ketahui, MTQH bukan sekadar perlombaan, melainkan juga instrumen keagamaan, ajang mempererat tali persaudaraan, serta sarana menumbuhkan semangat cinta terhadap firman Tuhan di tengah masyarakat,” ujar Markus.
Bupati Markus juga mengajak seluruh masyarakat Bangka Barat untuk berperan aktif menyukseskan pelaksanaan MTQH XIV, tidak hanya sebagai panitia pelaksana, tetapi juga sebagai tuan rumah yang ramah dan penuh semangat kebersamaan.
“Mari kita tunjukkan nilai-nilai keramahan, toleransi, dan kecintaan terhadap kitab suci kepada para tamu dan peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Bangka Belitung. Keberhasilan penyelenggaraan MTQH ini adalah kebanggaan kita bersama,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada Kabupaten Bangka Barat. Markus memastikan seluruh jajaran pemerintah daerah siap memberikan yang terbaik demi kelancaran dan kesuksesan MTQH XIV.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril dan materil. Kami akan berupaya maksimal agar pelaksanaan MTQH ini berjalan lancar, tertib, dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta,” pungkas Markus.
Peluncuran logo MTQH XIV ini menandai langkah awal persiapan menuju salah satu perhelatan keagamaan terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah provinsi dan daerah, MTQH XIV diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai Qur’ani serta memperkokoh persaudaraan di tengah masyarakat Bangka Belitung. (Yopi Herwindo/KBO Babel)











