
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Keponakan Presiden RI Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI), Harwendo Subianto, mengumumkan rencana pembangunan Pusat Riset Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Pusat riset ini akan berlokasi di Universitas Bangka Belitung (UBB) dan menjadi yang pertama di Indonesia yang fokus pada pengembangan ilmu dan teknologi pertambangan timah. Senin (20/10/2025)
Rencana tersebut disampaikan Harwendo usai menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Babel, yang berlangsung di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Minggu (19/10/2025).

“Insya Allah, kami akan membangun Pusat Riset Timah. Rencananya akan dibangun di Universitas Bangka Belitung,” ujar Harwendo.
Menurutnya, pusat riset ini akan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dalam pengembangan industri pertimahan yang berkelanjutan. Harwendo menegaskan, pihaknya akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk perusahaan tambang besar di Babel.
“PT Timah dan smelter akan kami undang untuk pembangunan pusat Riset Timah di UBB nanti,” tambahnya.
Pusat Riset Timah ini diharapkan mulai dibangun pada tahun depan. Harwendo optimistis bahwa proyek tersebut bisa segera terealisasi jika seluruh pihak yang terkait menunjukkan komitmen yang sama.
“Tahun depan sudah groundbreaking, tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Harwendo menjelaskan bahwa pembangunan pusat riset ini bukan hanya proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga ahli lokal di bidang pertambangan dan pengolahan timah. Ia menyoroti pentingnya Babel memiliki lembaga riset sendiri, mengingat provinsi ini adalah salah satu penghasil timah terbesar di dunia.
“Jangan sampai, sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia, Babel tidak punya riset-riset timah sendiri. Kami yakin, kalau sudah ada Riset Timah, pasti akan ada orang asal Babel yang menjadi ahli pertambangan timah,” ujarnya.
Harwendo menambahkan, riset yang dilakukan di pusat ini nantinya tidak hanya berfokus pada eksplorasi dan pengolahan timah, tetapi juga pada inovasi teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi dampak kerusakan alam akibat aktivitas pertambangan.
“Kami ingin riset ini juga mengarah ke pertambangan berkelanjutan. Jadi tidak hanya fokus pada produksi, tapi juga pada bagaimana alam tetap terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Babel, Harry A. Arsani, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif AETI tersebut. Menurutnya, pembangunan pusat riset ini akan membawa manfaat besar bagi pengembangan sumber daya manusia di Babel, khususnya generasi muda yang ingin berkarier di sektor pertambangan.
“Kami sangat mendukung karena ini sangat baik untuk mendapatkan putra daerah yang ahli di bidang pertambangan timah. Ini juga bisa membuka peluang kerja dan memperkuat posisi Babel dalam industri timah dunia,” ujarnya.
Harry menilai, kehadiran pusat riset ini dapat menjadi momentum bagi Babel untuk mengubah paradigma dari daerah penghasil bahan mentah menjadi pusat inovasi dan pengetahuan pertambangan nasional.
Dengan adanya dukungan dari asosiasi, akademisi, dan pemerintah daerah, Pusat Riset Timah UBB diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan daya saing industri timah Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Bangka Belitung sebagai pusat keilmuan dan inovasi di sektor pertambangan. (Sumber : Media Indonesia, Editor : KBO Babel)















