KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) periode 2024–2029, Agam Dliya Ul-Haq, menghadiri Rapat Terbuka Senat Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam rangka Lustrum IV, pengukuhan guru besar, serta peresmian Gedung Balai Utama De Universitaria, Senin (13/04/2026). Jum’at (17/4/2026)
Kegiatan yang mengusung tema “2 Dekade Berdikari Membangun Negeri” tersebut digelar di Balai Utama De Universitaria Kampus Terpadu UBB, Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Momentum ini menjadi penanda perjalanan 20 tahun UBB dalam membangun dunia pendidikan di Bangka Belitung.
Dalam kesempatan tersebut, Agam menyampaikan rasa bangga atas perkembangan UBB yang dinilainya terus menunjukkan kemajuan signifikan dari waktu ke waktu. Ia berharap di usia dua dekade, UBB semakin memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam pengembangan keilmuan yang dapat mendukung proses pembangunan dan pemerintahan di daerah.
“Di usia 20 tahun ini, kita berharap UBB semakin memberikan manfaat dan maslahat bagi masyarakat, terutama dalam hal keilmuan yang bisa mendukung kebijakan dan pembangunan di Bangka Belitung,” ujarnya.
Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, hingga saat ini masih terdapat berbagai persoalan di Bangka Belitung yang belum terselesaikan secara optimal. Oleh karena itu, peran akademisi dinilai sangat penting dalam memberikan masukan, kajian, serta solusi berbasis ilmiah kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Akademisi diharapkan tidak hanya berperan di lingkungan kampus, tetapi juga aktif memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
“Masih banyak persoalan di Bangka Belitung yang membutuhkan sentuhan akademisi. Peran mereka sangat penting dalam memberikan pencerahan dan masukan kepada pemerintah dalam menyusun kebijakan,” katanya.
Selain itu, Agam juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh UBB, baik dari sisi dosen maupun mahasiswa. Ia berharap program pendidikan yang dijalankan UBB ke depan semakin berkualitas dan mampu mencetak lulusan yang kompeten serta siap bersaing.
Menurutnya, peningkatan kualitas alumni akan berdampak positif terhadap reputasi UBB sebagai universitas kebanggaan masyarakat Bangka Belitung. Hal ini juga akan memperkuat posisi UBB dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional.
“Kalau kualitas alumni terus meningkat, tentu akan memberikan efek positif bagi kampus dan daerah. Ini yang harus terus didorong melalui program-program pendidikan yang berkualitas,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Agam juga mengungkapkan keinginannya untuk suatu saat dapat terjun ke dunia akademik sebagai dosen. Ia menyebut bahwa menjadi pengajar merupakan salah satu bentuk pengabdian yang memiliki nilai jangka panjang.
“Saya juga sempat berpikir ke depan ingin mengamalkan ilmu sebagai dosen. Karena salah satu amal jariyah yang tidak terputus adalah ilmu yang bermanfaat. Peran dosen sangat besar dalam mencetak generasi penerus,” ungkapnya.
Ia menilai profesi dosen memiliki kontribusi strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Oleh karena itu, ia berharap para tenaga pengajar di UBB terus meningkatkan kualitas dan dedikasinya dalam mendidik mahasiswa.
Momentum Lustrum IV UBB ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan institusi pendidikan tersebut, tetapi juga menjadi penguat komitmen seluruh pihak, baik akademisi maupun pemerintah, untuk terus bersinergi dalam membangun Bangka Belitung melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. (Putri Utami/KBO Babel)














