Akses Kapal Sering Tersendat, PT TIMAH Tbk Turun Tangan Keruk Muara Air Kantung

Pulihkan Aktivitas Ekonomi Nelayan, PT TIMAH Tbk Keruk Alur Muara Air Kantung yang Sudah Dangkal Sejak 2011

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) — PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dengan melakukan pengerukan Alur Muara Air Kantung yang berada di Lingkungan Air Kantung, Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat. Program ini mendapat sambutan positif dari para nelayan yang selama bertahun-tahun terdampak pendangkalan muara, terutama ketika air surut. Senin (1/12/2025)

Muara Air Kantung merupakan salah satu akses utama bagi ratusan kapal nelayan di wilayah Sungailiat. Namun, pendangkalan yang terjadi sejak lebih dari satu dekade terakhir membuat kapal-kapal sulit keluar masuk muara. Tidak sedikit nelayan yang harus menunda aktivitas melaut atau bahkan memilih jalur lain yang lebih jauh demi menghindari risiko perahu kandas. Kondisi ini kerap menimbulkan kerugian ekonomi bagi para nelayan.

banner 336x280

Pengerukan yang dilakukan PT TIMAH Tbk kini menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat. Alur yang lebih dalam diharapkan dapat mengembalikan kelancaran aktivitas nelayan serta mendukung roda perekonomian di kawasan pesisir tersebut.

Sudirman, salah satu nelayan yang akrab disapa Sudi, mengaku sudah sejak lama memperjuangkan keluhan mengenai pendangkalan muara. Ia bahkan menyebut permasalahan ini sudah berlangsung sejak tahun 2011. Pendangkalan semakin parah sehingga kapal berukuran kecil sekalipun sulit mengakses muara.

“Permasalahan pendangkalan ini sudah terjadi sejak tahun 2011 silam, kapal susah keluar masuk padahal kapal saya hanya 6 GT. Kami sudah menyuarakan ini ke mana-mana. Kalau air kecil itu susah kapal masuk, saya pernah bahkan kapal saya dua hari ditinggal di sana. Saya bawa hasil tangkapan ke sini sewa speed sekali jalan itu Rp50.000,” ungkapnya.

Sudi menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat mereka harus mengeluarkan biaya tambahan, mulai dari transportasi hingga penyimpanan ikan. Situasi itu mengurangi keuntungan dan membuat nelayan bekerja dengan tekanan lebih besar. Karena itu, dirinya sangat menyambut baik langkah PT TIMAH Tbk yang turun tangan mengeruk muara.

“Ini sangat membantu kami dengan adanya pengerukan yang dilakukan PT TIMAH Tbk. Kami berterima kasih kepada PT TIMAH Tbk dan untuk membantu mempercepat pengerukan alur ini kami nelayan juga ada sewa alat berat, jadi ini semacam gotong royong bersama,” ujarnya.

Ia berharap pengerukan ini dapat menjadi solusi jangka panjang agar nelayan dapat kembali fokus mencari rezeki tanpa dihantui kekhawatiran kapal kandas.

“Kalau alur ini tertutup, rezeki kami juga tertutup. Karena ini pintu, pintu rezeki. Semoga nanti kapal bisa masuk dengan mudah, karena memang ada bulan-bulan tertentu yang airnya kecil,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Air Kantung, Edo Meirdianno, menuturkan bahwa pendangkalan Muara Air Kantung terjadi akibat faktor alam, terutama proses pasang surut dan gelombang tinggi yang membawa material pasir hingga menutup sebagian alur. Proses tersebut berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius, sehingga semakin mengganggu aktivitas masyarakat.

Edo menegaskan bahwa bukan hanya nelayan yang memanfaatkan alur tersebut. Banyak pekerja laut lainnya yang juga melalui muara tersebut untuk kebutuhan pekerjaan sehari-hari.

“Pengguna alur muara itu banyak sebenarnya ya. Para pekerja dan lain sebagainya. Jadi saya pikir warga Air Kantung, warga Parit Pekir, ada juga warga Nelayan Dua, Nelayan Satu, dan warga manapun yang pengguna alur muara ini sangat terganggu dengan penyempitan muara yang terjadi di Air Kantung itu, termasuk aktivitas ekonomi yang sangat terganggu,” ujarnya.

Ia turut menyebutkan bahwa para nelayan sering mengalami kesulitan saat ingin berlabuh pada malam hari. Tidak jarang, mereka harus menunggu berjam-jam karena kapal tidak dapat masuk akibat dangkalnya alur.

“Ada cerita nelayan yang malam datang mau berlabuh tapi enggak bisa masuk,” katanya.

Bahkan, menurut Edo, sejumlah warga memilih menggunakan jalur lain seperti Pelabuhan Pangkal Balam yang jaraknya lebih jauh. Kondisi itu berdampak pada menurunnya aktivitas ekonomi lokal, termasuk pendapatan dari parkir kapal dan jasa terkait lainnya.

Edo mengapresiasi langkah cepat PT TIMAH Tbk yang merespons keluhan masyarakat dengan menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan. Meski pengerukan menggunakan excavator bukan solusi permanen, namun ia menilai tindakan tersebut sangat membantu aktivitas masyarakat dalam jangka pendek.

“Saya pikir PT TIMAH Tbk sudah melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Bergerak cepat, merespon permintaan masyarakat, meski pengerukan muara menggunakan PC bukan solusi utama sebenarnya. Namun memang sekarang ini belum ada yang bergerak serius untuk pembenahan muara. Jadi apa yang dilakukan PT TIMAH Tbk benar-benar sangat membantu masyarakat, paling tidak masyarakat bisa keluar masuk muara ini dengan baik, dengan lancar, walaupun bukan solusi terbaik,” tutupnya.

Pengerukan ini diharapkan dapat menjadi awal dari upaya jangka panjang untuk mengembalikan fungsi Muara Air Kantung sebagai jalur vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Sungailiat. Dengan akses yang kembali lancar, para nelayan dapat kembali bekerja dengan lebih aman dan efisien. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *