Aksi Memanas di PN Pangkalpinang: Sekber Ormas, OKP, dan LSM Tuntut Batara CS Angkat Kaki

Massa Kepung Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Batara CS Diusir karena Aksi “Ngamen” Dinilai Mengganggu

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Ratusan massa yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Pangkalpinang pada Selasa (25/11/2025) pagi. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap keberadaan kelompok Batara CS yang dituding melakukan tindakan provokatif saat proses persidangan berlangsung. 

Massa yang memadati area gerbang pengadilan menyatakan bahwa aksi “ngamen” yang dilakukan Batara CS di sekitar PN Pangkalpinang dianggap sebagai bentuk tekanan terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Aksi tersebut berkaitan dengan persidangan terdakwa Hellyana dalam perkara dugaan penipuan tagihan hotel, yang kini tengah menyita perhatian publik.

banner 336x280

Teriakan massa menggema di depan pengadilan. “Usir Batara dari Pangkalpinang!” dan “Batara! Jangan ganggu proses persidangan di PN Pangkalpinang!” terdengar bergantian dari pengeras suara. Peserta aksi menyebut kehadiran Batara CS bukanlah aksi spontanitas, melainkan diduga sudah direncanakan dengan baik oleh pihak tertentu.

Dalam orasi yang disampaikan, massa menuding adanya pihak yang berada di balik aksi pengumpulan 22 juta koin oleh Batara CS. Nama Andi Kusuma muncul sebagai sosok yang dicurigai terlibat dalam koordinasi kegiatan tersebut.

Woi Andi Kusuma, keluar dari PN! Jangan jadi pengecut bersembunyi di dalam! Kau salah satu dalangnya!” teriak orator lapangan, memancing sorakan dari peserta aksi.

Situasi di depan PN Pangkalpinang sempat memanas ketika Batara CS kembali melakukan aksi “ngamen” di sekitar area pengadilan. Massa yang melihat keberadaan mereka langsung bereaksi keras dan mendorong kelompok tersebut menjauh. Untuk mencegah bentrokan, aparat kepolisian yang berjaga segera bergerak cepat mengamankan Batara CS ke tempat yang lebih aman.

Pihak kepolisian juga memperketat pengamanan di area PN Pangkalpinang guna memastikan aksi yang berlangsung tetap tertib. Puluhan personel disiagakan di pintu gerbang dan area sekitar untuk memantau pergerakan massa serta mencegah tindakan anarkis. Petugas kepolisian terlihat berkoordinasi dengan koordinator lapangan (korlap) aksi untuk menjaga kondisi tetap terkendali.

Korlap aksi turut aktif menenangkan peserta agar tidak terpancing emosi, mengingat lokasi aksi berada di kawasan strategis yang membutuhkan suasana kondusif.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi secara damai. Jangan sampai ada tindakan yang melanggar hukum,” seru korlap melalui pengeras suara. Seruan tersebut disambut baik oleh massa yang perlahan meredam tensi.

Meski demikian, kecewaan massa terhadap dugaan upaya intervensi terhadap persidangan tetap menjadi fokus utama tuntutan mereka. Mereka menegaskan bahwa semua pihak harus menghormati proses hukum dan tidak melakukan tindakan yang dapat memengaruhi independensi majelis hakim. Aksi yang dilakukan Batara CS dianggap berpotensi mengganggu objektivitas jalannya persidangan.

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu menjadi pesan kuat kepada semua pihak agar tidak menciptakan tekanan dalam bentuk apa pun terhadap proses yang sedang berjalan di PN Pangkalpinang. Massa menyampaikan bahwa persidangan harus berlangsung secara bebas, transparan, dan tidak terpengaruh oleh gerakan-gerakan yang tidak berkaitan dengan substansi perkara.

Aparat pengadilan maupun pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden pengusiran Batara CS, namun aksi damai tersebut berjalan hingga selesai tanpa terjadi bentrokan fisik. Setelah penyampaian orasi terakhir, massa membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawasan aparat.

Aksi kali ini memperlihatkan ketegasan masyarakat sipil dalam menjaga marwah lembaga peradilan. Mereka menegaskan akan terus memantau jalannya persidangan Hellyana serta memastikan tidak ada pihak yang mencoba memanipulasi atau mengintervensi proses hukum di PN Pangkalpinang.

“Ini pengadilan, bukan panggung aksi provokasi,” ujar salah satu peserta aksi sebelum meninggalkan lokasi. (Sandy Batman/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *