Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Anak SD Diduga Bunuh Diri karena Rp10 Ribu, Mahfud: Negara Gagal Lindungi yang Rentan

Anak SD Diduga Bunuh Diri karena Rp10 Ribu, Mahfud: Negara Gagal Lindungi yang Rentan

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyoroti keras dugaan kasus bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang disebut terjadi karena korban tidak memiliki uang Rp 10.000 untuk membeli buku dan pena. Menurut Mahfud, tragedi tersebut mencerminkan kegagalan serius dalam tata kelola sistem perlindungan sosial di Indonesia. Rabu (18/2/2026)

Pernyataan itu disampaikan Mahfud dalam podcast di kanal YouTube pribadinya. Dalam tayangan bertajuk “Hakim Ditangkap, Polisi Terseret Narkoba, Ada Apa dengan Negara Ini?”, Mahfud menilai negara seharusnya mampu mencegah tragedi kemiskinan ekstrem yang menimpa anak-anak.

“Tata kelola, sistem perlindungan sosial kita ini enggak beres. Betapa banyak dana bantuan sosial yang sering dikatakan 80 persen salah sasaran. Terus, ngurus apa negara ini? Sampai ada anak mau beli potlot (pensil), enggak bisa,” ujar Mahfud dalam podcast tersebut.

Kasus tragis itu terjadi di Kabupaten Ngada, wilayah yang dikenal masih menghadapi tantangan kemiskinan struktural dan keterbatasan akses pendidikan di sejumlah daerah terpencil. Dugaan bahwa korban nekat mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah memicu keprihatinan luas di masyarakat.

Mahfud menilai persoalan tersebut bukan semata-mata akibat kemiskinan keluarga korban, melainkan kegagalan sistem negara dalam mendeteksi kerentanan sosial secara dini. Ia menekankan bahwa berbagai program bantuan sosial seharusnya mampu menjangkau kelompok paling rentan, terutama anak-anak usia sekolah.

Menurut dia, selama ini penyaluran bantuan sosial sering kali tidak tepat sasaran. Bahkan, ia menyinggung adanya praktik di mana bantuan justru diterima oleh pihak yang tidak berhak.

“Sementara kita tahu bantuan sosial itu banyak yang malah lari ke orang yang tidak berhak. Banyak juga yang lari ke pejabat. Terus gimana yang begini-gini?” kata Mahfud.

Ia menegaskan bahwa negara harus memiliki mekanisme pengawasan yang kuat agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Tanpa sistem yang akurat, tragedi serupa berpotensi terus terjadi.

Selain soal bantuan sosial, Mahfud juga menyinggung kebijakan administrasi layanan kesehatan yang dinilai kurang terkoordinasi. Ia mencontohkan persoalan penataan ulang data kepesertaan BPJS yang pernah menyebabkan warga miskin kesulitan mengakses layanan kesehatan rutin.

Mahfud menyebut kebijakan tersebut berdampak langsung pada pasien kronis yang bergantung pada layanan kesehatan berkelanjutan.

“Orang miskin yang seharusnya cuci darah itu ditutup, harus daftar ulang. Kan harusnya diantisipasi. Jutaan orang perlu layanan itu,” ujarnya, merujuk pada kebijakan di BPJS Kesehatan.

Ia menilai kebijakan administratif tidak boleh mengabaikan kondisi riil masyarakat miskin yang sering kali tidak memiliki kemampuan atau akses untuk mengurus ulang dokumen dalam waktu singkat.

Lebih jauh, Mahfud menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendeteksi kondisi warganya, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak yang berpotensi putus sekolah karena masalah ekonomi. Namun, ia juga menilai upaya daerah harus didukung koordinasi kuat dengan pemerintah pusat.

Menurutnya, pemerintah pusat tidak bisa hanya mengandalkan laporan formal, tetapi perlu memiliki sistem pemantauan aktif terhadap kondisi sosial masyarakat di lapangan.

“Harusnya pusat ada dong, monitor. Yang kayak gitu kasihan rakyat kita ini,” ujarnya.

Mahfud menilai negara seharusnya hadir terutama dalam kasus yang menyangkut hak dasar anak, termasuk pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan dasar adalah hak konstitusional yang tidak boleh terhalang oleh persoalan biaya sekecil apa pun.

Tragedi di NTT tersebut, lanjutnya, harus menjadi peringatan keras bahwa kemiskinan ekstrem masih nyata dan dapat berdampak fatal jika tidak ditangani secara sistematis.

Kasus ini juga memicu diskusi publik tentang efektivitas program bantuan sosial, validitas data penerima, serta koordinasi antarinstansi dalam melindungi kelompok rentan. Banyak pihak mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan sosial agar kejadian serupa tidak terulang.

Mahfud menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keberhasilan negara bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya melindungi warga paling lemah.

“Negara harus hadir ketika rakyat tidak mampu melindungi dirinya sendiri, apalagi anak-anak,” tegasnya.

Hingga kini, pemerintah daerah setempat dilaporkan tengah melakukan pendalaman terkait kasus tersebut, sementara publik menunggu langkah konkret pemerintah pusat dalam memperbaiki sistem perlindungan sosial nasional. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Babel dan BPJS Kesehatan Evaluasi Iuran JKN, Kolektabilitas Tembus 99,14 Persen

    Pemprov Babel dan BPJS Kesehatan Evaluasi Iuran JKN, Kolektabilitas Tembus 99,14 Persen

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Kep. Babel) bersama BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang memperkuat sinergi dalam memastikan pengelolaan dan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan tertib, tepat waktu, dan akuntabel. Jum’at (7/8/2026) Upaya tersebut dibahas dalam Forum Rekonsiliasi Iuran Pekerja Penerima Upah Pemerintah Daerah (PPU Pemda) dan Evaluasi Penerimaan Iuran […]

  • PT Timah Salurkan Rp1,5 Miliar Modal Usaha bagi 106 UMKM Lewat Program PUMK

    PT Timah Salurkan Rp1,5 Miliar Modal Usaha bagi 106 UMKM Lewat Program PUMK

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – PT Timah Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal dengan menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK). Selasa (30/9/2025) Bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Timah Tbk pada semester pertama tahun 2025 telah menyalurkan bantuan […]

  • Santri Bahrul Ulum Sungailiat Bersinar di Babel Pencak Silat Championship

    Santri Bahrul Ulum Sungailiat Bersinar di Babel Pencak Silat Championship

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT) – Delapan santri Ponpes Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat berlaga di kejuaraan pencak silat bertajuk Babel Pencak Silat Championship, pada 18-21 Juli 2025. Arenanya GOR Depati Bahrin, Pangkal Pinang. Hasilnya para ‘pendekar’ yang tergabung dalam Satria Muda Indonesia, menyabet medali di kelasnya. Selasa (22/7/2025) Kejuaraan pencak silat ini digelar Ikatan Pencak Silat […]

  • Ramadan-Lebaran 2026, BI Sediakan Ribuan Titik Penukaran Uang dan Dorong Transaksi Digital

    Ramadan-Lebaran 2026, BI Sediakan Ribuan Titik Penukaran Uang dan Dorong Transaksi Digital

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Penyediaan uang tersebut dilakukan guna memastikan kelancaran sistem pembayaran, khususnya transaksi tunai yang meningkat signifikan menjelang Lebaran. Jum’at (13/2/2026) Dari total uang yang disiapkan, sebesar Rp177 triliun dialokasikan untuk […]

  • Aparat Hanya Menonton? Truk Bermuatan Pasir Timah Ilegal Lolos dari Belitung ke Bangka

    Aparat Hanya Menonton? Truk Bermuatan Pasir Timah Ilegal Lolos dari Belitung ke Bangka

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BELITUNG) — Aksi penyelundupan pasir timah ilegal kembali terjadi. Kali ini, belasan truk bermuatan ratusan ton pasir timah ilegal terpantau melintasi Pelabuhan Tanjung Ru, Kabupaten Belitung, menuju Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, pada Selasa (5/8/2025) sore. Rabu (6/8/2025) Truk-truk tersebut terlihat mengantre untuk naik ke kapal ferry yang akan membawa mereka menyeberang ke […]

  • Pertemuan Strategis Sumsel-Babel, Jembatan Bahtera Kembali Dibahas

    Pertemuan Strategis Sumsel-Babel, Jembatan Bahtera Kembali Dibahas

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PALEMBANG) – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menerima kunjungan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, di Griya Agung Palembang pada Rabu (18/6/2025). Pertemuan ini menjadi momen penting untuk membahas kerja sama strategis antara kedua provinsi yang memiliki kedekatan budaya dan potensi ekonomi. Jumat (20/6/2025) Herman Deru mengungkapkan bahwa hubungan erat antara […]

expand_less