KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi perhatian pemerintah daerah. Antrean yang mengular hingga ke luar area SPBU bahkan memakan badan jalan dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat. Selasa (21/10/2026)
Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PT Pertamina untuk mencari solusi menyeluruh terhadap persoalan tersebut.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan pemerintah kota sejauh ini telah berupaya melakukan penertiban terhadap kendaraan yang mengantre BBM, terutama yang posisinya menghambat pengguna jalan lainnya.
Namun, langkah yang dapat dilakukan saat ini masih terbatas pada pengaturan posisi kendaraan agar antrean tidak menutup akses jalan. Pemkot belum menemukan langkah yang dinilai mampu menyelesaikan persoalan hingga ke akar penyebabnya.
“Terkait antrean BBM ini, upaya yang hanya bisa kami lakukan sementara itu menepikan agar kendaraan yang antre BBM jangan menutup jalan,” kata Saparudin, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, penanganan antrean tidak cukup hanya dengan mengatur kendaraan di sekitar SPBU. Pemerintah perlu mengetahui penyebab utama terjadinya antrean panjang, termasuk kemungkinan persoalan ketersediaan pasokan dan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.
Ketersediaan BBM Diduga Menjadi Salah Satu Penyebab
Saparudin mengakui, salah satu faktor yang diduga memicu antrean adalah kondisi ketersediaan BBM yang terkadang mengalami kelangkaan. Ketika masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar, kendaraan cenderung terkonsentrasi di SPBU yang masih menyediakan BBM.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan antrean semakin panjang, terutama apabila jumlah kendaraan yang datang tidak sebanding dengan ketersediaan bahan bakar maupun kapasitas area antrean di SPBU.
Meski demikian, penyebab pasti antrean di sejumlah SPBU Pangkalpinang masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Pemerintah kota belum memastikan apakah persoalan tersebut terutama dipicu oleh keterbatasan pasokan, peningkatan permintaan, atau faktor lain dalam distribusi BBM.
“Memang, antrean BBM ini kita belum menemukan solusinya. Karena kadang-kadang BBM-nya juga langka sehingga mereka mengantre. Ada yang membeli BBM untuk keperluan yang lain, macam-macam,” ujar Saparudin.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih membutuhkan data dan penjelasan lebih lanjut untuk memahami pola konsumsi BBM masyarakat serta penyebab kendaraan harus mengantre dalam waktu lama.
Pemkot Akan Koordinasi dengan Pemprov dan Pertamina
Untuk mencari penyelesaian, Pemkot Pangkalpinang berencana membangun koordinasi dengan pemerintah provinsi dan PT Pertamina. Langkah ini diperlukan agar persoalan antrean dapat ditangani berdasarkan kondisi pasokan dan kebutuhan BBM di lapangan.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi apakah terjadi kekurangan pasokan di SPBU tertentu, ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan, atau persoalan lain yang memengaruhi kelancaran pelayanan pengisian BBM.
Saparudin mengatakan, pemerintah kota akan membahas langkah penanganan bersama pihak terkait agar persoalan yang selama ini terjadi tidak terus berulang.
“Nanti kami akan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan juga dengan Pertamina untuk bagaimana solusi ke depannya,” katanya.
Keterlibatan Pertamina dinilai penting karena informasi mengenai distribusi dan ketersediaan BBM diperlukan untuk menentukan langkah yang tepat. Sementara itu, koordinasi dengan pemerintah provinsi diharapkan dapat memperkuat penanganan persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan energi masyarakat di wilayah Bangka Belitung.
Antrean Mengganggu Arus Lalu Lintas
Selain persoalan ketersediaan BBM, antrean yang meluber hingga ke badan jalan juga menjadi masalah yang harus segera ditangani. Kendaraan yang menunggu giliran mengisi bahan bakar berpotensi mempersempit ruang gerak pengguna jalan dan menghambat kelancaran arus lalu lintas.
Karena itu, pengaturan antrean menjadi langkah sementara yang perlu terus dilakukan sembari pemerintah mencari solusi jangka panjang.
Penanganan diharapkan tidak hanya berfokus pada penertiban kendaraan, tetapi juga memperhatikan penyebab antrean agar masyarakat dapat memperoleh BBM tanpa harus mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya.
Pemerintah kota juga perlu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai lokasi SPBU yang mengalami antrean paling panjang, waktu terjadinya kepadatan, serta jenis BBM yang paling banyak dicari masyarakat. Informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama instansi terkait.
Menunggu Solusi Menyeluruh
Pemkot Pangkalpinang berharap koordinasi dengan Pemprov Babel dan Pertamina dapat menghasilkan langkah konkret untuk mengatasi antrean panjang BBM.
Hingga saat ini, solusi menyeluruh belum ditemukan. Pemerintah masih perlu menelusuri penyebab utama persoalan sebelum menentukan kebijakan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Masyarakat pun membutuhkan kepastian ketersediaan BBM dan pelayanan pengisian yang lebih tertib. Di sisi lain, kelancaran lalu lintas harus tetap dijaga agar antrean kendaraan tidak menimbulkan persoalan baru.
Melalui koordinasi lintas instansi, Pemkot Pangkalpinang berharap persoalan antrean BBM dapat ditangani secara lebih efektif, baik dari sisi ketersediaan bahan bakar maupun pengaturan kendaraan di sekitar SPBU.
Langkah lanjutan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan Pertamina akan menjadi penentu dalam mencari jalan keluar atas persoalan yang kini dikeluhkan pengguna jalan dan masyarakat di Pangkalpinang. (Sumber : BabelNews.id, Editor : KBO Babel)














