Kabut Asap Makin Terasa di Pangkalpinang, Satgas Bergerak Tangani Titik Kebakaran

Kabut Asap Selimuti Pangkalpinang, Wali Kota: Ada Asap Kiriman dari Luar Daerah

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah sejumlah kasus kebakaran lahan yang muncul di wilayah kota maupun daerah sekitar. Senin (28/9/2026)

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengatakan, kabut asap yang dirasakan masyarakat tidak seluruhnya berasal dari kebakaran lahan di dalam wilayah Kota Pangkalpinang. Menurutnya, terdapat pula asap kiriman dari kebakaran lahan di kabupaten lain yang terbawa angin menuju wilayah kota.

banner 336x280

“Memang kita di Kota Pangkalpinang terjadi beberapa kebakaran lahan. Tapi juga ada asap kiriman dari luar, kebakaran di kabupaten lain yang juga masuk ke Pangkalpinang, juga asap kiriman angin dari Kalimantan ya,” kata Saparudin, Senin (28/9/2026)

Untuk mengantisipasi dampak kebakaran lahan sekaligus mencegah api meluas, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah membentuk satuan tugas (Satgas) yang melibatkan berbagai unsur terkait.

Saparudin memastikan Satgas tersebut masih aktif bekerja di lapangan. Tim melakukan penanganan setiap laporan kebakaran lahan yang disampaikan masyarakat melalui sejumlah kanal pengaduan.

Menurutnya, laporan masyarakat dapat diterima melalui Polresta Pangkalpinang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Satgas aktif. Mereka terus melakukan pemadaman atas laporan-laporan masyarakat,” ujarnya.

Satgas penanganan kebakaran lahan tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum. Di dalamnya terdapat Pemerintah Kota Pangkalpinang, BPBD, Satpol PP, Polresta Pangkalpinang, Kejaksaan Negeri (Kejari), Kodim, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Keterlibatan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dalam menangani laporan kebakaran, terutama ketika kondisi di lapangan membutuhkan penanganan secara cepat.

Selain personel, pemerintah juga menyiapkan sejumlah posko yang digunakan untuk mendukung koordinasi dan penanganan kebakaran lahan.

“Poskonya kita gunakan yang ada di Damkar, juga posko yang di BPBD,” kata Saparudin.

Posko tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengoordinasikan informasi mengenai kejadian kebakaran dan mengerahkan petugas ke lokasi yang membutuhkan penanganan.

Pembakaran Lahan Mulai Berkurang

Saparudin mengatakan, aktivitas pembakaran lahan di wilayah Pangkalpinang dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan penurunan.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah memberikan imbauan sekaligus penegasan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

“Hari-hari terakhir ini kayaknya sudah semakin berkurang pembakarannya, karena kemarin kita sudah semakin menegaskan kepada masyarakat agar jangan melakukan pembakaran terhadap lahan-lahan mereka,” tuturnya.

Meski laporan pembakaran lahan mulai berkurang, pemerintah tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca yang kering dapat membuat lahan lebih mudah terbakar dan menyebabkan api cepat menjalar ke area lainnya.

Pembakaran lahan yang tidak terkendali juga berpotensi menambah konsentrasi asap di udara. Apalagi, kondisi angin dapat membawa asap dari satu wilayah menuju wilayah lain.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan dengan cara membakar lahan untuk membersihkan area, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Satgas Tetap Siaga

Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan penanganan kebakaran lahan tetap dilakukan dengan melibatkan Satgas gabungan. Laporan masyarakat menjadi salah satu sumber informasi penting bagi petugas untuk mengetahui lokasi kebakaran dan segera melakukan penanganan.

Keberadaan Satgas juga menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah menghadapi potensi kebakaran lahan yang dapat meningkat ketika kondisi cuaca kering berlangsung.

Di tengah masih munculnya kabut asap, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Warga juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan agar dapat ditangani sebelum meluas.

Penanganan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan turut menjadi faktor penting dalam mencegah bertambahnya titik kebakaran.

Dengan tetap aktifnya Satgas dan dukungan masyarakat, Pemerintah Kota Pangkalpinang berupaya menekan potensi kebakaran lahan sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir masih dirasakan di sejumlah wilayah kota. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *