KBOBABEL.COM (BANGKA SELATAN) – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung masih mendalami penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah warga di Dusun Serdang, Kabupaten Bangka Selatan, pada Sabtu (10/10/2026). Kamis (15/10/2026)
Penyelidikan dilakukan tim Identifikasi (Inafis) Polda Babel bersama personel Polres Bangka Selatan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang melanda permukiman warga tersebut.
Hingga Rabu (14/10/2026), proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi berupaya mengumpulkan informasi dan mendalami kondisi di lokasi kejadian guna memastikan sumber awal api serta bagaimana kebakaran dapat meluas hingga menghanguskan ratusan rumah.
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Agus Sugiyarso, mengatakan tim gabungan masih bekerja secara intensif untuk mengungkap penyebab peristiwa tersebut.
“Kita masih melakukan pendalaman, tim Inafis Polda Bangka Belitung dan Polres Bangka Selatan masih melakukan penyelidikan secara intensif,” ujar Agus Sugiyarso, Rabu (14/10/2026).
Diduga Berawal dari Lahan Gambut
Dalam penyelidikan sementara, kepolisian menduga kebakaran permukiman warga dipicu oleh api yang berasal dari lahan gambut di sekitar wilayah terdampak.
Lahan yang diduga terbakar tersebut diperkirakan memiliki luas sekitar 8,3 hektare. Api kemudian diduga merambat dari kawasan tersebut hingga mencapai rumah-rumah penduduk.
“Dugaan api berasal dari kebakaran lahan gambut seluas kurang lebih 8,3 hektare, yang merambat ke permukiman warga,” kata Agus.
Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu dipastikan melalui hasil penyelidikan kepolisian. Penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan sebelum proses pendalaman selesai dilakukan.
Kondisi lahan gambut menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran karena api dapat bertahan di dalam lapisan tanah dan berpotensi kembali muncul apabila proses pemadaman tidak dilakukan secara menyeluruh.
Tim Gabungan Lakukan Pendinginan
Selain penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran, personel gabungan juga masih berada di lokasi guna melakukan pendinginan dan mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan terdampak tetap aman serta mencegah api kembali menyebar ke permukiman warga.
Agus menegaskan, tim gabungan masih melakukan upaya pendinginan di lokasi kebakaran sebagai bagian dari penanganan pascakejadian.
“Iya saat ini tim gabungan masih di lokasi melakukan pendinginan, sebagai langkah antisipasi agar tidak ada titik api lagi yang muncul,” ungkapnya.
Upaya pendinginan menjadi penting mengingat dugaan sumber api berkaitan dengan lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah.
Penyebab Kebakaran Masih Menunggu Hasil Penyelidikan
Kebakaran di Dusun Serdang menjadi perhatian karena dampaknya yang besar terhadap permukiman dan kehidupan masyarakat setempat. Ratusan rumah dilaporkan hangus, sehingga warga terdampak menghadapi kebutuhan pemulihan tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari.
Penyelidikan kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber api dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kebakaran meluas.
Sementara itu, langkah pendinginan terus dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya titik api baru di sekitar lokasi kejadian.
Hingga Rabu (14/10/2026), Polda Babel belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab kebakaran. Dugaan api berasal dari lahan gambut seluas sekitar 8,3 hektare masih menjadi bagian dari proses pendalaman.
Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi kebakaran susulan, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut dan vegetasi kering. Penanganan menyeluruh serta hasil penyelidikan yang akurat diperlukan untuk mengetahui penyebab kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi pencegahan kebakaran serupa di masa mendatang. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)














