KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Bangka Belitung melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam, Senin (21/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor KSOP Kelas IV Pangkalbalam tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara organisasi pers dan instansi pemerintah. Selain membahas sinergi dalam penyampaian informasi publik, pertemuan juga menyoroti informasi mengenai aktivitas pertambangan di sekitar alur pelayaran Pangkalbalam.
Rombongan DPD PJS Babel dipimpin Ketua Agus Eko dan Sekretaris Muhamad Zen bersama sejumlah jajaran pengurus. Kedatangan rombongan diterima langsung Kepala KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Syaiful Anwar, S.IP., MM., di ruang rapat kantor KSOP Pangkalbalam.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kedua pihak berdiskusi mengenai pentingnya komunikasi yang terbuka antara pers dan instansi pemerintah, khususnya dalam menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Ketua PJS Babel Agus Eko menyampaikan apresiasi kepada Kepala KSOP Pangkalbalam yang telah menerima audiensi tersebut.
Menurut Agus, silaturahmi diperlukan untuk membangun hubungan yang baik antara organisasi pers dengan instansi pemerintah. Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus dikembangkan melalui sinergi dalam menjalankan fungsi masing-masing.
“Tujuan kami bersilaturahmi agar kita saling mendukung dan mengetahui apa yang perlu kita sinergikan agar tercipta hubungan yang baik antara instansi dengan pers. Kalau bisa kita besar bersama dan berjalan bersama demi keharmonisan dan kesuksesan, mengapa tidak kita lakukan. Tidak ada instansi maupun organisasi yang sempurna,” ujar Agus Eko.
Ia menegaskan, pers memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sementara instansi pemerintah memiliki tugas dan kewenangan sesuai bidangnya. Karena itu, komunikasi menjadi salah satu bagian penting untuk memastikan informasi publik dapat tersampaikan secara baik.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PJS Babel Muhamad Zen menyampaikan sejumlah masukan kepada KSOP Pangkalbalam. Salah satu yang menjadi perhatian adalah informasi mengenai keberadaan Ponton Isap Produksi (PIP) yang disebut berada di sekitar alur pelayaran kapal.
Menurut Zen, informasi tersebut perlu mendapat perhatian karena keberadaan aktivitas di sekitar jalur pelayaran berkaitan dengan aspek keselamatan dan kelancaran pergerakan kapal.
Zen mempertanyakan langkah yang akan dilakukan KSOP dalam menindaklanjuti informasi tersebut. Ia berharap laporan mengenai aktivitas pertambangan di sekitar alur kapal dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
“Jangan sampai terjadi musibah baru laporan ditindaklanjuti. Dengan ini kita berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti,” kata Zen.
Menanggapi masukan tersebut, Kepala KSOP Kelas IV Pangkalbalam Syaiful Anwar menyampaikan terima kasih kepada PJS Babel atas informasi yang diberikan.
Syaiful mengatakan, informasi mengenai dugaan aktivitas pertambangan di sekitar alur pelayaran akan ditindaklanjuti. KSOP juga akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang memiliki kewenangan dan keterkaitan dengan aktivitas di wilayah perairan tersebut.
“Laporan adanya aktivitas pertambangan di alur kapal akan kita tindak lanjuti. Kita juga akan berkoordinasi dengan PT Timah, Polairud, Lanal Babel serta instansi terkait,” ujar Syaiful.
Koordinasi lintas instansi tersebut dinilai penting untuk memastikan informasi yang diterima dapat ditangani sesuai ketentuan dan kewenangan masing-masing pihak. Terlebih, alur pelayaran merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas transportasi laut dan kegiatan kepelabuhanan.
KSOP sebagai instansi yang memiliki tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan keselamatan serta pelayanan kepelabuhanan di wilayah kerjanya diharapkan dapat memastikan kondisi alur pelayaran tetap mendukung kelancaran lalu lintas kapal.
Syaiful juga mengapresiasi komunikasi yang dibangun PJS Babel melalui kegiatan audiensi tersebut. Menurutnya, komunikasi antara pers dan instansi pemerintah diperlukan untuk mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat.
Pertemuan antara PJS Babel dan KSOP Kelas IV Pangkalbalam kemudian ditutup dengan foto bersama jajaran KSOP Pangkalbalam dan pengurus DPD PJS Babel.
Silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi dapat menjadi awal komunikasi yang berkelanjutan antara organisasi pers dan KSOP Pangkalbalam.
Ke depan, sinergi tersebut diharapkan dapat membantu penyampaian informasi publik secara lebih terbuka, khususnya informasi yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran, aktivitas kepelabuhanan, serta berbagai kegiatan di wilayah perairan Pangkalbalam.
Bagi PJS Babel, komunikasi dengan instansi terkait juga menjadi bagian dari upaya menjalankan peran pers dalam menyampaikan informasi yang relevan kepada masyarakat. Sementara bagi KSOP Pangkalbalam, masukan dari masyarakat maupun insan pers dapat menjadi bahan untuk melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap berbagai persoalan di wilayah kerja kepelabuhanan.
Dengan komunikasi yang terus dibangun, PJS Babel dan KSOP Pangkalbalam diharapkan dapat menjaga hubungan kelembagaan sekaligus mendukung penyampaian informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik dan keselamatan aktivitas pelayaran di Pangkalbalam. (Muhamad Zen)














