KBOBABEL.COM (KUPANG) — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp570.864.000 untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa Flores. Senin (14/9/2026)
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani bersama pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, serta sejumlah mitra dan pelaku usaha di Babel terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Bantuan diserahkan secara langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Babel Fery Afriyanto yang mewakili Gubernur Hidayat Arsani, di Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari I Nomor 52, Oebobo, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Kamis (10/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Fery didampingi Wakil Bupati Belitung Syamsir, Kepala Biro Umum Setda Provinsi Babel Abang Evan Savitri, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Babel Agus Afandi, Kepala Dinas Perhubungan Babel Renal Winanta, serta perwakilan PLN Babel Ardiansyah dan Yudi R.D.
Bantuan diterima langsung Wakil Gubernur NTT Irjen Pol (P) Johni Asadoma. Ia didampingi Sekda Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo dan Plh. Kaban Keuangan Provinsi NTT Yohanes Oktovianus.
Pj. Sekda Babel Fery Afriyanto mengatakan, kehadiran pemerintah dan masyarakat Babel di NTT merupakan wujud nyata solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Menurut Fery, bantuan yang disalurkan memang tidak akan mampu menutup seluruh kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, kehadiran Babel diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat NTT tidak menghadapi bencana seorang diri.
“Kami datang membawa bantuan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Mungkin bantuan ini tidak sebanding dengan seluruh kebutuhan masyarakat yang terdampak, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa saudara-saudara kami di NTT tidak sendiri. Kami ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat Flores,” kata Fery.
Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak semata-mata dilihat dari nominal yang disalurkan. Di balik bantuan itu terdapat pesan persaudaraan dan kepedulian antardaerah yang selama ini telah memiliki hubungan sejarah.
Babel dan NTT, kata Fery, mempunyai ikatan sejarah melalui sosok Pahlawan Nasional Depati Amir. Tokoh asal Bangka Belitung tersebut pernah diasingkan ke Kupang dan menjadi bagian penting dari sejarah hubungan kedua daerah.
Depati Amir kemudian dimakamkan di Kompleks Pemakaman Muslim Batu Kadera, Kelurahan Airmata, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, NTT.
Menurut Fery, keberadaan makam Depati Amir di Kupang menjadi salah satu pengingat kuat mengenai hubungan sejarah antara masyarakat Bangka Belitung dan NTT.
“Bagi kami, Bangka Belitung dan NTT bukan hanya terhubung karena sama-sama berada dalam satu negara, tetapi juga memiliki ikatan sejarah dan persaudaraan. Depati Amir menjadi bagian penting dari sejarah yang menghubungkan Bangka Belitung dengan NTT,” ujarnya.
Karena itu, Fery menilai kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan persaudaraan tersebut.
“Ketika saudara-saudara kami di Flores mengalami musibah, sudah sepatutnya kami hadir memberikan dukungan,” katanya.
Ia menambahkan, sejarah tidak cukup hanya dikenang melalui berbagai catatan masa lalu. Nilai persaudaraan yang lahir dari sejarah tersebut juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, khususnya ketika salah satu daerah menghadapi bencana.
“Sejarah telah menghubungkan kita, dan hari ini kepedulian menjadi cara kita merawat hubungan tersebut. Ketika saudara kita mengalami kesulitan, kita hadir untuk saling menguatkan,” tutur Fery.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak serta membantu meringankan beban selama proses pemulihan pascabencana.
“Semoga bantuan ini bermanfaat, meringankan beban masyarakat terdampak, dan semakin mempererat persaudaraan antara Bangka Belitung dan NTT,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Babel, Gubernur Hidayat Arsani, pemerintah kabupaten/kota, PLN, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah ikut memberikan bantuan.
Menurut Johni, perhatian dari pemerintah dan masyarakat daerah lain memiliki arti penting bagi NTT yang sedang menghadapi dampak bencana gempa Flores.
“Pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Babel, jajaran pemerintah daerah, PLN, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat kami yang terdampak bencana gempa Flores,” ujar Johni.
Ia menilai nilai bantuan yang diserahkan tidak hanya dapat dilihat dari jumlah rupiahnya. Bantuan tersebut menjadi simbol solidaritas dan kepedulian antarsesama masyarakat Indonesia.
“Bantuan yang diserahkan hari ini sangat berarti bagi kami. Nilainya bukan sekadar angka, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian, solidaritas, dan rasa persaudaraan,” ungkapnya.
Johni menyebut dukungan dari berbagai daerah dapat menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat NTT dalam menghadapi masa sulit dan menjalani proses pemulihan.
“Di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah, dukungan seperti ini memberikan kekuatan dan semangat bahwa masyarakat NTT tidak sendiri dalam menghadapi bencana,” katanya.
Pemprov NTT, lanjut Johni, akan memastikan bantuan tersebut dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat maupun pihak yang terdampak dan membutuhkan.
Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, perangkat daerah, serta pihak terkait di lapangan untuk menentukan penyaluran bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami menerima bantuan ini dengan penuh rasa syukur dan terima kasih. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, perangkat daerah, dan pihak terkait di lapangan untuk memastikan bantuan ini dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelas Johni.
Ia juga memastikan bantuan yang diterima akan dijaga amanahnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
“Prinsip kami, bantuan yang datang dari saudara-saudara kita harus sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Karena itu, kami akan memastikan bantuan ini digunakan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.
Bantuan senilai Rp570.864.000 tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai unsur di Bangka Belitung. Selain berasal dari Gubernur dan jajaran ASN Pemprov Babel, dukungan juga diberikan Wali Kota beserta jajaran ASN dan masyarakat Kota Pangkalpinang serta Bupati beserta jajaran ASN Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.
Sejumlah perusahaan dan mitra usaha di Babel turut mengambil bagian dalam penggalangan bantuan. Di antaranya PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung, IKM Babel, Budi Wijaya, Budiono Widodo (BW Group), PT Gunung Sawit Bina Lestari, PT Mutiara Agrosejahtera, PT Gunung Maras Lestari, PT Prima Bundiarta Nusa, PT Karya Emas Multisani, PT Wijaya Mandiri Teknik Kreasi, PT Belitung Sand Mining, PT Mentari Sawit Makmur, PT Fenyen Agro Lestari (FAL), Hiswana Migas, serta PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM).
Dukungan juga datang dari mitra PKS DPKP, yakni PT Sawindo Kencana, PT Putra Bangka Mandiri, PT Bangka Agro Mandiri, Tata Hamparan Eka Persada, PT Swarna Nusa Sentosa, PT Payung Mitrajaya Mandiri, dan PT Mitra Agro Sembada.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Solidaritas juga dapat dibangun melalui keterlibatan masyarakat dan dunia usaha.
Pemprov Babel berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa. Selain membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam masa pemulihan, penyaluran bantuan juga diharapkan menjadi momentum memperkuat hubungan persaudaraan antara Bangka Belitung dan NTT.
Bagi Babel, solidaritas tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata dalam merawat hubungan sejarah yang telah terjalin melalui perjalanan hidup Depati Amir. Sementara bagi NTT, dukungan dari masyarakat daerah lain menjadi tambahan kekuatan untuk bangkit dan memulihkan kondisi masyarakat setelah bencana.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian lintas daerah, Pemprov Babel menegaskan komitmennya untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk ketika bencana terjadi di luar wilayah Bangka Belitung.
Penyaluran bantuan ke NTT ini pun menjadi gambaran bahwa nilai kemanusiaan dan persaudaraan dapat melampaui batas wilayah administratif. Ketika masyarakat menghadapi musibah, kepedulian dan solidaritas menjadi kekuatan bersama untuk membantu proses pemulihan. (Mung Harsanto/KBO Babel)














