
KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Provinsi Terbaik atas Penilaian Rasio Tertinggi Film Pendek Jaga Desa tingkat provinsi tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam seremoni resmi yang berlangsung di Grand Ballroom Fairmont, kawasan Gelora Senayan, Jakarta, Minggu (19/4/2026). Senin (20/4/2026)
Penghargaan itu diberikan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal, Yandri Susanto, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mendorong transparansi, edukasi publik, serta penguatan tata kelola pemerintahan desa melalui pendekatan kreatif dan inovatif.

Program Film Pendek Jaga Desa merupakan bagian dari gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan aparatur desa terhadap pentingnya pengelolaan dana desa yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan. Melalui media film pendek, pesan-pesan edukatif disampaikan secara lebih komunikatif dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Hidayat Arsani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat desa, hingga masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam menyukseskan program Jaga Desa.
“Kami sangat bahagia dan bersyukur mendapatkan penghargaan ini. Harapan kami ke depan, seluruh pihak semakin aktif dan bersemangat dalam memperkuat program Jaga Desa Jaga Indonesia,” ujar Hidayat.
Selain menjabat sebagai gubernur, Hidayat juga merupakan Ketua DPD Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kapasitas tersebut, ia menilai peran ABPEDNAS sangat strategis dalam mendampingi pemerintah desa, khususnya dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hasyim Djojohadikusumo, turut memberikan apresiasi terhadap capaian yang diraih dalam implementasi program Jaga Desa atau Jaksa Garda Desa. Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat desa menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
Menurut Hasyim, ABPEDNAS memiliki peran penting dalam membantu pengawasan berbagai program strategis nasional di tingkat desa. Ia mencontohkan, pendampingan terhadap program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mencegah potensi penyimpangan.
“Saya melihat tujuan ABPEDNAS sangat baik, yaitu ikut mendampingi pemerintah dalam mengawasi program-program kunci, termasuk memastikan mutu dan pelaksanaan program berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.
Selain itu, Hasyim juga mendorong ABPEDNAS untuk terus bersinergi dengan aparat penegak hukum, seperti kejaksaan dan kepolisian, dalam menjaga stabilitas keamanan di desa. Ia menekankan pentingnya mengantisipasi berbagai tantangan sosial, termasuk isu intoleransi yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak ABPEDNAS untuk bekerja sama dengan Kejaksaan dalam memberikan pelatihan kepada perangkat desa terkait tata kelola pemerintahan yang baik. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah potensi pelanggaran hukum serta meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam menjalankan tugasnya.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pembina ABPEDNAS yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin, menjelaskan bahwa program Jaga Desa merupakan bentuk nyata komitmen dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas.
Ia menyatakan bahwa penghargaan yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih, tetapi juga sebagai motivasi bagi seluruh daerah untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam gerakan Jaga Desa dan Jaga Indonesia.
“Apresiasi ini bukan hanya memberikan penghargaan kepada pihak yang berprestasi, tetapi juga menginspirasi gerakan Jaga Desa dan Jaga Indonesia agar semakin luas dan berdampak,” ujar Burhanuddin.
Program Jaga Desa sendiri bertujuan memastikan bahwa setiap penggunaan dana desa dilakukan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pendekatan sistem terintegrasi dan pengawasan berkelanjutan, potensi penyimpangan dapat ditekan, sekaligus melindungi aparatur desa dari risiko hukum.
Lebih jauh, program ini juga diarahkan untuk mengembalikan peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial. Dengan pengelolaan yang baik, desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Keberhasilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam meraih penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi dalam penyampaian pesan, seperti melalui film pendek, dapat menjadi sarana efektif dalam membangun kesadaran kolektif. Pemerintah Provinsi Babel pun berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program kreatif yang mendukung tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya di tingkat desa.
Dengan capaian ini, diharapkan semakin banyak daerah yang terinspirasi untuk mengadopsi pendekatan serupa, sehingga penguatan tata kelola desa dapat berjalan lebih optimal di seluruh Indonesia. (Farraz Prakasa/KBO Babel)















