KBOBABEL.COM (KOBA) – Peristiwa tragis terjadi di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Seorang balita perempuan berinisial K.S. (3), warga Desa Nibung, meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kolong bekas tambang timah yang berada di depan Sekolah Luar Biasa (SLB) Simpang Jongkong, RT 013, Kelurahan Simpang Perlang, Jumat (10/7/2026) siang. Sabtu (11/7/2026)
Korban diduga tenggelam saat bermain air bersama dua orang temannya tanpa pengawasan orang dewasa. Meski sempat dilakukan pencarian dan dilarikan ke rumah sakit, nyawa balita tersebut tidak berhasil diselamatkan.
Kapolres Bangka Tengah AKBP Dr. I Gede Nyoman Bratasena melalui Kasi Humas IPDA Dedi Sudrajat membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi dan keterangan sejumlah saksi, korban bersama dua temannya mendatangi kolong bekas tambang sekitar pukul 14.00 WIB.
Ketiga anak tersebut diduga bermaksud mandi dan bermain di tepian kolong yang selama ini memang kerap dimanfaatkan warga sekitar.
“Korban bersama kedua temannya lebih dahulu mendatangi kolong sekitar pukul 14.00 WIB untuk mandi. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat korban diduga sedang bermain air bersama dua orang temannya di tepian kolong tanpa pengawasan orang dewasa,” ujar IPDA Dedi Sudrajat.
Menurutnya, saat korban tenggelam, kedua teman bermainnya panik dan segera berlari memberi tahu ibu korban yang berada tidak jauh dari lokasi.
Mendapat informasi tersebut, orang tua korban bersama sejumlah warga langsung menuju kolong dan melakukan pencarian.
Proses pencarian berlangsung dengan melibatkan masyarakat sekitar yang menyisir area tempat korban terakhir terlihat.
Tidak lama kemudian, seorang warga berhasil menemukan tubuh korban di dalam kolong.
Korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Abu Hanifah untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
“Selanjutnya orang tua korban bersama sejumlah warga segera melakukan pencarian di sekitar lokasi. Korban berhasil ditemukan oleh salah seorang warga dan langsung dievakuasi ke RS Abu Hanifah untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” jelasnya.
Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, personel Polres Bangka Tengah bersama anggota Polsek Koba langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi melakukan pengecekan lokasi, mengumpulkan informasi dari saksi-saksi, membantu proses penanganan di lapangan, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Korban diduga murni mengalami kecelakaan saat bermain di sekitar kolong bekas tambang.
Kolong Berada Dekat Permukiman
Berdasarkan pantauan di lokasi, kolong bekas tambang tersebut memiliki luas yang diperkirakan mencapai sekitar satu lapangan sepak bola.
Air kolong tampak tenang dengan warna kehijauan. Di sekelilingnya tumbuh vegetasi yang cukup lebat berupa pohon pisang, semak belukar, dan pepohonan lainnya yang menutupi sebagian tepian kolong.
Beberapa sisi kolong memiliki bibir yang landai sehingga memudahkan warga turun menuju permukaan air.
Di lokasi juga terdapat papan kayu dan batang pohon yang disusun secara sederhana sebagai pijakan menuju kolong.
Menurut warga sekitar, kolong tersebut telah lama dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti mandi, mencuci pakaian, hingga mengambil air.
Namun kondisi tersebut juga membuat lokasi menjadi sangat mudah diakses, termasuk oleh anak-anak.
Di titik lokasi korban diduga tenggelam, tepian kolong terlihat berlumpur dengan kondisi tanah yang lembek.
Permukaan daratan langsung berbatasan dengan air tanpa adanya pagar pembatas maupun rambu-rambu peringatan bahaya.
Selain itu, terdapat jalan pasir yang cukup lebar di sisi kolong yang kerap dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Lokasi kolong juga berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga sehingga anak-anak dapat mencapainya hanya dengan berjalan kaki sekitar lima hingga tujuh menit.
Kondisi inilah yang dinilai meningkatkan potensi risiko apabila tidak disertai pengawasan dari orang tua maupun pihak terkait.
Polisi Imbau Orang Tua Lebih Waspada
Atas kejadian tersebut, IPDA Dedi Sudrajat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di luar rumah.
Menurutnya, kolong bekas tambang, sungai, embung maupun perairan lainnya memiliki risiko tinggi bagi keselamatan anak-anak, terutama balita.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya dan tidak membiarkan mereka bermain maupun mandi tanpa pengawasan di area kolong, sungai ataupun perairan lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tegasnya.
Selain mengimbau masyarakat, Polres Bangka Tengah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan.
Salah satunya melalui pemasangan spanduk atau papan peringatan di sejumlah kolong bekas tambang yang berada dekat kawasan permukiman penduduk.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya yang mengintai di kawasan bekas tambang.
“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memasang spanduk imbauan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutup IPDA Dedi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya kolong bekas tambang yang masih banyak tersebar di wilayah Bangka Belitung. Meski sebagian dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, keberadaan kolong tanpa pengamanan yang memadai tetap menyimpan risiko tinggi, khususnya bagi anak-anak. Karena itu, pengawasan orang tua, edukasi kepada masyarakat, serta langkah pengamanan dari pemerintah menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)
















