Bandara Depati Amir Siapkan 11 Extra Flight Antisipasi Lonjakan Penumpang Mudik Idulfitri

Ramai! Penumpang Bandara Depati Amir Diperkirakan Capai 6.480 Orang di Puncak Arus Mudik

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Puncak arus mudik lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di Bandara Depati Amir Pangkalpinang diprediksi akan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan terjadi pada 29 Maret. Prediksi ini disampaikan untuk membantu pihak bandara, maskapai, dan masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik. Selasa (17/3/2026)

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Depati Amir Pangkalpinang, M. Syahril, mengatakan pihak maskapai telah menyiapkan langkah antisipasi berupa penambahan jadwal penerbangan (extra flight) guna mengakomodir kebutuhan penumpang.

banner 336x280

“Setelah tanggal 15 Maret, sudah mulai ada extra flight. Total ada sekitar 11 penerbangan tambahan dengan rute tujuan Cengkareng, Palembang, dan Belitung,” ujar Syahril, Selasa (17/3/2026).

Menurut Syahril, pada masa puncak musim padat (peak season) ini, frekuensi penerbangan di Bandara Depati Amir diperkirakan meningkat hingga mencapai 30 penerbangan dalam sehari. Puncak arus mudik pada tanggal 18 Maret diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 6.480 penumpang. Angka yang sama juga diprediksi akan terjadi pada arus balik tanggal 29 Maret.

Meski begitu, pihak bandara mencatat adanya sedikit penurunan volume penumpang dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Tahun ini sedikit lebih rendah, ada penurunan sekitar 1,8 persen. Hal ini dikarenakan tahun lalu jadwal kita bersamaan dengan Bandara Cengkareng sehingga jumlah extra flight tahun lalu memang lebih banyak dibanding sekarang,” jelas Syahril.

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan operasional selama puncak arus mudik, Bandara Depati Amir telah menyiagakan Posko Terpadu. Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi yang melibatkan TNI, Polri, Jasa Raharja, petugas bandara, BMKG, PMI, hingga unsur kesehatan. Posko ini berfungsi untuk memastikan keselamatan penumpang, kelancaran penerbangan, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Syahril juga mengimbau calon penumpang untuk memperhatikan kenyamanan bersama selama perjalanan. Ia menyarankan agar penumpang datang lebih awal, tidak membawa barang-barang yang dilarang dalam penerbangan, dan tetap menjaga kondisi kesehatan masing-masing.

“Kami berharap penumpang dapat datang lebih awal ke bandara. Selain itu, kami ingatkan untuk tidak membawa barang-barang yang dilarang serta tetap menjaga kesehatan,” katanya.

Salah satu pemudik, Arif, mengaku sengaja memilih mudik lebih awal untuk menghindari puncak arus mudik. Ia berencana berangkat H-1 sebelum puncak agar perjalanan lebih nyaman.

“Karena kalau puncak itu kan pasti ramai banget di bandaranya, di pesawatnya, di ruang antrinya jadi saya sengaja memang H-1 puncak,” kata Arif.

Selain langkah antisipasi penerbangan, pihak maskapai juga mengimbau calon penumpang untuk memanfaatkan layanan check-in online dan memeriksa kembali jadwal keberangkatan. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan antrean panjang di bandara dan mengurangi potensi keterlambatan.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, Bandara Depati Amir menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, termasuk ruang tunggu yang nyaman, area parkir yang luas, serta tim medis siaga. Koordinasi dengan petugas keamanan, petugas kesehatan, dan tim operasional bandara menjadi kunci kelancaran arus mudik.

Pihak maskapai juga menegaskan bahwa penumpang diimbau mematuhi protokol kesehatan dan menjaga ketertiban selama berada di area bandara. Hal ini termasuk penggunaan masker di ruang tunggu dan saat boarding pesawat.

Dengan persiapan matang, diharapkan arus mudik di Bandara Depati Amir dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh penumpang. Pemerintah daerah, pihak bandara, dan maskapai bekerja sama memastikan layanan optimal sehingga masyarakat dapat menjalani momen mudik Lebaran dengan tenang dan aman.

Puncak arus mudik yang diprediksi pada 18 Maret 2026 ini menjadi perhatian utama semua pihak, terutama untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang dan menjaga keselamatan perjalanan antar-pulau di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Jumlah penumpang yang diperkirakan mencapai 6.480 orang pada puncak arus mudik menjadi indikator penting bagi koordinasi lintas instansi agar pelayanan tetap maksimal selama musim padat. (Sumber : RRI, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *