Batara Harahap Sebut Gubernur Hidayat PHP Warga Babel, Janji Tinggal Janji

Dari Janji Bebaskan Warga hingga Program Bibit Mandek, Gubernur Hidayat Disorot

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kinerja Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani kembali menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Kali ini, sorotan datang dari Batara Harahap, aktivis yang dikenal sebagai pentolan aksi demonstrasi 6 Oktober. Melalui unggahan video berdurasi sekitar dua menit di akun TikTok @bataraharahapp, Batara secara terbuka menuding Gubernur Hidayat kerap memberi harapan palsu atau PHP kepada masyarakat Bangka Belitung. Senin (22/12/2025)

Dalam video yang diunggah Minggu (21/12/2025), Batara menyinggung janji Gubernur Hidayat kepada seorang ibu terkait pembebasan suaminya yang saat ini masih menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Sungailiat. Menurut Batara, janji tersebut hingga kini tak kunjung direalisasikan.

banner 336x280

“Janji gubernur dengan ibu-ibu mau membebaskan suaminya, tapi sampai sekarang suaminya itu masih ditahan di penjara Sungailiat,” ujar Batara dalam video tersebut.

Batara menjelaskan, suami dari ibu yang dimaksud ditangkap karena bekerja sebagai penambang timah inkonvensional (TI) di lahan milik sendiri. Penangkapan itu, kata dia, berdampak besar terhadap kehidupan keluarga yang ditinggalkan, terutama bagi anak-anak mereka.

“Masalahnya apa? Suami ibu itu kerja TI di tanah mereka sendiri, kebun mereka sendiri, ditangkap hingga ibu itu kesulitan merawat anaknya. Bahkan ada salah satu anaknya yang sampai putus sekolah. Jadi gubernur ini PHP kepada masyarakat,” ucap Batara dengan nada kesal.

Ia juga menyayangkan penegakan hukum yang dinilainya tebang pilih. Batara menilai, masyarakat kecil justru mudah ditangkap dan dipenjara, sementara aktivitas tambang besar yang diduga ilegal masih terus beroperasi tanpa tindakan tegas.

“Tambang besar yang ilegal banyak. Kalau mau ngomong ilegal, banyak yang ilegal sampai kapal isap ilegal kerja di pinggir Toboali. Kompensasi masyarakat tidak jelas, dimakan aparat-aparat penegak hukum. Berkonspirasi dengan pemerintah daerah, dan rakyat cuma dijadikan kerbau,” katanya.

Kritik terhadap Gubernur Hidayat Arsani tidak hanya datang dari aktivis. Sejumlah wartawan media online di Bangka Belitung juga menilai gaya kepemimpinan Hidayat terkesan plin plan dan reaktif terhadap kritik publik. Mereka menyebut, setiap kali muncul pemberitaan negatif, Gubernur justru terlihat panik dan mengambil keputusan yang terburu-buru.

“Wajar kalau kami sebut gubernur plin plan. Ada berita negatif sedikit panik, harusnya jangan panik, hadapi saja,” ujar salah seorang wartawan.

Ia mencontohkan kasus rangkap jabatan M Harris yang sempat ramai diberitakan. Menurutnya, Gubernur Hidayat secara mendadak berjanji akan mengganti pejabat tersebut tanpa perhitungan matang, sehingga berdampak pada terganggunya administrasi pemerintahan.

“Imbasnya media yang kerja sama terhambat pencairan karena harus bolak-balik tanda tangan. Belum lagi TPP pegawai yang terancam tak cair. Kalau ada masalah sedikit, lapor Polda lalu cabut perkara. Ini bikin masyarakat Babel makin kesal,” keluhnya.

Kekecewaan juga datang dari masyarakat Bangka Tengah, khususnya kalangan petani. Seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa kecewa terhadap program satu juta bibit kelapa genjah yang pernah dijanjikan Gubernur Hidayat.

“Gubernur banyak janji-janji. Kami sudah siapkan lahan, katanya mau ditanam bibit kelapa genjah asal Thailand. Sampai sekarang tidak ada bukti. Gubernur cuma janji-janji saja,” ujarnya dengan nada geram, Minggu (21/12/2025).

Hingga berita ini diturunkan, Gubernur Hidayat Arsani telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait berbagai kritik tersebut, namun belum memberikan tanggapan. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak terkait guna memperoleh klarifikasi resmi atas tudingan yang disampaikan oleh masyarakat dan aktivis. (Sumber : Bangka Independent, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *