KBOBABEL.COM (PALEMBANG) – Media sosial dihebohkan dengan aksi nekat seorang wanita bernama Khairun Nisya yang menyamar sebagai pramugari maskapai Batik Air dan bahkan berhasil ikut dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026 itu viral setelah sejumlah warganet membagikan foto dan cerita terkait aksi penyamaran tersebut di platform X. Jum’at (9/1/2026)
Wanita yang akrab disapa Nisya itu tampil meyakinkan layaknya seorang pramugari profesional. Ia mengenakan seragam lengkap Batik Air, rambut disanggul rapi sesuai standar awak kabin, serta membawa koper, travel bag, dan ID Card yang diduga palsu. Penampilannya membuat banyak orang tidak menaruh curiga, hingga akhirnya keberadaannya disadari oleh kru kabin.
Kasus ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun X @ndymanonball. Dalam unggahannya, pemilik akun memperingatkan adanya pramugari gadungan yang mengaku sebagai cabin crew Batik Air.
“Hati-hati FA gadungan/fake FA. Gila mbanya energinya banyak banget nyamar jadi pramugari, orang ini mengaku sebagai cabin crew,” tulis akun tersebut, Kamis, 8 Januari 2026.
Unggahan itu dengan cepat menyebar luas dan memancing reaksi publik. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana mungkin seorang pramugari gadungan bisa lolos hingga ikut terbang bersama penumpang lain dalam satu penerbangan komersial. Pertanyaan tersebut menjadi sorotan utama dalam perbincangan daring.
Menurut informasi yang beredar, kecurigaan kru kabin mulai muncul saat Nisya berinteraksi dengan awak pesawat. Sejumlah pertanyaan teknis yang diajukan kepadanya tidak dapat dijawab sesuai standar operasional prosedur (SOP) pramugari. Jawaban yang tidak konsisten tersebut membuat kru semakin waspada terhadap identitas Nisya.
Setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, kru kabin segera melaporkan temuan tersebut kepada petugas Aviation Security (Avsec). Nisya kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari situ terungkap bahwa wanita tersebut bukanlah pramugari Batik Air maupun bagian dari Lion Group.
Identitas Nisya pun mulai diketahui publik. Ia merupakan gadis berusia 23 tahun asal Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Aksi penyamarannya memicu kehebohan nasional karena menyangkut aspek keselamatan penerbangan, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terkait sistem pengamanan maskapai dan bandara.
Setelah identitasnya terbongkar dan kasus ini viral, Nisya akhirnya muncul ke publik melalui sebuah video permintaan maaf. Video tersebut beredar luas di media sosial pada Kamis, 8 Januari 2026, salah satunya diunggah akun X @B3doel___. Dalam video itu, Nisya mengakui seluruh perbuatannya.
“Saya Khairun Nisa, umur saya 23 tahun, asal saya dari Palembang. Dengan ini saya menyatakan memang benar saya melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang ke Jakarta ID 70-508 tanggal 6 Januari 2026,” ujar Nisya dalam video tersebut.
Ia juga secara terbuka mengakui bahwa dirinya bukan pramugari Batik Air, meskipun menggunakan atribut dan seragam lengkap layaknya awak kabin sungguhan. “Saya menggunakan atribut pramugari dan beserta seragamnya, dan sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air,” katanya.
Dalam pernyataannya, Nisya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak maskapai, Lion Group, serta masyarakat luas atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat aksinya. Ia menegaskan bahwa video permintaan maaf tersebut dibuat secara sadar dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.
“Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Group. Video ini saya membuat dengan pernyataan yang sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak mana pun,” ucapnya.
Meski telah menyampaikan permohonan maaf, reaksi warganet tetap beragam. Sebagian besar menyayangkan tindakan Nisya yang dinilai nekat dan berisiko, terutama karena berkaitan dengan dunia penerbangan yang menuntut tingkat keamanan tinggi.
“Ambisi yang tak tercapai,” tulis salah satu warganet.
Ada pula yang menunjukkan rasa empati, “Kasihan juga, mungkin dia sangat ingin jadi pramugari.”
Warganet lainnya memberi nasihat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Semoga ke depannya ikut tes flight attendant yang resmi ya mbak, biar kejadian ini tidak ditiru,” komentar seorang pengguna media sosial.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Batik Air maupun Lion Group terkait kronologi detail bagaimana Nisya bisa lolos hingga masuk pesawat dan ikut terbang. Namun, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak terkait agar sistem pengamanan dan verifikasi awak pesawat diperketat demi menjaga keselamatan penerbangan.
Peristiwa pramugari gadungan ini juga menjadi pengingat bahwa ambisi tanpa jalur yang benar dapat berujung pada masalah hukum dan sosial. Publik berharap kejadian ini menjadi yang terakhir, sekaligus mendorong generasi muda untuk mengejar cita-cita melalui proses yang sah dan bertanggung jawab. (Sumber : Koranbabelpos.id, Editor : KBO Babel)











