BGN Luruskan Isu Anggaran Rp 20 Triliun: Danantara Bantu Peternak, Bukan Bangun Peternakan Sendiri

Danantara Klarifikasi Proyek Rp 20 Triliun: Fokus Stabilkan Harga Ayam dan Telur Nasional

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang meluruskan informasi terkait rencana penggunaan anggaran sebesar Rp 20 triliun yang disiapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Ia menegaskan bahwa dana tersebut bukan digunakan untuk membangun peternakan milik Danantara sendiri, melainkan untuk membiayai para peternak ayam pedaging dan petelur di seluruh Indonesia. Selasa (18/11/2025)

“Jadi, anggaran sebesar Rp 20 triliun itu untuk membiayai para peternak, bukan Danantara yang membangun peternakan sendiri,” ujar Nanik dalam keterangan pers, Senin (17/11/2025).

banner 336x280

Nanik menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari ekosistem pangan terintegrasi yang dirancang untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ekosistem itu melibatkan kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor hulu dan para peternak kecil di hilir.

Menurutnya, tujuan utama program ini adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga telur serta daging ayam, dua komoditas pangan strategis yang kerap mengalami fluktuasi terutama menjelang hari besar keagamaan dan libur panjang.

“Tujuannya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga telur dan ayam,” ujar Nanik.


Fokus untuk Memenuhi Kebutuhan MBG

Lebih jauh, Nanik mengungkapkan bahwa Danantara akan mendukung pembiayaan para peternak ayam pedaging dan petelur agar pasokan pangan untuk kebutuhan MBG tersedia secara konsisten. Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang membutuhkan pasokan telur dan daging ayam dalam jumlah besar setiap hari.

“Danantara akan membiayai para peternak ayam petelur dan pedaging agar kebutuhan telur dan daging ayam untuk MBG bisa terpenuhi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pembiayaan ini diharapkan dapat mencegah kenaikan harga telur dan ayam, yang berpotensi mendorong inflasi. Dengan adanya dukungan permodalan, peternak diharapkan mampu meningkatkan produksi secara stabil tanpa terbebani biaya operasional yang tinggi.

Saat ini, menurut Nanik, rencana tersebut tengah dikaji secara mendalam oleh Danantara untuk memastikan mekanisme pembiayaan dan implementasinya dapat berjalan efektif. “Saat ini, Danantara tengah mengkaji rencana ini secara mendalam sebelum memutuskan pelaksanaan proyek,” ucapnya.


Danantara: Masih Tahap Studi

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, turut memberikan penjelasan terkait status proyek tersebut. Ia mengatakan bahwa rencana pembangunan infrastruktur pendukung program ini masih berada dalam tahap studi.

“Infrastruktur, lokasi serta jadwal pembangunan masih dalam tahap studi,” kata Dony.

Dony menekankan bahwa penyusunan rencana harus dilakukan secara teliti karena melibatkan jaringan logistik, fasilitas distribusi, dan integrasi dengan para peternak di berbagai daerah. Ia memastikan bahwa semua aspek teknis akan dikaji secara menyeluruh sebelum proyek resmi dijalankan.


Rencana Anggaran Rp 20 Triliun

Sebelumnya, Nanik telah menyampaikan bahwa BPI Danantara menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk mendukung program pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur. Namun ia kini menegaskan kembali bahwa dana tersebut tidak untuk pembangunan fasilitas peternakan oleh Danantara secara langsung, melainkan untuk mendukung para peternak kecil agar kapasitas produksinya meningkat.

Nanik menjelaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan model pembiayaan yang mengedepankan integrasi antara BUMN dan peternak rakyat, pemerintah berharap rantai pasokan daging ayam dan telur dapat lebih terkendali.

Ia juga menegaskan bahwa rencana pembangunan peternakan terintegrasi tersebut akan dimulai pada Januari 2026. Fasilitas-fasilitas yang dibangun akan berada di bawah koordinasi ekosistem pangan nasional yang dirancang untuk memperkuat produksi dalam negeri.

“Pembangunan akan dimulai pada Januari 2026 dan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menyejahterakan peternak serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Nanik.


Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan

Program pembiayaan Rp 20 triliun ini digadang-gadang akan berdampak signifikan terhadap stabilitas harga telur dan ayam yang selama ini menjadi salah satu penentu inflasi pangan. Pemerintah berharap, dengan adanya dukungan pendanaan yang cukup besar, para peternak bisa meningkatkan kapasitas secara berkelanjutan tanpa perlu khawatir akan fluktuasi harga pakan dan biaya produksi lainnya.

Selain itu, skema pembiayaan ini juga diproyeksikan meningkatkan kualitas produksi karena peternak yang mendapatkan dukungan akan diarahkan mengikuti standar budidaya yang lebih modern dan efisien, yang akan meningkatkan produktivitas serta keamanan pangan.

Proyek ini dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya menguntungkan peternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kebutuhan harian program MBG.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengawal rencana ini hingga selesai, memastikan tidak hanya ketersediaan anggaran tetapi juga kesiapan teknis dan integrasi antarlembaga. Dengan dukungan Danantara dan skema pembiayaan yang lebih terarah, pemerintah optimistis kebutuhan telur dan daging ayam nasional dapat terpenuhi tanpa gejolak harga yang berarti. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *