BNI Sumbang 15 Tong Sampah, Pangkalpinang Genjot Gerakan Kota Bersih

Pangkalpinang Makin Bersih, BNI Sumbang 15 Tong Sampah di 3 Ruang Publik

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara (BUMN). Jum’at (4/9/2026)

Salah satu bentuk dukungan tersebut datang dari Bank Negara Indonesia (BNI) yang menyerahkan sebanyak 15 unit tong sampah untuk ditempatkan di sejumlah ruang publik di Kota Pangkalpinang.

banner 336x280

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan sarana kebersihan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah di ruang-ruang yang menjadi fasilitas bersama.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, mengatakan bantuan dari BNI merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dengan stakeholder dalam mendukung program kebersihan kota.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya BUMN, diperlukan agar program Gerakan Indonesia Asri dan Pangkalpinang Bersih dapat berjalan lebih optimal.

“Sore ini juga menerima bantuan kotak sampah dari BNI sebanyak 15 set. Ini kita akan letakkan di tempat-tempat umum,” ujar Saparudin, Kamis (3/9/2026).

Ia menilai penyediaan sarana kebersihan di ruang publik menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.

Namun, persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan dengan menambah tempat sampah. Pemerintah Kota Pangkalpinang juga mulai memperkuat sistem pengolahan sampah dari tingkat hulu melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Saparudin menjelaskan, sepanjang 2026 terdapat lima unit TPS 3R yang menjadi bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah di Kota Pangkalpinang.

Salah satunya merupakan pembangunan baru yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di kawasan Air Kepala Tujuh.

Sementara itu, dua unit TPS 3R lainnya akan mendapatkan revitalisasi, masing-masing berada di kawasan Genas dan Ketapang.

“Secara tahun 2026 ini ada lima. Nanti tahun 2027 kita programkan dua lagi, sehingga menjadi tujuh,” katanya.

Dengan penambahan tersebut, pemerintah menargetkan kapasitas pengolahan sampah di Kota Pangkalpinang semakin meningkat. Keberadaan TPS 3R diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang harus dibawa langsung ke tempat pemrosesan akhir.

Pemkot Pangkalpinang juga menyiapkan langkah lanjutan terhadap kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang sudah tidak lagi aktif digunakan.

Area TPA yang sudah tidak digunakan untuk aktivitas pembuangan sampah secara bertahap akan ditutup. Pemerintah berencana melakukan penataan kawasan tersebut agar dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka atau kawasan hijau.

Sementara itu, pada area TPA yang masih digunakan, pemerintah akan mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Menurut Saparudin, TPST nantinya berperan menangani residu yang masih tersisa setelah sampah diproses melalui TPS 3R.

Ia menyebut rata-rata residu dari proses pengolahan sampah di TPS 3R berada di kisaran 30 persen.

“Residu daripada TPS 3R rata-rata sekitar 30 persen. Kalau kapasitas TPS 3R-nya 10 ton, berarti ada 3 ton residunya. Ini akan kita kirim ke TPST,” jelasnya.

Konsep tersebut diharapkan membuat pengelolaan sampah di Pangkalpinang menjadi lebih terintegrasi. Sampah tidak hanya dikumpulkan dan diangkut, tetapi juga dipilah serta diolah untuk mengurangi jumlah residu yang berakhir di TPA.

Di sisi lain, Branch Manager BNI Kantor Cabang Bangka Trade Center, Riko Noviansyah, mengatakan penyerahan 15 unit tong sampah tersebut merupakan bentuk dukungan BNI terhadap program Pemerintah Kota Pangkalpinang, khususnya Gerakan Indonesia Asri.

Riko menjelaskan, BNI memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang dapat diarahkan untuk mendukung program pemerintah maupun kebutuhan masyarakat.

“Bantuan ini memang kami berikan untuk mendukung program kerja dari pemerintah, terutama Kota Pangkalpinang. Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan ini bermanfaat untuk masyarakat,” kata Riko.

Sebanyak 15 tong sampah tersebut akan ditempatkan di tiga ruang publik yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat, yakni Alun-Alun Pangkalpinang, Taman Wilhelmina dan Bukit Delima.

Menurut Riko, bantuan sarana kebersihan tersebut merupakan bentuk dukungan pertama yang diberikan BNI kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menunjang program kebersihan.

Ia berharap kerja sama antara BNI dan Pemkot Pangkalpinang tidak berhenti pada bantuan tong sampah, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai program lain yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan setelah ini ada program-program yang lain juga yang bisa kami bantu untuk mendukung program-program yang positif yang dijalankan oleh Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

Dengan dukungan sarana kebersihan, penguatan TPS 3R, revitalisasi fasilitas pengolahan sampah hingga rencana pengembangan TPST, Pemkot Pangkalpinang berupaya membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengangkutan, tetapi juga pengurangan dan pengolahan sejak dari sumbernya.

Keberhasilan program tersebut pada akhirnya membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kesadaran untuk memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi produksi sampah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan Pangkalpinang yang bersih, sehat dan nyaman. (Sumber : Laspela, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *