
KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) – Arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Hal ini ditunjukkan dengan kunjungan langsung Bupati Bangka Barat Markus bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan Kabupaten Bangka Barat pada Jumat, 26 Desember 2025. Sabtu (27/12/2025)
Rombongan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian. Sejumlah titik vital dicek secara langsung, mulai dari loket tiket penumpang, posko pengamanan terpadu, area buffer zone kendaraan, kondisi kapal yang beroperasi, hingga kesiapan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh pelayanan penyeberangan selama periode Nataru berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat Bangka Belitung yang melakukan perjalanan ke Pulau Sumatera maupun sebaliknya.

Bupati Bangka Barat Markus mengatakan kehadiran Gubernur Babel dan jajaran Forkopimda merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan kesiapan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bangka dalam menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan selama Nataru. Menurutnya, Pelabuhan Tanjung Kalian memiliki peran strategis sebagai salah satu pintu utama pergerakan orang dan barang dari dan menuju Pulau Bangka.
“Hari ini Forkopimda Bangka Belitung hadir langsung di Pelabuhan Tanjung Kalian untuk memastikan kesiapan ASDP Bangka. Kita berharap arus Nataru dapat berjalan lancar, aman, dan tertib, sehingga masyarakat merasa nyaman saat melakukan perjalanan,” ujar Markus di sela-sela kunjungannya.
Markus juga menyampaikan optimisme terhadap peningkatan kualitas layanan penyeberangan ke depan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka berencana menambah satu dermaga baru di Pelabuhan Tanjung Kalian. Penambahan dermaga ini dinilai sangat penting untuk mengantisipasi peningkatan volume penumpang dan kendaraan yang terus terjadi setiap tahun, khususnya pada momentum libur panjang seperti Nataru dan Idulfitri.
“Tahun depan ASDP akan menambah satu dermaga lagi. Harapannya proses bongkar muat kendaraan dan penumpang bisa lebih cepat, sehingga antrean kendaraan dan waktu tunggu penyeberangan dapat diminimalkan,” katanya.
Selain menyoroti kondisi di Pelabuhan Tanjung Kalian, Markus juga menyinggung kesiapan Pelabuhan Tanjung Api-api di Provinsi Sumatera Selatan. Menurutnya, selama ini Pelabuhan Tanjung Api-api masih kerap menghadapi kendala operasional, terutama akibat pasang surut air laut yang memengaruhi sandar kapal.
“Kita juga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat bersiap dan mencarikan solusi. Karena selama ini masih ada kendala di Tanjung Api-api, yang menyebabkan waktu tunggu penyeberangan cukup lama dan berdampak pada kenyamanan penumpang,” cetus Markus.
Sementara itu, General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka, Agustinus Cahyo Upandika, membenarkan rencana pembangunan dermaga kedua di Pelabuhan Tanjung Kalian. Ia menyebutkan pembangunan dermaga tambahan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kualitas layanan penyeberangan Bangka–Sumatera.
“Pembangunan dermaga tambahan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan, mempercepat proses bongkar muat, serta memperlancar arus penyeberangan Bangka–Sumatera ke depannya,” ujar Cahyo.
Cahyo juga menjelaskan bahwa Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani memberikan perhatian khusus terhadap persoalan konektivitas penyeberangan antara Pulau Bangka dan Sumatera. Menurutnya, secara fasilitas, Pelabuhan Tanjung Kalian saat ini sudah cukup memadai. Namun, hambatan masih sering terjadi di sisi Pelabuhan Tanjung Api-api, Sumatera Selatan.
“Di sini dermaganya sudah siap dan relatif memadai. Tapi di Tanjung Api-api masih terkendala pasang surut air laut. Ini harus dicarikan solusi bersama agar arus penyeberangan penumpang maupun logistik tidak terganggu,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, Cahyo menyampaikan bahwa Gubernur Babel berencana melakukan kunjungan ke Gubernur Sumatera Selatan untuk membahas secara khusus aktivitas penyeberangan kapal di lintasan Pelabuhan Tanjung Kalian–Pelabuhan Tanjung Api-api. Koordinasi antarprovinsi dinilai penting untuk memastikan kelancaran transportasi laut yang menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat.
Dengan adanya peninjauan langsung ini, pemerintah daerah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi meningkatkan pelayanan penyeberangan. Selain menjamin kelancaran arus Nataru 2025–2026, langkah ini juga diharapkan menjadi fondasi penguatan konektivitas dan pelayanan transportasi laut yang lebih baik dan berkelanjutan di Kepulauan Bangka Belitung. (Sumber : wowbabel.com, Editor : KBO Babel)















