KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Perjalanan usaha camilan khas Bangka Belitung milik Henry melalui merek Duo Ayu Sehati menjadi contoh nyata keberhasilan UMKM lokal yang tumbuh berkat konsistensi, inovasi, dan dukungan Program Kemitraan PT TIMAH Tbk. Usaha yang dirintis sejak 2017 dari sebuah rumah kontrakan kecil kini berkembang menjadi pabrik skala besar dengan kapasitas produksi lebih dari satu ton per hari serta mulai menembus pasar ekspor. Senin (15/12/2025)
Henry mengisahkan, masa awal menjalankan usaha penuh dengan tantangan. Resep produk belum stabil, kualitas belum seragam, dan tidak sedikit barang yang dikembalikan toko karena tidak sesuai selera pasar. Kondisi itu sempat membuat usaha terombang-ambing pada tahun pertama.
Namun Henry tidak menyerah. Ia terus melakukan evaluasi dan riset dengan belajar ke pabrik camilan lain untuk mencari formula terbaik. Upaya perbaikan kualitas dilakukan secara bertahap hingga produknya mulai diterima pasar dan kepercayaan konsumen perlahan tumbuh.
Seiring meningkatnya permintaan, skala produksi Duo Ayu Sehati pun terus bertambah. Saat ini, pabrik mampu memproduksi sekitar 1,2 ton getas per hari, 500 kilogram kericu, 600 kilogram kemplang, serta 500 kilogram bakso ikan maupun bakso sapi setiap hari.
Jangkauan pemasaran produk juga semakin luas. Tidak hanya dipasarkan di Pangkalpinang dan berbagai daerah di Bangka Belitung, produk Duo Ayu Sehati kini telah menembus pasar Jakarta. Bahkan, pada tahun ini, Henry mulai mengirim produknya ke luar negeri.
Pengiriman perdana ke Australia menjadi tonggak penting bagi perjalanan usaha tersebut. Sekitar dua ratus kilogram produk camilan khas Bangka Belitung berhasil dikirim, dan respons konsumen dinilai sangat positif sehingga membuka peluang ekspor lanjutan.
Henry menegaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan PT TIMAH Tbk melalui Program Kemitraan. Bantuan permodalan yang diberikan memungkinkan penambahan mesin produksi, sehingga kapasitas meningkat signifikan dan proses kerja menjadi lebih efisien.
Sebelum menjadi mitra binaan, peralatan produksi masih terbatas. Setelah mendapatkan dukungan, jumlah kuali produksi bertambah dari dua menjadi empat unit. Penambahan tersebut berdampak langsung pada peningkatan hasil produksi yang hampir dua kali lipat.
Dalam menjaga kualitas, Duo Ayu Sehati tetap mengandalkan bahan baku lokal. Ikan diperoleh dari nelayan setempat, sementara tepung sagu rumbia berkualitas digunakan sebagai bahan utama, sehingga cita rasa produk tetap terjaga dan konsisten.
Selain getas, kericu, dan kemplang, Henry juga mengembangkan berbagai produk olahan lainnya. Bakso ikan, bakso sapi, hingga ebi bubuk menjadi produk yang banyak diminati, khususnya oleh konsumen di Jakarta.
Untuk menjawab permintaan pasar yang terus meningkat, Duo Ayu Sehati kini tengah menyiapkan inovasi baru berupa produk ikan giling. Produk ini ditujukan bagi pelaku industri kuliner maupun kebutuhan rumah tangga.
Selain inovasi produk, rencana perluasan pabrik juga sedang disiapkan guna meningkatkan kapasitas produksi dan menjawab peluang pasar yang semakin besar, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Henry menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PT TIMAH Tbk yang telah memberikan dukungan nyata bagi pengembangan usahanya. Menurutnya, kemitraan tersebut sangat membantu UMKM untuk naik kelas dan memperkuat daya saing.
Ia berharap kemitraan dengan PT TIMAH Tbk dapat terus berlanjut dan semakin banyak pelaku UMKM di Bangka Belitung yang mendapatkan kesempatan serupa untuk berkembang, mandiri, dan berorientasi pada pasar global.
Kisah sukses Duo Ayu Sehati menunjukkan bahwa sinergi antara BUMN dan UMKM mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata. Dengan dukungan permodalan, pendampingan, dan akses pasar, UMKM lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing, menciptakan lapangan kerja, serta mengharumkan nama daerah di tingkat internasional.
Melalui Program Kemitraan, PT TIMAH Tbk terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memberdayakan pelaku usaha kecil. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi UMKM Bangka Belitung agar semakin berkelanjutan, inovatif, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas peran strategis kolaborasi dalam memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, serta menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat lokal. Langkah ini menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk terus maju. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)













