Diduga Aniaya Ketua Asrama ISBA Bangka, Oknum Satpol PP Dilaporkan ke Polisi

Sidak Berujung Kekerasan, Ketua Asrama ISBA Bangka Mengaku Dicekik Oknum Satpol PP

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) — Dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka mencuat dan menuai sorotan. Peristiwa tersebut dialami Dhaifu, Ketua Asrama ISBA Bangka, yang mengaku mendapat tindakan kekerasan saat berada di kamar asrama. Jum’at (19/12/2025).

Insiden itu terjadi di Asrama ISBA Bangka, kamar LD.12, pada Kamis petang sekitar pukul 18.40 WIB. Saat kejadian, Dhaifu bersama dua rekannya tengah berbincang santai di dalam kamar.

banner 336x280

Namun suasana mendadak berubah ketika dua orang anggota Satpol PP Kabupaten Bangka tiba-tiba masuk ke kamar tanpa permisi, masih mengenakan atribut lengkap dinas. Menurut keterangan korban, keduanya datang dengan sikap emosional dan arogan, lalu menanyakan asal daerah Dhaifu dan teman-temannya.

Setelah pertanyaan itu dijawab dengan nada biasa, salah satu oknum Satpol PP menyampaikan akan melakukan sidak. Sidak tersebut disebut dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan penghuni asrama maupun pengurus.

Merasa heran, Dhaifu kemudian mempertanyakan maksud sidak tersebut sekaligus menanyakan alasan anggota Satpol PP datang dengan nada marah.

Namun, pertanyaan itu justru dibalas dengan nada tinggi.

“Kenapa, kamu mau ngelawan?” ucap salah satu oknum Satpol PP, sebagaimana ditirukan korban.

Situasi kian memanas ketika salah satu teman Dhaifu diminta keluar kamar. Pintu kamar kemudian ditutup oleh anggota Satpol PP lainnya, meninggalkan Dhaifu sendirian di dalam ruangan.

Menurut pengakuan korban, salah satu oknum Satpol PP lalu melepas rompi yang dikenakan, mendekati Dhaifu, dan langsung mendorongnya. Tak berhenti di situ, korban mengaku ditampar di bagian pipi dan dicekik di bagian leher depan, sambil didorong ke arah tembok.

Dhaifu sempat berusaha keluar kamar, namun kembali dihadang dan dihimpit ke arah lemari dengan sikap menantang. Merasa terancam, ia akhirnya berhasil keluar dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gondomanan.

Tak hanya Dhaifu, dugaan tindakan arogan juga dialami penghuni asrama lain. Salah seorang mahasiswa yang berada di kamar lantai atas mengaku sempat didorong oleh oknum Satpol PP yang sama, dengan sikap yang terkesan mengajak berkelahi.

Saat pihak kepolisian tiba di lokasi, dilakukan mediasi antara korban dan terduga pelaku. Dalam mediasi tersebut, oknum Satpol PP disebut mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf, serta menyadari tindakannya keliru.

Meski demikian, korban menilai penjelasan yang disampaikan pelaku saat mediasi tidak sepenuhnya sesuai dengan kronologi kejadian dan terkesan mengurangi fakta di lapangan.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari Satpol PP Kabupaten Bangka terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggotanya tersebut.

Kasus ini pun memantik perhatian publik, mengingat Satpol PP merupakan aparat penegak peraturan daerah yang seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, bukan kekerasan. (KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *