KBOBABEL.COM (Tanjungpandan) – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) yang disediakan di sekolah, Senin (4/5/2026). Rabu (6/5/2026)
Peristiwa tersebut sontak membuat panik pihak sekolah dan orang tua siswa, setelah sejumlah anak mulai menunjukkan gejala seperti mual, muntah, pusing, hingga tubuh lemas tidak lama setelah menyantap makanan dan minuman yang diberikan.
Kepala SDN 7 Tanjungpandan, Asti Ramdaniati, mengungkapkan bahwa gejala awal pertama kali muncul pada siswa kelas IV. Saat itu, beberapa siswa mengeluhkan mual setelah mengonsumsi minuman yang diduga berupa susu kedelai atau air tahu.
“Awalnya siswa kelas IV muntah, katanya setelah minum air tahu. Kemudian kami lakukan pemeriksaan dan ternyata banyak siswa mengalami gejala yang sama,” ujar Asti, Selasa (5/5/2026).
Seiring berjalannya waktu, jumlah siswa yang mengalami gejala serupa terus bertambah dan tidak hanya berasal dari satu kelas. Berdasarkan data sementara, total siswa terdampak mencapai 33 orang yang tersebar di beberapa tingkatan kelas.
Selain muntah, para siswa juga mengeluhkan pusing serta kondisi tubuh yang lemas. Bahkan, beberapa tenaga pengajar yang sempat mencicipi makanan dan minuman tersebut juga merasakan gejala ringan, meski tidak separah yang dialami siswa.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan memberikan penanganan awal melalui pusat kesehatan sekolah. Siswa yang mengalami gejala langsung mendapatkan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas dan rumah sakit.
“Penanganan awal kami lakukan di sekolah, kemudian beberapa siswa dibawa ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut. Sebagian sudah dipulangkan karena kondisinya mulai membaik,” jelas Asti.
Ia menambahkan, pada awalnya makanan dan minuman tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Bahkan, guru yang turut mencicipi juga tidak langsung merasakan dampak. Namun, selang beberapa waktu, gejala mulai muncul secara bertahap pada siswa.
Sementara itu, Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangka Belitung, Nyayu Kurnia Ramadhini, menyampaikan bahwa penyebab pasti dari kejadian ini masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya telah mengambil sampel makanan dan minuman untuk dilakukan uji laboratorium.
“Untuk saat ini sampel makanan sudah kami serahkan kepada BPOM dan Dinas Kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Nyayu.
Ia belum dapat memastikan penyebab keracunan maupun sumber pasti yang memicu gejala tersebut. Hasil uji laboratorium dari pihak terkait akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk evaluasi terhadap program MBG di sekolah tersebut.
“Setelah hasilnya keluar, akan kami sampaikan secara resmi,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi perhatian serius, mengingat program makan bergizi gratis bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan asupan gizi siswa. Pihak terkait diharapkan dapat segera mengungkap penyebab insiden ini agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Saat ini, kondisi sebagian besar siswa dilaporkan mulai membaik, meski masih dalam pemantauan tenaga medis. Pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna memastikan keamanan dan kesehatan siswa tetap terjaga. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

















