KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Dedikasi, keterbukaan terhadap informasi publik, serta komitmen membangun komunikasi yang harmonis dengan insan pers mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Daerah Pro Jurnalismedia Siber (DPD PJS) Provinsi Bangka Belitung. Kamis (20/8/2026)
Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan plakat kehormatan dan piagam penghargaan kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menjelang kepindahan tugasnya ke Lapas Ngaseman, Nusakambangan.
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Plakat kehormatan diserahkan langsung oleh Ketua DPD PJS Babel, Agus Eko, S.H., sementara piagam penghargaan diberikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PJS, Rikky Fermana.
Agenda tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPC PJS se-Bangka Belitung sebagai bentuk penghormatan sekaligus apresiasi terhadap sosok Sugeng Indrawan selama menjalankan tugas di Lapas Pangkalpinang.
Ketua DPD PJS Babel, Agus Eko, S.H., mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk seremonial, melainkan ungkapan penghormatan atas kepemimpinan Sugeng yang dinilai komunikatif, terbuka dan mampu membangun hubungan positif dengan media maupun masyarakat.
“Pak Sugeng bukan sekadar Kepala Lapas, tetapi abang, sahabat, dan teman berdiskusi. Beliau membuktikan bahwa Lapas tidak berdiri sendiri, melainkan mampu memberi manfaat nyata melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat,” ujar Agus.
Menurutnya, sejumlah inovasi dan program yang dikembangkan selama kepemimpinan Sugeng, termasuk pemberdayaan masyarakat di Tuatunu hingga pengembangan pupuk kompos lokal, menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat hadir memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Agus menilai keterbukaan Sugeng terhadap insan pers juga menjadi salah satu nilai penting yang patut diteladani. Menurutnya, komunikasi publik yang terbuka akan membuat informasi mengenai program dan kinerja lembaga pemerintah dapat tersampaikan secara lebih objektif kepada masyarakat.
“Keterbukaan beliau terhadap media patut menjadi contoh. Kritik tidak dianggap sebagai ancaman, tetapi menjadi bagian dari evaluasi untuk memperbaiki pelayanan dan program,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PJS, Rikky Fermana, menyampaikan bahwa perpindahan tugas bukan berarti berakhirnya hubungan silaturahmi dan kemitraan yang selama ini telah terjalin.
Ia berharap Sugeng Indrawan dapat terus menorehkan prestasi di tempat tugas yang baru serta mendapatkan amanah yang lebih besar dalam perjalanan kariernya.
“Semoga di tempat tugas yang baru, Bapak Sugeng semakin baik, berprestasi dan sukses melaksanakan tugas yang diamanahkan. Kalau suatu saat kembali ditugaskan ke Bangka Belitung, semoga beliau menjadi Kakanwil Ditjenpas Bangka Belitung. Aamiin,” ujar Rikky.
Rikky menegaskan, PJS akan terus menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan jajaran Pemasyarakatan, khususnya dalam membangun kemitraan yang sehat antara pers dan pemerintah.
Menanggapi penghargaan tersebut, Sugeng Indrawan mengaku terharu dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PJS Babel serta insan pers yang selama ini telah mendukung program kerja Lapas Pangkalpinang.
“Saya sangat terharu dan mengucapkan terima kasih kepada PJS Babel. Hubungan baik serta kritik membangun dari rekan-rekan media adalah bagian penting dari kemajuan program kerja di Lapas Pangkalpinang,” tutur Sugeng.
Ia menegaskan bahwa hubungan silaturahmi yang telah terbangun selama ini tidak akan terputus meski dirinya harus menjalankan amanah di tempat tugas yang baru.
“Silaturahmi ini tentu tidak akan terputus meski saya bertugas di tempat baru,” imbuhnya.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara jajaran Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dengan pengurus PJS Babel.
Bagi jajaran PJS Babel, penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap seorang pemimpin yang mampu membuka ruang komunikasi, menerima kritik serta membangun kolaborasi dengan media dan masyarakat.
Kepindahan Sugeng Indrawan ke Nusakambangan pun diharapkan tidak menjadi akhir dari hubungan yang telah terjalin, melainkan menjadi awal dari silaturahmi dan kemitraan yang lebih luas di masa mendatang. (Mega Lestari/KBO Babel)













