Dinkes Pangkalpinang: 62 dari 111 Kasus Baru HIV Berasal dari LSL

Angka HIV Tertinggi di Babel, Pangkalpinang Fokus Perkuat Sinergi Tekan Penularan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang menyampaikan bahwa kasus infeksi baru HIV di Kota Pangkalpinang didominasi oleh kelompok lelaki seks lelaki (LSL) atau homoseks. Data tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan dan Kepedulian Masalah HIV/AIDS yang digelar dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia. Rabu (3/12/2025)

Plt Kepala Dinkes Kota Pangkalpinang, M Thambrin, menyebutkan bahwa hingga 31 Oktober 2025 terdapat 111 kasus infeksi baru HIV di Pangkalpinang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 kasus berasal dari kelompok LSL.

banner 336x280

“Sebanyak 62 dari 111 kasus infeksi baru HIV didominasi LSL,” kata Thambrin.

Ia menuturkan, angka ini menjadikan Pangkalpinang sebagai daerah dengan kasus infeksi baru HIV tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi tersebut ditegaskan sebagai peringatan penting agar seluruh sektor semakin memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di ibu kota provinsi tersebut.

Berdasarkan data Dinkes, dari total 111 kasus infeksi baru, sebanyak 94 penderita merupakan laki-laki dan 17 perempuan. Selain LSL, terdapat pula penderita dari kelompok tuberkulosis (TB) sebanyak 19 orang, serta kelompok risiko lainnya. Menurut Thambrin, mayoritas penderita berada dalam usia produktif.

“Rata-rata penderita baru HIV berusia produktif mulai dari 25 hingga 49 tahun,” ujarnya.

Thambrin menjelaskan bahwa Rakor Peningkatan dan Kepedulian Masalah HIV/AIDS ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen daerah dalam menekan angka kasus HIV/AIDS, khususnya di Pangkalpinang. Pihaknya bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkalpinang berupaya memperkuat strategi bersama lintas sektor untuk memutus penularan HIV.

“Kita bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkalpinang berkolaborasi menyelenggarakan rakor ini sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam menanggulangi HIV/AIDS secara inklusif dan terkoordinasi,” kata Thambrin.

Rakor tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Peserta yang hadir antara lain pengelola program HIV/AIDS dari sembilan puskesmas, RSUD Depati Hamzah, rumah sakit swasta seperti RSBT dan Primaya Baktiwara, serta sejumlah organisasi masyarakat. Selain itu, komunitas relawan peduli HIV, Relawan Peduli Narkotika dan HIV/AIDS (Replika), petugas penjangkau, dan pendamping lapangan bagi Orang dengan HIV (ODHIV) turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dinkes menegaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak merupakan kunci utama untuk menekan angka penularan HIV/AIDS di Pangkalpinang. Kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan, terutama untuk memperluas layanan pemeriksaan, pendampingan, edukasi kesehatan reproduksi, serta penguatan kampanye pencegahan di masyarakat.

Thambrin menambahkan bahwa peningkatan kasus pada kelompok LSL menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan seksual yang lebih terarah dan inklusif. Ia berharap masyarakat dapat lebih terbuka dalam melakukan pemeriksaan dan tidak takut untuk mengakses layanan kesehatan.

“Kita dorong masyarakat untuk tidak ragu melakukan tes HIV demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Dinkes Kota Pangkalpinang bersama KPA menargetkan peningkatan cakupan layanan, termasuk pemeriksaan rutin bagi kelompok berisiko tinggi, konseling, serta pendampingan bagi ODHIV agar mereka dapat memperoleh pengobatan antiretroviral (ARV) secara berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat, pemerintah daerah berharap penularan HIV/AIDS di Pangkalpinang dapat ditekan dan angka kasus baru di tahun mendatang menurun secara signifikan. (Sumber : koranbabelpos.id, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *